Menelusuri Jejak Gemilang Dinasti Umayyah

Kasih bintang post

GenQu Media—Setelah era khulafaur rasyidin, muncullah Dinasti Umayyah. Dinasti ini telah menorehkan jejak gemilang dalam sejarah peradaban Islam dan kaum muslim.

Dalam Dinasti Umayyah: Kajian Sejarah dan Kemajuannya, Dr. Fuji Rahmadi P, MA. menuturkan bagaimana masa pemerintahan dinasti yang berlangsung selama 91 tahun dengan 14 khalifah ini mampu mengukir prestasi yang luar biasa, terutama dalam bidang administratif.

Namun, tak hanya di bidang administrasi, masa ini juga membawa dampak besar pada pendidikan dan kekayaan budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kemajuan di Bidang Administrasi

Pada era Dinasti Umayyah, sejarah mencatat langkah-langkah monumental dalam pengaturan administrasi yang berperan penting dalam keberlangsungan pemerintahan. Lembaga-lembaga administratif yang terbentuk memberikan dukungan tak ternilai bagi stabilitas dinasti.

Di antara pencapaian penting adalah pemisahan kekuasaan yang jelas, pembagian wilayah yang terorganisir, struktur administrasi pemerintahan yang efektif. Pada masa ini organisasi keuangan teratur dan sistematis, serta tatanan pemerintahan yang rapi. Kemajuan ini mencerminkan komitmen dinasti ini dalam menghadirkan pemerintahan yang kuat, stabil dan unggul.

Dedikasi di Bidang Pendidikan dan Sosial

Dinasti Umayyah tak hanya diingat karena pencapaian administratifnya, tetapi juga karena peran pentingnya dalam memajukan dunia pendidikan. Melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, dinasti ini mendorong ilmuwan, seniman, dan ulama untuk berkembang dan menyebarkan ilmu pengetahuan.

Di era ini terjadi pertumbuhan signifikan dalam berbagai bidang ilmu, seperti studi agama, eksplorasi sejarah dan geografi, analisis bahasa, serta perkembangan filsafat.

Dinasti ini memberikan perhatian khusus pada isu-isu sosial. Langkah-langkah seperti pendirian sekolah kedokteran oleh Khalifah Al-Walid, serta perlindungan terhadap penderita kusta, menggambarkan perhatian yang mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat. Jaminan bagi anak-anak yatim dan yang terlantar juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan keadilan sosial.

OpiniQu: Patung Soekarno, Urgenkah?

Jejak Peradaban

Di luar berbagai pencapaian presitisius yang telah diuraikan sebelumnya, Dinasti Umayyah juga memberikan sumbangan berharga dalam bidang seni, sastra, seni rupa, dan arsitektur. Warisan budaya ini mengintegrasikan pengaruh beragam budaya dan melahirkan kemegahan seni Islam yang dikenal hingga saat ini.

R. Taufiqurrochman dalam Arsitektur dan Seni Islam: Persentuhan dari Ragam Entitas Budaya, menguraikan bagaimana Dinasti Umayyah yang awalnya lebih mengarah pada pengembangan wilayah, akhirnya mengilhami kemegahan dalam seni, arsitektur, dan musik. Meskipun awalnya tidak muncul sebagai unsur kunci dalam identitas dinasti, perkembangan selanjutnya menunjukkan betapa pentingnya ketiganya dalam membentuk ciri khas dan kebesaran zaman itu.

Seni Rupa

Seni rupa yang berkembang di masa ini, seperti seni ukir dan seni pahat, mulai mengadopsi unsur-unsur Arab, termasuk khat Arab sebagai motif utama. Ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis Nabi, dan syair terpahat dalam dinding bangunan seperti masjid, istana, dan gedung pemerintahan. Bahkan jejak seni ukir ini masih dapat kita saksikan pada dinding Qushair Amrah, istana musim panas yang dibangun oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik, terletak di sisi timur Laut Mati.

StoryQu: Romantis! Kisah Cinta dalam Diam Ali dan Fatimah

Seni Arsitektur

Dinasti Umayyah
sumber: canva

Era Dinasti Umayyah dikenal karena pembangunan berbagai bangunan ikonik yang mencerminkan keagungan dan ciri khas mereka. Tujuh bangunan utama bermunculan pada masa bani Umayyah, termasuklah Qubbah al-Sakhrah (kubah batu), istana Musyatta, Qushair Amrah, istana Khirbat al-Mafjar, istana Qasr al-Hair al-Syarqi, istana Qasr al-Hair al-Gharbi, dan tidak ketinggalan, masjid Umayyah.

Pola arsitektur yang diadopsi dinasti ini terlihat di Damaskus, al-Wasit, Mushatta, dan Baghdad, sebanding dengan pola arsitektur Hellenistik yang pernah dikenal di istana kaisar Roma, Bizantium, dan Sasania.

Dekorasi yang ada membawa kehidupan dalam setiap sentuhan. Lukisan-lukisan menggambarkan perburuan, kebun yang rimbun, binatang eksotis, perjamuan yang mewah, pesta meriah, dan bahkan tarian indah para wanita. Ruang utama berkubah menjadi kanvas penyatuan kosmos yang mencerminkan keagungan khalifah. Khalifah dianggap sebagai sosok agung, pemerintahannya universal, dan istananya menggambarkan keindahan surga.

Dinasti Umayyah membawa kesenian ke masyarakat. Era pemerintahan Abdul Malik dikenang dengan pembangunan Masjid Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem. Motif ornamen yang digunakan menggabungkan seni dekorasi Bizantium dan Persia yang mencerminkan suci dan kekuasaan. Namun, Islam menghadirkannya dalam bentuk yang mencerminkan kedaulatan Islam.

Masjid Umayyah di Damaskus mencerminkan nuansa yang berbeda. Dibangun dengan inspirasi dari motif Romawi klasik, Hellenistik, dan Kristen, masjid ini menjadi titik pertemuan yang menciptakan identitas baru dalam arsitektur muslim. Penggunaan seni mosaik dalam dekorasi semakin menambah keunikan dan keindahan dari tempat ibadah ini.

Muslim Hack: Inilah Panduan Praktis Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah

Vokal, Musik, dan Pentas

Seni suara juga menemukan tempatnya di tengah kegemilangan Dinasti Umayyah. Era ini menyaksikan lahirnya seni tilawah, qashidah, dan musik yang memainkan irama cinta. Musik percintaan ini tumbuh dari Mekah dan Medinah, dan ketika upaya untuk mengembalikan pusat politik ke Madinah gagal, kaum muda beralih ke dunia sastra dan seni.

Seni pentas menjadi jantung ungkapan budaya di kalangan istana. Istana khalifah bukan hanya tempat pemerintahan, tetapi juga panggung drama kerajaan. Dinasti ini telah membuktikan bahwa seni, arsitektur, dan bahkan musik menjadi pijakan penting dalam membentuk identitas dan warisan sebuah peradaban. Keberagaman unsur-unsur ini menghasilkan puncak pencapaian gemilang peradaban Islam di masa itu.

Demikian jejak gemilang Dinasti Ummayyah. Dengan segala keunggulan dan juga terlepas dari kekurangannya, semoga SahabatQu bisa mengambil ibrah dan menjadi inspirasi untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan kembali keagungan dan kemegahan Islam di pentas sejarah dunia.

Leave a Comment