Bertumpu pada Peran Keluarga, Mampukah Jadi Negara Maju?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Menjadi negara maju pastilah keinginan setiap negara di dunia. Karena, negara maju identik dengan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara. Bukan hanya itu, masyarakat di sebuah negara yang maju umumnya memiliki pendapatan yang tinggi, karena negara memfasilitasinya.

Namun, akankah Indonesia mampu menjadi negara maju? Dengan kondisi saat ini yang berbagai kebijakan pemerintah justru semakin menyulitkan kehidupan masyarakat. Di setiap tahunnya justru biaya hidup semakin mahal. Kemudian baru-baru ini, peran keluarga disebut-sebut jadi fondasi negara maju. Benarkah demikian?

Diduga Gagal Jadi Negara Maju

Alih-alih ingin menjadi negara maju, justru negara Indonesia diramal akan gagal menjadi negara maju. Seperti dilansir cnbcindonesia.com pada tanggal 28 Oktober 2023, pukul 09:30 WIB, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyebut bahwa negara Indonesia berpotensi gagal menjadi negara maju pada tahun 2045. Jika tingkat perekonomiannya hanya berada di 5% tanpa ada pertumbuhan.

Hal tersebut diungkapkan dalam White Paper yang bertajuk Dari LPEM Bagi Indoesia: Agenda Ekonomi dan Masyarakat 2024-2029. Terungkaplah bahwa Indonesia belum memenuhi syarat cukup dan syarat perlu untuk berubah menjadi negara maju yang berpendapatan tinggi, seperti China, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan lainnya.

LPEM FEB UI juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indoesia termasuk stagnan dan tidak pernah jauh dari level kisaran 5%. Bahkan, pertumbuhan kredit per tahun pun tidak pernah tembus 15%. Rasio pajak pada PDB tidak pernah melampaui 11%, bahkan hanya 9,9% satu dekade terakhir. Hingga kontribusi industri terhadap PDB yang terus menurun hingga kini di level 18% dengan kemiskinan ekstrem di level 1,7%.

Gagal Menjadi Negara Maju, Kenapa?

Menjadi negara maju bagi tanah air saat ini, rasanya seperti menggambar di atas air. Kondisi negara saat ini yang semakin menurun dalam berbagai hal. Hal ini tidak lain karena penerapan sistem kapitalisme yang menjadi peran utama terhalangnya tanah air ini untuk menjadi negara maju.

Karena sistem inilah, ekonomi negara justru setiap tahunnya menurun. Pemerintah selalu menaikkan harga BBM dan bahan pokok lainnya. Masyarakat justru semakin susah. Sementara pendapatan masyarakat jarang mengalami kenaikan, bahkan lapangan pekerjaan semakin sempit bagi sebagian besar orang. Tak hanya itu, bahkan tak sedikit para pekerja yang mendapatkan upah tak layak.

Penerapan sistem kaptalisme ini hanya akan membuat negara semakin terjajah oleh para kapitalis (sang pemilik modal). Sehingga membuat negara menjadi bergantung pada negara lain. Karena, sistem ini membuka peluang besar para kapitalis untuk berinvestasi. Sehingga, sumber daya alam yang ada akan terus dikeruk oleh para kapitalis.

Bahaya Kapitalisme

Hal tersebut membuat sektor ekonomi negara semakin rapuh, kelaparan dan kemiskinan merajalela. PHK sudah menjadi hal biasa, padahal menyengsarakan para karyawan. Hingga membuat tingkat kriminalitas semakin tinggi akibat dari ketidaksejahteraan hidup masyarakat.

Bukan hanya itu, dari segi sumber daya manusianya pun, sistem ini justru melahirkan sebagian generasi yang lemah dan berpikir rendah. Terbukti dengan kerapuhan mental yang kini ramai di kalangan para pemuda. Hingga memunculkan budaya fomo, flexing, literasi yang rendah, dan lainnya. Bahkan muncul narasi yang tidak masuk akal bahwa “keluarga menjadi fondasi negara maju”.

Ini tidak sesuai dengan fungsi atau peran keluarga yang tugasnya mencetak generasi-generasi untuk peradaban. Sementara tugas untuk menjadikan suatu negara maju adalah negara itu sendiri dengan pemerintah dan jajarannya. Karena itu merupakan salah satu kewajiban negara.

Namun, jika negara tetap berpegang teguh pada sistem kapitalisme yang menguntungkan para kapitalis, menjadi negara maju akan sangat sulitb digapai. Karena, negara tidak akan memiliki visi ideologis dan kecenderungan abai terhadap kewajiban-kewajiban negara. Hingga akhirnya munculah narasi bahwa tanggungjawab untuk menjadi negara maju dilimpahkan pada keluarga.

Islam Menjadikan Negara Maju

Berabad-abad yang lalu, ketika Islam dijadikan sebuah sistem dan ideologi dalam suatu negara yang disebut Daulah Khilafah Islam mampu menjadi negara yang maju. Bahkan, bukan sekedar maju, tapi menjadi negara adidaya.

Sekitar 1300 tahun lamanya, Islam menjadikan Daulah Khilafah menjadi negara adidaya, yang dominann dengan kemampuan yang luas dalam memberikan pengaruh pada dunia. Mampu memproyeksikan kekuasaan dalam skala global (mendunia). Sehingga, dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjadi negara adidaya, diperlukan beberapa tahapan atau langkah. Pertama, kekuasaan dipimpinoleh orang-orang yang beriman dan bertakwa. Kedua, pengaturan politik yang sesuai syariat Islam. Dan Ketiga, melakukan aktivitas politik luar negeri dengan dakwah dan jihad.

Jadi, negara maju tidak bisa bertumpu pada peran keluarga. Itu hanya dapat diraih dengan penerapan Islam secara kaffah. Maka, untuk menjadi negara adidaya hanya bisa diwujudkan ketika Islam dijadikan sebuah ideologi oleh institusi atau negara. Wallahu’alam.

2 thoughts on “Bertumpu pada Peran Keluarga, Mampukah Jadi Negara Maju?”

  1. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    Reply

Leave a Comment