Keutamaan dan Manfaat Membaca Surah An-Nisa

5/5 - (2 votes)

GenQu Media—Surah An-Nisa merupakan surah keempat dalam urutan mushaf Al-Qur’an, mendahului Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan Ali Imran. Jumlah ayat dalam surah ini adalah 176 ayat, dan termasuk dalam kategori surah Madaniyah.

Bagaimanakah keutamaan dan manfaat membaca surah An-Nisa? Dilansir dari surahquran.com, SahabatQu simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Fakta Sejarah di Balik Surah An-Nisa

Surah An-Nisa dianggap sebagai surah Madaniyah terpanjang setelah Surah Al-Baqarah. An-Nisa mencakup ayat-ayat yang mengandung hukum-hukum tentang waris dan fardhu. Surah ini diturunkan setelah Surah Al-Mumtahanah. Surah ini dinyatakan sebagai surah Madaniyah berdasarkan riwayat Imam Bukhari dari Aisyah ra. yang menyatakan, “Tidaklah turun Surah Al-Baqarah dan An-Nisa kecuali aku berada di sisi Rasulullah saw.”

Para ulama sepakat bahwa Rasulullah saw. masuk ke rumah Aisyah setelah hijrah. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Surah An-Nisa turun di Madinah. Al-Alusi mengatakan, “Sebagian orang berpendapat bahwa surah ini Makkah. Ini didasarkan pada firman Allah: ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.’ Ayat ini turun di Mekkah berkaitan dengan kunci Ka’bah.

Namun, al-Suyuti menanggapinya dengan menyatakan bahwa pendapat tersebut tidak kuat. Sebab, turunnya satu atau beberapa ayat di Makkah tidak menjadikannya surah Makkiyah. Terutama jika mayoritas turun setelah hijrah yang menunjukkan karakteristik Madaniyah.

Jika seseorang membaca An-Nisa dari awal hingga akhir dengan penuh pemahaman, akan melihat dalam gaya dan topiknya ciri-ciri ayat Madaniyah. Surah ini kaya akan pembahasan hukum syari’ah, termasuk ibadah, transaksi, dan batasan-batasan. Surah ini juga membahas hubungan antarsesama muslim dan dengan nonmuslim, serta keadaan Ahlul Kitab dan orang munafik. Isu jihad dalam jalan Allah juga dibahas di sini, bersama dengan berbagai topik lain yang sering muncul dalam ayat Madaniyah.

Al-Qurtubi menyatakan, “Jika seseorang memahami hukum-hukumnya, maka jelas bahwa ini adalah surah Madaniyah tanpa keraguan.”

Surah An-Nisa dinamakan demikian karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak dibahas di dalamnya dibandingkan surah lain. Sering kali, surah ini disebut “Surah An-Nisa al-Kubra” (Surah An-Nisa yang Besar). Ini untuk membedakannya dari surah yang lain yang membahas sebagian aspek tentang wanita. Misalnya “Surah At-Talaq,” yang sering disebut “Surah An-Nisa as-Sughra” (Surah An-Nisa yang Kecil).

Keutamaan dan Manfaat Surah An-Nisa

Diantara hal-hal yang disebutkan mengenai keutamaan Surah An-Nisa adalah sebagai berikut:

Surat yang Membuat Rasulullah Berlinang Air Mata

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda, ketika beliau berada di atas mimbar, “Bacakanlah Al-Qur’an kepadaku.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku harus membacakan kepadamu padahal engkau yang menerima wahyu?” Beliau menjawab, “Aku ingin mendengarnya dari orang lain.” Lalu aku membacakan Surah An-Nisa hingga mencapai ayat,

“Bagaimana (keadaan) nanti, tatkala Kami mendatangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka? Pada hari itu orang-orang yang kafir dan durhaka kepada Rasul inginkan agar bumi dijadikan rata dengan mereka. Namun mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu dari perbuatan Allah.”

Pada saat itu, aku mengangkat kepala dan seorang laki-laki mengisyaratkan ke sampingku. Atau dalam riwayat lain: dengan tangannya. Aku mengangkat kepala, melihatnya, dan melihat air mata mengalir dari matanya.”

Termasuk As-Sab’ut Thiwal

Surah An-Nisa termasuk dari 7 surat panjang sebagaimana dikabarkan dalam hadis.

  1. Diriwayatkan dari Aisyah, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang menghafal tujuh surat pertama dari Al-Qur’an (as-Sab’ut Thiwal), maka dia adalah seorang alim.
  2. Diriwayatkan dari Watsilah bin Al-Asqa’, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Aku dianugerahi as-Sab’ut Thiwal (tujuh surat yang panjang-panjang untuk mengimbangi kitab Taurat…”

Pembawa Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Sesungguhnya dalam Surah An-Nisa terdapat lima ayat yang akan membawakan kebahagiaan dunia dan akhirat, dan aku tahu bahwa jika para ulama melewati ayat-ayat ini, mereka mengenali mereka:

  1. “Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarangkan, Kami akan hapuskan dari kalian dosa-dosa kecil kalian dan masukkan kalian ke dalam surga dengan mulia.” (QS. An-Nisa [4]: 31)
  2. “Sesungguhnya Allah tidak zalim sedikitpun kepada sesuatu seberat dzarra, dan jika seseorang berbuat baik, Allah akan melipatgandakan kebaikan itu dan memberikan ganjaran yang besar dari sisi-Nya.” (QS. An-Nisa [4]: 40)
  3. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa [4]: 48)
  4. “Jika mereka ketika menganiaya diri sendiri datang kepadamu, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa [4]: 64)
  5. “Siapa saja yang berbuat jahat atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa [4]: 110)

Termasuk Surah yang Dibaca Rasulullah dalam Shalat

Diriwayatkan dari Hudhaifah bin Al-Yaman, dia berkata, “Aku shalat bersama Rasulullah saw. suatu malam. Beliau membuka dengan Surah Al-Baqarah, aku berkata, ‘Dia akan rukuk setelah seratus ayat.’ Kemudian beliau melanjutkan, aku berkata, ‘Dia akan shalat dalam satu rakaat.’ Kemudian beliau membaca Surah An-Nisa, kemudian membuka Surah Ali Imran, dan membacanya secara menyenangkan.”

Lebih Baik dari Matahari

Qatadah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: Delapan ayat turun dalam Surah An-Nisa adalah lebih baik bagi umat ini daripada terbitnya matahari dan terbenamnya.

  1. “Allah bermaksud menjelaskan kepadamu dan menunjukkan jalan hidup orang-orang sebelum kamu, serta menerima taubatmu.” (QS. An-Nisa [4]: 26)
  2. “Allah bermaksud menerima taubatmu.” (QS. An-Nisa [4]: 27)
  3. “Allah bermaksud mengurangi bebanmu, dan manusia itu diciptakan lemah.” (QS. An-Nisa [4]: 28)
  4. “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seberat zarrah pun, dan jika seseorang berbuat baik, akan dilipatgandakan pahalanya.” (QS. An-Nisa [4]: 40)
  5. “Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang, Kami akan hapuskan dosa-dosa kecil kalian dan masukkan kalian ke dalam surga dengan mulia.” (QS. An-Nisa [4]: 31)
  6. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa [4]: 48)
  7. “Jika mereka ketika menganiaya diri sendiri datang kepadamu, lalu mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. An-Nisa [4]: 64)
  8. “Siapa saja yang berbuat jahat atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa [4]: 110)

Sepertinya Ibnu Abbas ra. memahami bahwa ayat-ayat ini menunjukkan keutamaan Allah atas hamba-hamba-Nya, rahmat-Nya kepada mereka, dan pintu taubat dan pengampunan yang dibukakan untuk mereka. Jika tidak, maka seluruh Al-Qur’an, dengan setiap surah dan ayatnya, adalah kebaikan yang lebih besar bagi umat ini daripada terbitnya matahari dan terbenamnya.

SahabatQu, demikianlah keutamaan dan manfaat membaca Surah An-Nisa. Semoga dengan mengamalkannya kita bisa mendapatkan syafaat di dunia maupun di akhirat.

Leave a Comment