Ayat Al-Qur’an Tentang Ibu, Memuliakannya Akan Meraih Surga

5/5 - (2 votes)

GenQu Media—Islam menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua. Semua bangsa sejak awal sejarah manusia telah menghormati peran ibu karena peran besarnya dalam masyarakat.

Sebagaimana dikatakan orang, “Ibu adalah separuh dari masyarakat” yang melahirkan separuh lainnya dan mendidik, sehingga menjadi penggerak utama masyarakat dan peradabannya. Tanpanya, tidak ada manusia yang dapat hidup, bahkan hanya untuk beberapa jam di dunia ini. Para penyair memuja ibu sejak awal sejarah sastra, penyanyi memujinya, dan filsuf menyebutnya sebagai elemen paling penting dalam pembangunan masyarakat dan peradaban.

Allah swt. memberikan kehormatan tertinggi pada ibu dengan meletakkan surga di bawah kakinya. Ibu adalah satu-satunya manusia yang Allah membandingkan rahmat-Nya dengannya. Ketaatan dan keridhaan terhadap ibu merupakan kunci salah satu pintu surga, sementara maksiat dan melanggar hak ibu termasuk dosa besar yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam jurang neraka.

Lantaran betapa mulianya posisi seorang Ibu, Al-Qur’an mengabadikannya dalam berbagai ayat sebagaimana dipaparkan Muhammad Sabri Abdul Rahim yang dikutip dari elbalad.news.

Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Ibu

Banyak ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. Allah mengaitkannya dengan iman. Ayat-ayat tersebut antara lain:

  1. Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Berbicaralah kepada manusia dengan kata-kata yang baik.” (QS. al-Baqarah: 83)
  2. Berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.(QS. An-Nisa: 36)
  3. “Berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak. Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al-An’am: 151)
  4. “Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang mendirikan shalat, beserta keturunanku. Ya Tuhan kami, berilah perkenan kepada doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Lemah Lembut Terhadap Ibu dan Bapak

Islam menekankan untuk bersikap lembut terhadap orang tua, menghormati dan tidak mengucapkan kata-kata yang dapat membuat mereka marah, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

“Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah satu diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’. Janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'”

(QS. Al-Isra: 23-24)

Al-Qur’an juga merincikan kisah kasih Nabi Ibrahim as. kepada ayahnya, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya,

“Ingatlah dalam Kitab (Al-Qur’an) Ibrahim. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar, seorang nabi. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya: ‘Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, dan tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun padamu? Hai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku ilmu yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, nanti aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah setan, karena sesungguhnya setan adalah pemberontak terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, sungguh aku khawatir bahwa akan menimpamu siksa dari Tuhan Yang Maha Pemurah, sehingga kamu menjadi pelindung bagi setan.’” (QS. Maryam: 41-45).

Al-Qur’an juga menampilkan gambaran kasih Nabi Isa as. kepada ibunya, Siti Maryam, sebagaimana dalam ayat,

“Dia berkata: ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah, Dia memberiku Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia menyuruhku melakukan shalat dan memberikan zakat selama aku hidup. Dan Dia menjadikan aku berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sombong yang durhaka. (QS. Maryam: 30-32)

Allah juga berfirman, “Orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami yang menjadi penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Kewajiban Memuliakan Orang Tua

Ibu
sumber: perchance.org

Allah berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan telah melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan telah sampai umur empat puluh tahun, dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada dua orang ibu-bapakku dan agar aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai; berilah aku keturunan yang saleh. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’(QS. Al-Ahqaf: 15).

Allah juga berfirman, “Ya Tuhanku, ampunilah aku, dan kedua orang tuaku, dan orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman lelaki dan perempuan; dan janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang yang zalim itu kecuali kebinasaan.(QS. Nuh: 28)

6 Hukuman untuk Anak Durhaka

Bagian ini perlu benar-benar diperhatikan agar kita terhindar dari hukuman akibat mendurhakai orang tua.

Laknat Allah

Hukuman bagi orang durhaka terhadap orang tua adalah mendapatkan laknat Allah bagi mereka yang mencaci atau melaknat kedua orang tuanya. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Terlaknatlah orang yang mencaci ayahnya, terlaknatlah orang yang mencaci ibunya, terlaknatlah orang yang menyembelih untuk selain Allah, terlaknatlah orang yang merubah batas-batas tanah, terlaknatlah orang yang memberikan pukulan yang membuat seseorang buta dari jalannya, terlaknatlah orang yang jatuh ke atas binatang, dan terlaknatlah orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.”

Dipercepat Hukumannya

Salah satu hukuman bagi durhaka terhadap orang tua adalah percepatan hukuman bagi anak durhaka kepada orang tuanya di dunia sebelum akhirat. Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw. bersabda, “Ada dua perkara yang Allah mempercepat hukumannya di dunia: kedzaliman dan durhaka terhadap kedua orang tua.”

Masuk Neraka

Hukuman bagi durhaka terhadap orang tua adalah salah satu penyebab masuk neraka. Seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya akan diharamkan masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Tidak masuk surga orang yang durhaka, peminta-minta, dan pemabuk.”

Allah Menjawab Doa Orang Tua

Hukuman bagi durhaka terhadap orang tua adalah Allah menjawab doa orang tua terhadap anak durhaka tersebut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga doa yang pasti dikabulkan: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya yang durhaka.”

Hilangnya Keberkahan

Hukuman bagi durhaka terhadap orang tua adalah hilangnya keberkahan yang dicabut dari usia dan kehidupannya, kelangkaan rezeki, tidak dikabulkannya doa, dan terhentinya pengangkatan amalannya ke langit. Hal ini sebagai balasan dari durhaka yang dilakukannya kepada orang tuanya.

Membuka Sendiri 2 Pintu Neraka

Hukuman bagi durhaka terhadap orang tua adalah membuka sendiri pada dua pintu neraka. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang memasuki pagi hari dengan kedua orang tuanya ridha kepadanya, kecuali baginya dua pintu surga. Jika hanya satu yang ridha, maka satu pintu saja. Tidak ada seorang muslim pun yang memasuki pagi hari dengan kedua orang tuanya murka kepadanya, kecuali baginya dua pintu neraka. Dan jika hanya satu yang murka, maka satu pintu saja.”

Keutamaan Keridhaan Orang Tua

Keridhaan orang tua terhadap anak-anaknya memiliki keutamaan yang besar, yang tampak dalam banyak hal, dan berikut adalah beberapa penjelasannya:

Mendapatkan Berkah dalam Umur dan Kelapangan Rezeki

Keridhaan orang tua dapat membawa berkah dalam umur dan kelapangan rezeki. Berkah ini dapat muncul dalam beberapa bentuk, seperti mendapatkan berkah dalam memanfaatkan umur dengan taat kepada Allah dan ibadah, atau mendapatkan pertolongan dari Allah. Bahkan, malaikat bisa mengubah umur seseorang jika mengetahui bahwa orang tersebut menjaga hubungan baik dengan kerabatnya. Allah berfirman, “Allah menghapuskan dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Ar-Ra’d: 39)

Mendapatkan Doa yang Makbul dari Orang Tua

Keridhaan orang tua juga berarti mendapatkan doa yang makbul dari mereka. Rasulullah saw. bersabda, “Tiga doa yang pasti dikabulkan: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya yang durhaka.” Ini merupakan penghormatan dari Allah kepada orang tua.

Berbakti pada Orang Tua Menunjukkan Kesempurnaan Iman

Berbakti pada orang tua menunjukkan kesempurnaan iman dan kebaikan dalam Islam. Ini juga merupakan salah satu jalan menuju surga di akhirat. Dengan berbakti pada orang tua, nama seorang hamba akan diangkat baik di dunia maupun di akhirat.

Berbakti pada Orang Tua sebagai Penolak Kesedihan dan Ujian

Berbakti pada orang tua juga menjadi penyebab untuk mengatasi kesedihan dan menghilangkan ujian. Kehidupan yang penuh bakti pada orang tua akan mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan.

Leave a Comment