Ayat Al-Qur’an tentang Bermanfaat bagi Orang Lain

4.9/5 - (8 votes)

GenQu Media—Islam menganjurkan muslim untuk menjadi pribadi yang baik. Ibarat lebah, muslim yang baik itu mampu memberikan banyak manfaat dalam kehidupan. Lantas dalam Al-Quran, ayat mana saja yang membahas tentang pribadi muslim yang baik?

Islam mengajarkan banyak ibadah dan amal saleh yang tidak sekadar memberikan manfaat kepada orang yang melakukannya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana dikutip dari ayatmnalquran.com, simak penjelasan berikut ini ayat-ayat Al-Qur’an tentang bermanfaat bagi orang lain.

Berbuat Baik dan Mengajak Orang Berbuat Baik

Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah [2]: 148)

Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka itu termasuk orang-orang saleh. (QS. Ali Imran [3]: 114)

Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung. (QS. Al-Hajj [22]: 77]

Bersedekah kepada Orang yang Bangkrut

Allah menganjurkan muslim untuk bersedekah atau membebaskan utang kepada orang yang mengalami pailit dalam usahanya. Anjuran tersebut terdapat dalam ayat berikut,

Jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Kamu bersedekah (membebaskan utang) itu lebih baik bagimu apabila kamu mengetahui(-nya). (QS. Al-Baqarah [2]: 280)

Mengurus Harta Anak Yatim

Ayat-ayat Al-Qur’an berikutnya adalah tentang berbuat dalam mengurus harta anak yatim. Ayat-ayatnya adalah sebagai berikut,

Berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka. Janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar. (QS. An-Nisa [4]: 2)

Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-mu). Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. (QS. Al-An’am [6]: 153]
Janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan (cara) yang terbaik (dengan mengembangkannya) sampai dia dewasa dan penuhilah janji (karena) sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra [17]: 34)

Ujilah anak-anak yatim itu (dalam hal mengatur harta) sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah. Lalu, jika menurut penilaianmu mereka telah pandai (mengatur harta), serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menghabiskannya) sebelum mereka dewasa. Siapa saja (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan siapa saja yang fakir, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang baik. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas. (QS. An-Nisa [4]: 6)

Perintah Mengasuh Anak Yatim

Di dunia dan di akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah: “Pembaruan lebih baik bagi mereka. Dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu.” Dan Allah mengetahui solusinya. Jauhi para pembaharu. .Dan jika Allah menghendaki, niscaya aku akan menolongmu.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surat Al-Baqarah, ayat: 220]

Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah [2]: 220)

Perbaikan di Tengah Masyarakat

(Dan jika seorang wanita takut akan kemaksiatan atau pembelotan dari suaminya, maka tidak ada salahnya bagi mereka jika mereka berdamai di antara mereka, dan perdamaian itu lebih baik. Dan jiwa-jiwa dibawa untuk menanggung kekikiran. ۚ Dan jika kamu berbuat baik dan bertakwa kepada Allah , maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.) [Surat An-Nisa, Ayat: 128]

Kerelaan dalam Beramal

Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 158)

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 184)

Membelanjakan Harta untuk Tujuan Baik

Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi. (QS. Al-Baqarah [2]: 271-273)

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah [9]: 60)

SahabatQu, demikianlah ayat-ayat Al-Qur’an tenang bermanfaat bagi orang lain. Semoga ayat-ayat tersebut menginspirasi setiap muslim untuk menjadi sosok yang memberikan banyak manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

Leave a Comment