Ayat Tentang Lailatul Qadar

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Di bulan Ramadan, ada satu malam istimewa yang dikenal dengan Lailatul Qadar. Malam mulia ini senantiasa ditunggu oleh kaum muslim. Seperti apakah keutamaan malam kemuliaan ini? Sebagaimana GenQu Media dari mawdoo3.com, simak penjelasannya berikut ini.

Malam Diturunkannya Al-Qur’an

Turunnya Al-Quran pada malam Al-Qadr adalah kehendak Allah swt.: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Al-Qadr.” (Surah Al-Qadr: 1).

Malam Al-Qadr adalah saat di mana Al-Quran mulia diturunkan. Dan Allah swt. telah menyebutkan waktu dan tempat penurunan Kitab-Nya dalam ayat-ayat lain. Allah berfirman: “Bulan Ramadan yang didalamnya diturunkan Al-Quran. Sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (Surah Al-Baqarah: 185).

Dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami adalah pemberi peringatan.” (Surah Ad-Dukhan: 3).

Penjelasan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan memiliki beberapa makna:

Pertama, bahwa penurunan Al-Quran dimulai pada bulan Ramadan.

Kedua, bahwa Allah swt. menurunkannya pada malam Al-Qadr di bulan Ramadan dengan satu kali penurunan secara keseluruhan. Lalu Jibril mulai menurunkannya kepada Nabi secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian-kejadian.

Ketiga, bahwa ketika Allah menetapkan untuk menurunkan Al-Quran, penetapan itu terjadi pada malam Al-Qadar dari bulan Ramadan.

Keutamaan Lailatul Qadar

Malam Al-Qadar memiliki keutamaan yang besar dan kedudukan yang tinggi, dan berikut adalah penjelasannya melalui ayat-ayatnya:

Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Al-Qadar.” (Surah Al-Qadr: 1). Perkataan “Sesungguhnya Kami” terdiri dari kata “Sesungguhnya” yang merupakan kata penegasan, dan “Kami” merupakan kata ganti jamak. Ketika seseorang berbicara dengan menggunakan kata ganti jamak, itu menunjukkan keagungan.

Jadi, dalam kata “Sesungguhnya Kami” terdapat penegasan dan keagungan. Hal ini sesuai karena akan dibicarakan tentang suatu urusan yang besar nilainya. Kemudian Allah memberitahukan tentang urusan besar tersebut, yaitu penurunan Al-Quran pada malam Al-Qadar. Allah berfirman: “Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadar itu?” (Surah Al-Qadr: 2).

Setara 1000 Bulan

Di sini digunakan gaya bahasa yang menarik untuk mempersiapkan pendengar terhadap berita besar tersebut. Sehingga menanamkan keheranan dalam diri pendengar. Menimbulkan pertanyaan dalam dirinya, dan membuatnya menantikan jawaban dengan gelisah sebelum dijelaskan dan diajak mengetahui hakikat malam tersebut. Allah berfirman: “Malam Al-Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (Surah Al-Qadar: 3). Ini berarti ibadah di dalamnya setara dengan ibadah selama seribu bulan tanpa malam Al-Qadr.

Turunnya Para Malaikat

Allah menyifati Lailatul Qadar dengan berbagai sifat, dan berikut penjelasannya. Allah berfirman: “Malaikat dan Ruh (Jibril) turun di dalamnya dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Surah Al-Qadr: 4). Untuk menjelaskan ayat ini, terdapat beberapa makna di dalamnya:

  1. Malaikat turun ke bumi untuk memberikan salam kepada orang-orang yang beriman pada hari itu.
  2. Malaikat turun dengan izin Allah, sesuai dengan ketentuan dan takdir-Nya. Mereka turun untuk urusan-urusan yang terjadi dalam setahun penuh, seperti rezeki, ajal, dan lain-lain.
  3. Malaikat turun dan bergerak di sekitar untuk memberikan salam kepada orang-orang yang beriman, sehingga malam tersebut penuh dengan kedamaian.
  4. Allah swt. hanya menetapkan kedamaian dan kebaikan pada malam itu, sementara pada malam-malam yang lain, baik dan buruk ditentukan.
  5. Imam Ibn ‘Ashur menambahkan makna yang halus, yaitu: “Jadikanlah malam tersebut damai di antara kalian; tanpa pertengkaran dan perselisihan.” Hal ini diperkuat oleh apa yang terdapat dalam hadis sahih. “Aku hendak memberi tahu kalian tentang malam Al-Qadar. Namun dua orang bertengkar, maka (informasi tentangnya) dinaikkan. Mungkin itu lebih baik bagimu, carilah pada malam ke-21, ke-23, dan ke-25.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengenal Surah Al-Qadr

Surah Al-Qadr adalah surah Makkiyah yang terdiri dari lima ayat, dengan jumlah kata 30, dan huruf-hurufnya berjumlah 112. Adapun sebab turunnya surah ini, terdapat hadis-hadis yang semuanya dhaif (lemah).

Ini adalah surah yang tinggi nilainya karena berbicara tentang salah satu malam dalam bulan Ramadan. Bulan yang merupakan malam teragung dalam setahun, dan dalam malam yang diberkahi ini Al-Quran mulia diturunkan.

Jibril turun dari Baitul ‘Izzah ke Lauhul Mahfuz. Pada malam tersebut malaikat turun, memberi salam kepada manusia, dan menyebarkan kedamaian di antara mereka. Orang yang beribadah pada malam ini mendapatkan pahala ibadah seribu bulan. SahabatQu, semoga kita semua bisa mendapatkan malam penuh kemuliaan ini. Amin.

Leave a Comment