5 Tips Siapkan Pernikahan Impian

Menyatakan rasa dan memperjuangkan seseorang sampai ke pelaminan apakah salah? Kemudian bagaimana kiat-kiat dalam mempersiapkan pernikahan?
Total
0
Shares
Pernikahan
sumber: perchance.org
5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Salah seorang member di Grup WA Rumah Sakinah mengajukan pertanyaan, baiknya pranikah itu menyatakan rasa dan memperjuangkan seseorang sampai ke pelaminan apakah salah? Kemudian bagaimana kiat-kiat dalam mempersiapkan diri untuk menuju ke sana (pernikahan).

Tidak Mendekati Zina

Kakak yang dicintai Allah, Pranikah fase pranikah yang sebaiknya dijalani oleh kakak adalah fase yang yang aman dari bentuk-bentuk yang bisa mendekati kepada kemaksiatan, ngedate pacaran, atau apalah gitu ya istilahnya. Jelas cara-cara seperti itu tidak disarankan untuk dilakukan. Harusnya dijauhi karena itu bisa menjadi jalan untuk mendekati zina.

Allah sudah jelas memperingatkan kita, walaa taqrabuz zina, janganlah kalian mendekati zina. Ya Allah ya mendekatinya saja udah nggak boleh apalagi melakukannya. Itu benar-benar melakukan upaya preventif yang bisa menjerumuskan seseorang kepada perzinaan.
Kalau menyatakan rasa itu bagaimana? Rasa cinta itu adalah bagian dari gharizatun nau (naluri seksual/melestarikan jenis) yang perlu kita manage sebaik mungkin supaya tidak jatuh kepada kemaksiatan atau dosa.

Rasa cinta ini wajar ada pada setiap orang. Ketika muncul perasaan ini, itu ada dorongan dalam diri kita untuk menyatakannya kepada orang yang kita cintai. Tapi untuk lebih berhati-hati, sebaiknya menyatakannya secara eksplisit, “I love you”, “Aku cinta kamu”, “aku sayang kamu” dan yang sejenisnya lebih baik diungkapkan kepada orang yang benar-benar sudah halal/sah menjadi pasangan kita.

Kalau Serius, Nyatakan Setelah Halal

Nah, kalau ada keinginan mengucapkan itu kepada orang yang belum tentu jadi pasangan kita, harus bersabar untuk menahannya nanti setelah halal saja. Menyatakan rasa belum perlu perlu kita katakan pada tahap yang belum terucap ijab-qabul di sana.

Lantas apa yang perlu dilakukan? Bukan menyatakan rasa, tetapi langsung beraksi dengan cara berjuang mendatangi walinya dan berminat untuk meminang putrinya. Atau bisa juga, sebagai seorang lelaki yang gentle dan berani, kakak langsung bertanya kepada orang yang kakak sukai ini apakah berminat untuk melakukan taaruf, khitbah, dan nikah.

Langkah ini jauh lebih syar’i dan lebih aman dibandingkan dengan menyatakan rasa. Karena di dalam langkah-langkah yang dilakukan itu sudah jauh lebih menggambarkan bukti keseriusan dan rasa cinta yang kakak miliki terhadap sosok gadis yang Kakak cintai.

5 Tips Siapkan Pernikahan Impian

Kemudian selanjutnya kiat-kiat untuk mempersiapkan ke jenjang pernikahan, cara lain sebagai berikut:

Niat

Pertama, luruskan dan kuatkan niat. Niatkan nmenikah karena Allah sebagai bagian dari upaya untuk menyempurnakan setengah agama. Kuatkan juga niat kakak untuk menikah agar bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari maksiat, khususnya maksiat zina. Kalau niatnya sudah lurus dan sudah kuat, Allah pasti Ridha dan kalau Allah sudah Ridha, Allah pasti mudahkan jalannya. Allah pasti mudahkan pula prosesnya.

Tekad

Kedua, kuatkan tekad. Dengan menguatkan tekad, hati kita nggak akan galau, plin plan dan nggak setengah-setengah. Kalo tekad kita sudah kuat, apapun yang terjadi akan dilalui dengan sepenuh hati dan penuh dengan keseriusan.

Ilmu

Ketiga, upgrade terus ilmu terutama ilmu pranikah, penting dan ilmu syariah atau ilmu keislaman. Bagi kakak untuk bisa sukses persiapkan pernikahan menjalani rumah tangga dan kelak bisa mendidik buah hati dengan baik sesuai dengan tuntunan Islam. Banyak ilmu ini bisa dilakukan dengan cara ikut majelis ilmu (kajian) online maupun offline. Bisa ikutan kelas khusus pranikah dan parenting misalnya. Bisa juga dengan membaca banyak buku-buku pernikahan dan parenting.

Skill

Keempat, kuatkan skill, potensi, dan bakat yang dimiliki . Insya Allah bisa menjadi udah bagi kakak untuk kelak bisa menafkahi istri dan keluarga dengan nafkah yang terbaik.

Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Kelima kuatkan ikhtiar, doa, dan tawakal. Ikhtiar dan doa harus berjalan secara seimbang dan berbarengan. Biar terus tanpa bergantung kepada Allah juga sama aja dengan sombong, terlalu mengandalkan kemampuan diri. Padahal Ini lemah dan membutuhkan Allah. Sebaliknya berdoa tanpa ikhtiar, kita cenderung jadi pasif dan menunggu. Padahal di dunia ini berlaku hukum sebab-akibat.

Jadi, kita tetap lakukan doa dan ikhtiar. Itulah kita berusaha mendatangkan sebab-sebab yang bisa mewujudkan apapun yang akan kita perjuangkan, masuk dalam hal ini urusan jodoh. Berdoa berarti Kakak juga sudah mencoba untuk menjajaki siapa calon yang kakak sukai/cintai.

Setelah ikhtiar dan doa kita lakukan, hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nasir. kepada Allah kita bertawakal, menyerahkan semua hasil dari apa yang telah panjatkan kepada-Nya dan apa yang kita ikhtiarkan. Wallahu’alam. Semoga tips ini bermanfaat dan semoga Kakak mendapatkan kemudahan dari Allah untuk mewujudkan pernikahan impian Kakak. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like