7 Ayat Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Islam adalah agama yang selaras dengan sains. Di dalam Al-Quran, rujukan pertama dalam Islam, banyak ditemukan ayat-ayat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Sebagaimana dikutip dari themuslimvibe.com, Zin Eddine Dadach, Asisten Profesor di Departemen Teknik Kimia dan Perminyakan di Higher Colleges of Technology, Uni Emirat Arab mengungkap hal tersebut. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Air

Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman? (QS. Al-Anbiyā’ [21]: 30)

Hanya setelah penemuan mikroskop, para ilmuwan menyimpulkan bahwa semua makhluk hidup sebagian besar terdiri dari air—sedangkan di padang pasir Arab, hal terakhir yang bisa ditebak seseorang adalah bahwa semua kehidupan pada akhirnya berasal dari air.

Alam Semesta: Teori Big Bang

Dalam di atas, Allah swt. juga menyatakan:

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ

Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya. (QS. Al-Anbiyā’ [21]: 30)

Pada tahun 1929, astronom Amerika, Edwin Hubble, mengusulkan Hukum Hubble yang menyatakan bahwa semua entitas di angkasa bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan yang proporsional terhadap jarak mereka, yaitu semakin jauh dari Bumi, semakin cepat mereka bergerak. Tak lama setelah itu, ia menemukan bahwa galaksi juga saling menjauh, yang berarti alam semesta secara keseluruhan sedang mengembang.

    Hal ini menjadi dasar bagi Teori Big Bang yang menyatakan bahwa sekitar 12-15 miliar tahun yang lalu, alam semesta muncul dari satu titik yang sangat panas dan padat, karena ledakan titik ini alam semesta terbentuk. Sejak saat itu, alam semesta telah mengembang dari titik tersebut. Pada tahun 1965, para astronom radio Arno Penzias dan Robert Wilson memenangkan Hadiah Nobel untuk penemuan yang mengonfirmasi teori Big Bang. Ketika mempertimbangkan ayat di atas, sambil mengakui Allah Maha Mengetahui, tetap mengagumkan bahwa Al-Qur’an telah mengungkapkan bahwa “langit dan bumi adalah satu kesatuan, dan Kami pisahkan keduanya.”

    Alam Semesta: Teori Big Crunch

    Sekali lagi, dalam Surah Al-Anbiya, Allah berfirman:

    يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ

    (Ingatlah) hari ketika Kami menggulung langit seperti (halnya) gulungan lembaran-lembaran catatan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Itu adalah) janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami akan melaksanakannya. (QS. Al-Anbiyā’ [21]: 104)

    Ayat ini sesuai dengan teori Big Crunch yang membahas bagaimana alam semesta akan ditarik kembali ke lubang hitam dan sekali lagi membentuk massa kecil.

      Big Crunch adalah salah satu skenario yang diprediksi oleh para ilmuwan tentang bagaimana alam semesta mungkin akan berakhir. Seperti banyak teori lainnya, teori ini didasarkan pada Teori Relativitas Umum Einstein. Artinya, jika Big Bang menjelaskan bagaimana alam semesta mungkin dimulai, Big Crunch menjelaskan bagaimana ia akan berakhir sebagai akibat dari permulaan tersebut, seperti yang telah digambarkan dengan indah dalam Al-Qur’an.

      Embriologi

      Dalam Surah Al-Mu’minun, Allah swt. berfirman:

      ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ. ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ.وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ

      Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Kemudian segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. (QS. Al-Mu’minūn [23]: 12-14)

        Ilmu pengetahuan baru membuktikan hal ini dengan bantuan teknologi terbaru. Professor Emeritus Keith L. Moore, salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia di bidang anatomi dan embriologi, mengatakan bahwa “Saya yakin bahwa pernyataan-pernyataan ini pasti telah datang kepada Muhammad dari Allah, karena hampir semua pengetahuan ini belum ditemukan sampai berabad-abad kemudian.”

        Perlindungan Langit

        Ilmu Pengetahuan
        sumber: perchance.org

        Dalam Surah Al-Anbiya, Allah swt. berfirman:

        وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ

        Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tetapi mereka tetap berpaling dari tanda-tandanya (yang menunjukkan kebesaran Allah, seperti matahari dan bulan). (QS. Al-Anbiyā’ [21]: 32)

        Ayat ini menunjukkan fakta ilmiah bahwa langit, dengan semua gasnya, melindungi bumi dan kehidupan di atasnya dari sinar matahari yang berbahaya. Jika tidak ada lapisan pelindung, kehidupan di bumi akan berhenti karena suhu di bumi akan menjadi sangat dingin di -270,556°C, sama dengan suhu di angkasa.

        Besi dalam Meteorit

        Dalam Surah Al-Hadid tertulis:

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        لَ وَاَنْزَلْنَا الْحَدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ ࣖ

        Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. (QS. Al-Ḥadīd [57]: 25)

        Menurut M. E. Walrath, besi bukanlah bahan alami dari bumi. Para ilmuwan menyatakan bahwa miliaran tahun yang lalu, bumi telah terkena hantaman meteorit. Besi terdapat di dalam meteorit tersebut dan akibat ledakan di bumi, kini kita memiliki besi. Al-Qur’an, seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, telah menerangi kita mengenai fakta ini dengan pernyataan “Kami turunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat.”

        Pertemuan Dua Laut

        Dalam Surah Ar-Rahman, disebutkan,

        بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ.مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

        Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu. Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (QS. Ar-Raḥmān [55]: 19-20)

        Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa di tempat-tempat di mana dua laut berbeda bertemu, ada sekat yang memisahkan keduanya yang membantu kedua laut mempertahankan suhu, salinitas, serta densitas masing-masing.

        SahabaQu, demikianlah 7 ayat Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan. Semoga ayat-ayat tersebut makin mengokohkan keimanan kaum muslim terhadap Allah dan Rasul-nya. Nantikan ayat-ayat lainnya yang berkaitan sains di artikel berikutnya.

        Leave a Comment