Keutamaan dan Manfaat Membaca Surah Al-Anfal

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Al-Anfal adalah surah kedelapan dalam urutan surah dalam Al-Qur’an yang mulia, terletak pada juz kesepuluh. Surah ini termasuk surah Madaniyah, kecuali ayat dari 30 sampai 36 yang merupakan ayat-ayat Makiyah. Simak penjelasan selengkapnya mengenai surah ini sebagaimana GenQu Media lansir dari sotor.com.

Termasuk Al-Matsani

Surah Al-Anfal termasuk dalam kategori surah al-Matsani (surah yang jumlah ayatnya kurang dari 100 ayat). Jumlah ayat surah ini ada 75 ayat. Surah ini turun setelah Surah Al-Baqarah. Surah ini dimulai dengan kata kerja dalam bentuk sekarang (Fi’il Mudhari’).

Allah berfirman di awal surah ini:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” (QS. Al-Anfāl [8]: 1)

Asbabun Nuzul

Alasan turunnya Surah Al-Anfal dalam Shahih Imam Bukhari. Abdulllah bin Abbas ra. berkata: “Ketika turun ayat: Jika di antara kamu ada dua puluh orang yang sabar, mereka akan mengalahkan dua ratus orang, hal itu memberatkan kaum Muslim, saat itu ditetapkan bahwa tidak seorang pun dari sepuluh orang boleh lari, lalu datanglah kemudahan. Dia berfirman: Sekarang Allah telah meringankan dari kamu dan Dia tahu bahwa ada kelemahan di antara kamu. Jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, mereka akan mengalahkan dua ratus orang.

Abdullah bin Abbas berkata: “Ketika Allah meringankan mereka dari jumlah, kesabaran mereka berkurang sejauh apa yang telah diringankan dari mereka.” Dan Abdullah bin Abbas ra. berkata: “Ketika Nabi saw. berunding tentang bertemu dengan musuh, Sa’ad bin Ubadah berkata apa yang dia katakan pada hari Badar, beliau memerintahkan orang-orang untuk bersiap bertempur, dan memerintahkan mereka dengan rasa tidak suka dari kaum beriman, maka Allah menurunkan: Sebagaimana Tuhanmu membawamu keluar dari rumahmu dengan benar, sementara sekelompok orang beriman sangat tidak suka. Mereka berdebat denganmu tentang kebenaran setelah menjadi jelas, seakan-akan mereka didorong ke arah kematian sambil mereka melihat.”

Tujuan Surah

Tujuan Surah Al-Anfal beragam, mengingat panjangnya surat ini. Surat ini termasuk dalam golongan tujuh surat panjang dalam Al-Qur’an.

Hukum Tentang Rampasan Perang

Surat ini dimulai dengan pembahasan tentang “anfal”, yang berarti rampasan perang. Para sahabat yang mulia bertanya tentang rampasan perang dan bagaimana cara membaginya. Maka, ayat-ayat pertama dari Surat Al-Anfal menjelaskan bagaimana pembagian rampasan perang di antara kaum Muslim.

Allah berfirman: “Mereka menanyakan kepadamu tentang anfal. Katakanlah, ‘Anfal itu milik Allah dan Rasul. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah yang ada di antara kalian, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya jika kalian adalah orang-orang yang beriman.’

Perang Badar

Kemudian pembahasan dalam Surah Al-Anfal beralih kepada peristiwa Perang Badar. Saat itu, kaum Muslim berhasil mengalahkan orang-orang kafir, dan ayat ini menggambarkan orang-orang musyrik sebagai binatang ternak yang tidak mendengar dan tidak mengerti karena keengganan dan kekafiran mereka.

Allah berfirman: “Sesungguhnya yang terburuk di antara makhluk di sisi Allah adalah yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal. Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia akan membuat mereka mendenga. Namun jika Dia membuat mereka mendengar, mereka akan tetap berpaling sambil mengabaikan.”

Taat Allah dan Rasul-Nya

Salah satu tujuan utama Surat Al-Anfal adalah ayat-ayatnya yang mengarahkan umat Islam untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah panggilan Allah dan Rasul, ketika Rasul memanggil kalian ke dalam apa yang memberi kehidupan kepada kalian. Ketahuilah bahwa Allah berada antara manusia dengan hatinya. kalian akan dikumpulkan kepada-Nya.” Selanjutnya, ayat-ayat tersebut kembali membahas tentang rampasan perang dan menguraikan secara terperinci cara pembagiannya. Ayat-ayat ini juga merangkum peristiwa penting dalam Perang Badar dan mengingatkan umat Islam tentang pentingnya berinfak di jalan Allah. Ayat-ayat surat ini juga menghubungkan antara perang dan perdamaian, memerintahkan untuk berperang dan mempersiapkan perlengkapannya. Surah ini juga memerintahkan untuk membuat perdamaian jika itu menjamin kehormatan dan kemuliaan umat Islam. Karena perang adalah jalannya jika perdamaian berarti kehinaan.

Kemudian ayat-ayat ini memfokuskan pada hukum tawanan dalam Islam. Lalu berakhir dengan ajakan kepada umat Islam untuk saling menjaga satu sama lain dalam persaudaraan. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang beriman kemudian, dan berhijrah serta berjuang bersama kalian, mereka itu adalah bagian dari kalian. Dan orang-orang yang terkait oleh rahim, beberapa dari mereka lebih berhak atas yang lain dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Nama Lain Surah Ini

Surat ini dikenal sejak zaman Rasulullah saw. sebagai Surat Al-Anfal karena membahas secara mendetail hukum tentang rampasan dan cara pembagiannya. Surat ini jua disebut sebagai Surat Badar, sebagaimana dikatakan oleh Sa’id bin Jubair: “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas tentang Surat At-Taubah, dia berkata, At-Taubah? Itu adalah surat yang Memalukan. Terus menerus turun ayat, satu demi satu. Sampai mereka mengira tidak akan ada lagi dari kami yang tidak disebutkan di dalamnya. Saya bertanya, ‘Surat Al-Anfal?’ Dia berkata, ‘Itu adalah Surat Badar.’ Saya bertanya, ‘Lalu, Al-Hashr?’ Dia berkata, ‘Itu turun tentang Bani Nadir.’ Surat ini juga disebut sebagai Surat Jihad. Allah Maha Mengetahui.”

Al-Anfal dalam Hadis

“Beberapa hadis yang berbicara tentang Surah Al-Anfal telah dikemukakan di penghujung pembahasan tujuan-tujuan dan alasan turunnya Surah Al-Anfal serta nama-namanya. Surah Al-Anfal disebut dalam beberapa hadis dalam Sunah Nabi, di mana sebagian di antaranya dianggap sahih dan sebagian lainnya hasan. Tak diragukan lagi, penyebutan Surah Al-Anfal dalam Sunnah adalah bukti keutamaan dan pentingnya surah ini. Rincian tentang keutamaan dan pentingnya ini jelas dalam teks setiap hadis yang disebutkan. Berikut adalah beberapa hadis yang menyebutkan Surah Al-Anfal:

Hadis dari Ubadah bin Samit

Ubaidah bin Samit ra. ditanya tentang Surah Al-Anfal, dan ia menjawab: “Surah ini diturunkan kepada kami, para sahabat Badar, ketika kami berselisih mengenai harta rampasan dan akhlak kami menjadi buruk. Kemudian Allah menarik harta rampasan itu dari tangan kami dan memberikannya kepada Rasulullah saw yang kemudian membagikannya di antara kami secara adil.”

Ubaidah bin Samit ra. juga berkata: “Kami pergi bersama Nabi dan saya turut serta dalam Perang Badar. Orang-orang bertemu dalam pertempuran dan Allah mengalahkan musuh. Sebagian dari kami mengejar musuh yang lari dan membunuh mereka, sementara sebagian lainnya berkumpul di sekitar harta rampasan untuk mengumpulkan dan mengamankannya. Ada pula yang bertugas melindungi Rasulullah agar musuh tidak mendapatkan kesempatan untuk menyerangnya. Ketika malam tiba dan orang-orang berkumpul kembali, mereka yang mengumpulkan harta rampasan berkata bahwa mereka yang mengamankan harta itu tidak berhak atasnya, sementara mereka yang mengejar musuh berkata bahwa mereka lebih berhak karena telah mengusir dan mengalahkan musuh. Kemudian Allah menurunkan ayat: ‘Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang. Katakanlah bahwa harta rampasan perang itu adalah untuk Allah dan Rasul.’

Hadis dari Sa’ad bin Abi Waqqash

Sa’ad bin Abi Waqqas ra. berkata: ‘Ya Rasulullah, Allah telah menyembuhkan saya dari kaum musyrikin. Izinkan saya mengambil pedang ini.’ Rasulullah menjawab, ‘Pedang ini bukan milikmu dan juga bukan milikku, letakkanlah.’ Saat saya meletakkan pedang itu dan beranjak pergi, saya berharap pedang itu diberikan kepada orang yang tidak mengalami cobaan seperti saya. Tiba-tiba ada orang yang memanggil saya dari belakang dan berkata bahwa sesuatu telah diturunkan tentang saya. Saya telah meminta pedang itu dan bukan miliknya. Tapi kini telah diberikan kepadanya. Dan sekarang itu adalah milikmu.’ Dan ayat ini turun: ‘Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang. Katakanlah bahwa harta rampasan perang itu adalah untuk Allah dan Rasul.'”

Keutamaan Surah Al-Anfal

Berkaitan dengan keutamaan Surah Al-Anfal, terdapat dua hadits yang disampaikan tetapi keduanya tidak sah sebagai riwayat dari Rasulullah ﷺ. Kedua hadits ini dicatat oleh Imam Al-Firuzabadi dalam bukunya, “Basa’ir Dhawi al-Tamyiz fi Lata’if al-Kitab al-Aziz”. Hadits-hadits tersebut adalah:

  1. Dari Rasulullah ﷺ, beliau berkata: “Barang siapa yang membaca Surah Al-Anfal secara ganjil (witr), maka aku akan menjadi syafaat baginya, dan menjadi saksi pada hari kiamat bahwa dia bebas dari kemunafikan. Dia akan diberi pahala sejumlah sepuluh kebaikan untuk setiap orang munafik di dunia, sepuluh kesalahan akan dihapus darinya, sepuluh derajat akan ditingkatkan baginya, dan ‘Arsh beserta para pembawanya akan memberi salawat kepadanya selama hidupnya di dunia.”
  2. Dari Rasulullah ﷺ, beliau berkata kepada Ali: “Wahai Ali, barang siapa yang membaca Surah Al-Anfal, Allah akan memberinya pahala seperti pahala orang yang berpuasa dan shalat (Tahajud).”

Keutamaan Spiritual Surah Al-Anfal dalam Perang

Surah Al-Anfal dibacakan dalam situasi perang untuk memotivasi tentara menjalankan jihad di jalan Allah, menginspirasi semangat juang, dan memberikan ketenangan kepada mereka. Hal ini berdasarkan apa yang dilaporkan dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau sering menguatkan moral pasukan Muslim dengan membacakannya. Surah ini juga dikenal sebagai Surah Jihad karena alasan tersebut, dan para sahabat Nabi ﷺ telah mengikuti sunnah ini dengan membaca Surah Al-Anfal di medan perang, yang membawa dampak iman dan semangat yang besar di antara barisan tentara Islam, seperti yang dilakukan oleh Sa’ad bin Abi Waqqas dan pasukannya pada hari Qadisiyyah.

Dampak Positif Surah Al-Anfal terhadap Kehidupan Muslim

Surah Al-Anfal memiliki berbagai keutamaan yang dapat diterapkan oleh seorang Muslim dalam kehidupannya, antara lain:

  1. Kesadaran bahwa, sebanyak apapun seorang Muslim merencanakan urusannya dalam apa yang dia anggap baik, tidak ada kebaikan kecuali apa yang Allah swt. tetapkan untuk hamba-Nya.
  2. Kesadaran bahwa Al-Qur’an adalah konstitusi bagi seorang Muslim dalam segala urusan kehidupannya, baik itu kecil atau besar, sehingga dia berusaha menerapkannya dalam segala aspek kehidupan.
  3. Kesadaran bahwa bertawakal kepada Allah harus diikuti dengan mengambil langkah praktis, dan jika tidak, itu dianggap sebagai bentuk ketidakberdayaan yang dicela.
  4. Kesadaran bahwa perselisihan di antara umat Islam adalah penyebab kuat yang memungkinkan musuh menguasai masyarakat Muslim, dan ini sangat relevan dalam kondisi perang, sehingga pemimpin Muslim harus mendorong persatuan dan alasan-alasan untuk itu, baik dalam keadaan damai maupun perang.
  5. Kesadaran bahwa kerendahan hati hati saat membaca Al-Qur’an adalah salah satu tanda keimanan, sehingga seorang Muslim harus berusaha membersihkan hatinya dari hal-hal yang mengganggu agar bisa konsentrasi penuh saat membaca Al-Qur’an.
  6. Kesadaran bahwa infak yang dianjurkan oleh Allah Taala mencakup semua aspek rezeki yang diberikan oleh-Nya, baik yang materi seperti zakat dari hasil panen dan buah-buahan, maupun yang spiritual seperti pengorbanan diri di jalan Allah Taala.

Leave a Comment