Keutamaan dan Manfaat Membaca Surah Al-Ma’idah

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Membicarakan al-Quran tidak akan pernah ada habisnya. Mukjizat Nabi MUhammad saw. terbesar sepanjang masa ini menjadi panduan bagi umat manusia agar selamat dunia dan akhirat.

Nah, SahabatQu, kali ini kita akan menggali lebih jauh keutamaan dan manfaat Surah Al-Ma’idah. Yuk simak penjelasan selengkapnya sebagimana GenQu Media lansir dari Fekera.com.

Tentang Surah Al-Ma’idah

Surah Al-Ma’idah termasuk salah satu dari tujuh surah yang terpanjang (as-sab’ut thiwal) dalam Al-Qur’an. Surat ini termasuk surat madaniyah (diturunkan di Madinah) dengan jumlah ayat sebanyak 120 ayat. Dalam mushaf Al-Qu’ran, surah ini berada pada urutan kelima. Surah ini diturunkan setelah Surat Al-Fath dan dianggap sebagai salah satu surat terakhir yang diturunkan dalam kitab Allah Taala.

Surat ini ditandai dengan dimulainya dengan gaya panggilan dari Tuhan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah perjanjian-perjanjian itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan diterangkan kepadamu.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 1). Surat ini terletak di juz keenam dan berlanjut hingga juz ketujuh.

Keutamaan Membaca Surah Al-Ma’idah

Surah Al-Ma’idah memiliki keistimewaan. Mukmin yang shaleh adalah yang selalu berusaha untuk membacanya secara rutin. Sebab itu, surah ini menjadi salah satu surah yang membedakan pilihan orang-orang mukmin. Surah ini selalu mengajak untuk selalu setia dalam menjalankan perjanjian dan pada zaman Nabi. Mereka yang tidak membaca Surah Al-Ma’idah dianggap tidak menepati perjanjian.

Ada juga yang mengatakan bahwa siapa saja yang membaca Surah Al-Ma’idah pada hari Kamis, keimanan mereka tidak akan terkena kezaliman. Membaca surah tersebut memungkinkan seorang mukmin untuk mengetahui banyak larangan yang diharamkan oleh Allah Ta’ala sehingga mereka menjauhinya.

Dengan demikian, membaca Surah Al-Ma’idah adalah sarana untuk kembali kepada Allah dan bertaubat dari segala larangan yang mungkin diketahui manusia. Atau menghindarkan manusia dari larangan tersebut sejak awal.

Selain itu, dikatakan bahwa surah ini membawa rezeki dan kebaikan bagi siapa saja yang membacanya. Berdasarkan riwayat dalam surah tersebut ketika Nabi Isa as. berdoa kepada Allah untuk menurunkan hidangan kepada mereka. Maka Allah menurunkannya dengan kebaikan yang banyak.

Rahasia dan Manfaat Surah Al-Ma’idah

Surah Al-Ma'idah
sumber: Bing Image AI

Surah Al-Ma’idah menjadi salah satu surah yang membahas kehidupan Yahudi dan Nasrani. Dikatakan bahwa siapa saja yang membaca Surah Al-Ma’idah akan mendapatkan banyak pahala. Apakah pahalanya? Yaitu sepuluh kali lipat dari pahala orang Yahudi dan Nasrani, serta dihapuskan sepuluh dosa.

Selain itu, membaca surah ini juga akan meningkatkan derajat seseorang. Surah ini juga menyembuhkan banyak kerusakan yang disebabkan oleh sihir dan gangguan setan yang mungkin menimpa manusia.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Surah Al-Ma’idah mencakup banyak masalah tentang analisis, larangan, perintah, dan larangan dari Tuhannya kepada hamba-hamba-Nya. Ini adalah salah satu surah yang membahas banyak isu dan hukum. Surat ini memiliki posisi yang sangat tinggi dalam menangani masalah sosial. Tentu jika diterapkan akan sangat bermanfaat bagi umat Islam dalam kehidupan mereka. Membaca Surah Al-Ma’idah juga akan menyelamatkan pembacanya dari neraka. Surah ini termasuk salah satu surah yang menyelamatkan dari neraka dan menjauhkan siksaan di akhirat atau di dalam kubur.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Surah Al-Ma’idah

Jika memperhatikan lebih jauh, kita akan menemukan banyak pelajaran dan hikmah yang tidak boleh diabaikan dalam surah ini. Umat Islam harus dipertimbangkan dengan baik dan diambil manfaatnya. Surah ini dimulai dengan pelajaran penting bagi umat Islam tentang pentingnya memenuhi janji dan komitmen. Melanggar janji tersebut dianggap sebagai pengkhianatan yang akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah.

Janji-janji juga bisa dibuat dengan diri sendiri. Misal, berjanji kepada diri sendiri atau berjanji kepada Allah untuk tidak kembali kepada dosa yang dilakukan sebelumnya. Surah ini mengandung banyak kewajiban penting dalam kehidupan seorang muslim dan kehidupan manusia. Di antara kandungannya: mengatur kehidupan manusia, menetapkan batas-batas yang diperlukan, yang akan menyebarkan keamanan dan stabilitas di antara manusia.

Surah ini juga mendukung apa yang mencegah kerusuhan dalam kehidupan manusia. Kemudian mencegah ketidakstabilan dan memberikan kedamaian dan ketenangan batin. Selanjutnya dalam surat ini mengajak manusia untuk mematuhi dan memenuhi janji, serta menjauhi pengkhianatan.

Selain itu, surah ini juga memberikan pelajaran tentang etika dan respek. Surah ini menyeru kita untuk menjauhi segala sesuatu yang dapat menjauhkan manusia dari akal sehat dan kehidupannya. Seperti minuman keras dan segala sesuatu yang merugikan manusia dan sebagainya.

Refleksi Pendidikan dari Membaca Surah Al-Ma’idah

Surah ini merupakan disiplin bagi manusia dan mengajarkan banyak hal penting. Di antara ayat demi ayatnya, kita temui hikmah-hikmah baru yang perlu direnungkan dan diambil manfaatnya. Allah Ta’ala juga menetapkan banyak hal yang diharamkan dalam kehidupan seorang Muslim. Selain itu, kita bisa yakin akan kemampuan Allah untuk mewujudkan mukjizat. Misal, saat memenuhi keinginan para pengikut Isa as untuk menurunkan hidangan dari langit sebagai bukti kekuasaan-Nya.

Surah ini juga mengandung peringatan Tuhan tentang bahaya minuman keras dan judi. Kemudian bahaya dari segala yang diharamkan Allah dan memperkuat keyakinan akan ketuhanan Allah. Dalam surah ini disampaikan pula pengetahuan-Nya terhadap isi hati melalui dialog Nabi Isa as. dengan Allah. Beliau menolak dianggap sebagai Tuhan bersama dengan Allah. Beliau mengakui bahwa hanya Allah yang mengetahui isi hati dan merupakan Pengetahuan Yang Mahateliti.

SahabatQu, kita memohon kepada Allah agar senantiasa memberikan kekuatan kepada kita agar bisa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat serta syafaat dari surah Al-Mai’dah.

Leave a Comment