7 Fakta Nyeleneh Pondok Pesantren Al-Zaytun

Kasih bintang post


GenQu Media—Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menjadi tempat bagi para santri untuk mendalami agama Islam. Idealnya pondok pesantren menjadi tempat yang terbaik untuk menyemai generasi muslim terbaik. Lulusan dari pesantren kelak menjadi ulama para pewaris dan pemimpin terbaik untuk negeri ini.

Namun, ternyata tidak semua pondok pesantren dijamin aman dan sejalan dengan ajaran Rasulullah saw. Ternyata ada fakta unik tentang pondok pesantren nyeleneh lho. SahabatQu, pernah mendengar Pondok Pesantren Al-Zaytun?

Pondok pesantren yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini berlokasi di Indramayu. Berdasarkan situs resminya, Pondok Pesantren Al-Zaytun berdiri sejak tahun 1996 dan diresmikan oleh mendiang Prof.Dr.Ing. B.J. Habibie yang pada saat itu menjabat sebagai presiden RI.
Masyarakat indonesia digegerkan dengan pemberitaan tentang Pondok Pesantren Al-Zaytun yang nyeleneh. Apa saja kontroversi alias kenyelenehan pesantren ini?

Berikut ini, GenQu Media beberkan 7 fakta nyeleneh Pondok Pesantren Al-Zaytun:

Al-Quran Bukan Kalamullah

Dalam sebuah rekaman video Panji Gumilang menyatakan bahwa Al-Quran adalah perkataan Nabi Muhammad bukan kalam Allah.

“Nabi Muhammad sudah men-declare, lâa raiba fîh, bukan kalam Allah. Kalam Nabi Muhammad yang didapat daripada wahyu. Kalau Allah berbahasa Arab susah nanti bertemu dengan orang Indramayu,” ungkapnya dalam video tersebut.

Wanita Boleh Menjadi Imam dan Khatib

Pemahaman ini mengingatkan kita pada tokoh Amina Wadud yang membolehkan muslimah menjadi imam shalat. Dalam acara Kick Andy, Andy F. Noya mengajukan kepada Panji Gumilang, “Bagaimana kalau shalat itu dipimpin oleh seorang wanita, sebagai khatib dan imam shalat?” Panji Gumilang merespon, “Saya yakin bisa.”

Meskipun hal tersebut, katanya, baru berupa gagasan, tetapi akan dilaksanakan meskipun ditentang karena menurutnya hal itu merupakan hak asasi.

Shaf Bercampur dalam Shalat Idul Fitri

Pada Idul Fitri tahun 1444 H, Ponpes Al-Zaytun menjadi sorotan masyarakat karena video viral mengenai pelaksanaan Salat Id di ponpes ini.

Isu yang menimbulkan perdebatan adalah penyatuan shaf antara perempuan dan laki-laki dalam Salat Id tersebut. Dalam Islam, shalat berjamah dipisah antara laki-laki dan perempuan. Ketentuannya jamaah laki-laki di shaf depan. Sedangkan jamaah perempuan di shaf belakang agar tidak terjadi ikhtilat. Namun demikian, polemik dalam bercampurnya shaf ini berada dalam wilayah khilafiyah. Beberapa ulama madzhab menghukuminya makruh.

Artikel FYI: 10 Fakta Unik Tentang Mukjizat Al-Qur’an

Berniat Dirikan Ponpes Kristen

Panji Gumilang pernah mengumumkan maksudnya untuk mendirikan pondok pesantren khusus bagi umat Kristen. Wah kok bisa ya?

Tidak hanya itu, juga disebutkan bahwa ia berencana membangun sebuah gereja di dalam kompleks Pondok Pesantren Al-Zaytun yang terletak di Kabupaten Indramayu. Bagaimana menurut pendapat SahabatQu, nyeleneh nggak sih?

Padahal ponpes itu sudah identik dengan Islam dan kaum Muslim, masa iya ada ponpes Kristen, Buddha, Hindu, dan lainnya. Lantas bagaimanakah keyakinan orang yang punya ide nyeleneh macam begitu?

Artikel FYP: Lagi! Pernikahan Beda Agama Dikabulkan, Kenapa?

Dosa Zina Ditebus Uang

Pondok Pesantren Al-Zaytun juga pernah menjadi perhatian masyarakat karena dugaan penerapan ajaran agama yang kontroversial, yaitu mengizinkan penebusan dosa zina dengan uang.
Hal ini diungkapkan oleh Ken Setiawan, seorang mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII), dalam sebuah video di saluran YouTube milik Herri Pras.
Dengan jujur, Ken menyatakan bahwa ponpes tersebut melarang santrinya untuk pacaran dan berzina. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki uang, karena dosa yang timbul akibat perbuatan zina dapat ditebus dengan sejumlah uang.
Padahal, dalam syariat Islam zina termasuk kategori dosa besar yang tidak bisa ditebus dengan uang, melainkan dijilid (dicambuk) 100 kali jika pelakunya masih lajang dan dirajam jika pelakukanya sudah menikah.

Mengajak untuk Menyanyikan Lagu Yahudi

Fakta nyeleneh Pondok Pesantren Al-Zaytun berikutnya adalah ajakan untuk menyanyikan lagu Yahudi. Video Panji Gumilang tersebar di media sosial ketika ia sedang memperkenalkan ucapan salam ala Yahudi.

Dalam video tersebut, ia juga mengajak para santri dan tamunya untuk mengucapkan salam kepada umat Kristen.

Menurutnya, ucapan salam tidak hanya terbatas pada “Assalamualaikum”, tapi bisa dengan kalimat “Havenu Shalom Aleichem”. Ia juga menyatakan bahwa salam dapat diberikan melalui nyanyian. Padahal, dalam Islam aturanya sudah jelas dalam Surah Al-Kafirun, lakum diinukumm waliyadiin, untukmu agamamu, dan untukku agamaku. Artinya, urusan keyakinan itu masing-masing saja, tidak dicampur-campur dengan dalih toleransi atau apa pun.

Artikel StoryQu: Memungut Kepingan Ibrah dari Kisah Legendaris Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

Azan yang Nyeleneh

Beredar juga video yang menunjukkan kenyelenehan santri Pondok Pesantren Al-Zaytun saat mengumandangkan azan. Video tersebut menampilkan santri mengumandangkan azan selalu melakukan gerakan tangan yang unik. Selain itu, azan juga diucapkan dengan menghadap para santri, bukan menghadap kiblat.

Padahal, dalam ajaran Islam azan merupakan panggilan untuk shalat yang ketentuannya dilakukan dengan menghadap kiblat sebagaimana muslim menunaikan shalat.

SahabatQu, itulah 5 fakta nyeleneh Pondok Pesantren Al-Zaytun. Setelah mengetahui fakta-fakta tersebut bagaimanakah pendapatmu? Apakah kamu berminat untuk mendaftarkan diri menjadi santrinya? Alangkah baiknya dipikir dulu ya. Masih banyak kok pesantren modern yang kualitasnya sangat baik dan dijamin bisa menempamu menjadi ulama dan calon pemimpin bangsa.

Leave a Comment