Bagaimanakah Bila Istri Bekerja Mencari Nafkah?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Ada dua pertanyaan senada yang diajukan di Grup WA Rumah Sakinah. Pertama, apakah kami berdosa besar jika suami tidak memberi nafkah lahir batin berbulan-bulan, tapi kami tetap satu atap.

Bahkan kami tetap berperilaku baik pada suami, tapi tidak pernah minta nafkah atau menuntut. Makanya kami sebagai istri selalu bekerja mencari nafkah. Jika menganggur kami harus meminta kepada siapa? Pastinya kami minta dan memohon kepada Allah swt. minta diberikan jalan terbaik buat rumah tangga kami. Bagaimana hukumnya bila istri bekerja buat keluarga?

Pertanyaan kedua. bagaimana hukum Islam bila berumah tangga suami tidak menafkahi anak dan istri. Dan yang bekerja istri. Yang membiayai pendidikan anak adalah seorang istri. Suami bekerja tapi lupa akan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

Suami Itu Pemimpin Istrinya

Ibu yang baik dan dirahmati Allah, dalam kehidupan rumah tangga suami dan istri punya hak kewajiban, peran dan tanggung jawab masing-masing. Tugas masing-masing dari suami dan istri itu berbeda tetapi akan saling melengkapi dan menyempurnakan bangunan dalam rumah tangga.

Dalam Islam, suami adalah qawwam atau pemimpin. Sedangkan istri adalah yang dipimpin atau bisa dikatakan juga sebagai wakil dalam rumah tangga. Allah berfirman,

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ

Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri). (QS. An-Nisa’ [4]: 34)

Sudah jelas posisinya bahwa laki-laki itu memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin dalam keluarga dan rumah tangga. Jika dalam rumah tangga yang Ibu jalani saat ini, ternyata suami tidak memberi nafkah lahir maupun batin, berarti dia sudah mengabaikan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai suami.

Menuntut Nafkah Itu Hak Istri

Kalau melanggar perintah Allah berarti jatuhnya adalah dosa yang konsekuensinya akan mendapatkan kemurkaan Allah. Kemudian bagaimana dengan sikap ibu yang tetap berperilaku baik? Berperilaku baik memang tetap menjadi keutamaan bagi seorang istri untuk tetap menghormati suami karena statusnya masih sebagai suami ibu. Namun berperilaku baik di sini bukan berarti tidak menuntut nafkah kepada suami.

Justru yang sebaiknya dilakukan adalah berkomunikasi dengan cara yang ma’ruf (baik) untuk menyampaikan dan mengingatkan tentang kewajiban suami terhadap keluarga. Sebaiknya dalam keluarga juga berlaku di antara suami dan istri itu Amar ma’ruf nahi munkar, saling mengajak saling mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan, kemudian juga mencegah dari pelanggaran dan kemungkaran. Di situlah peran suami dan istri untuk bisa saling melengkapi dan saling mengingatkan tentang tugas, hak, kewajiban masing-masing.

Dulu ketika Hindun, bibinya Rasulullah, istrinya Abu Sufyan masuk Islam, Hindun sempat bercerita kepada Rasulullah mengenai perilaku buruk suaminya yang pelit atau kikir. Kemudian Rasulullah memberikan saran kepada Hindun untuk mengambil harta suami jika memang diperlukan tanpa harus izin karena memang itu sudah menjadi kewajibannya.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Rumah Tangga

Nah, begitupun dengan kondisi yang Ibu alami saat ini, suami tidak memberikan nafkah lahir maupun batin sebagai bagian dari Amar ma’ruf nahi munkar berarti Ibu tetap perlu mengingatkan dan menuntut suami.

Jika Ibu tidak meminta atau menuntut nafkah kepada suami, sama saja berarti Ibu tidak mengingatkan suami. Menuntut atau mengingatkan karena bagian dari ma’ruf nahi munkar, insya Allah Ibu tetap akan mendapatkan pahala sekalipun ketika diingatkan misalnya suami tidak merespon ataupun tidak berubah.

Namun saya sarankan Ibu tetap sering-sering menjalin komunikasi yang baik dan efektif dengan suami supaya supaya lebih jelas menundukkan persoalan ini. Karena tetap harus tertanam dalam pemahaman suami Ibu bahwa ia memiliki kewajiban dan tanggung jawab sebagai suami. Jika kewajiban tersebut ditinggalkan maka ia akan selamanya berdosa. Kewajiban dan tanggung jawab itu makan gugur bila suami bisa berubah sikap dan punya kesadaran untuk bisa menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya.

Kalau misal suami tidak memberi nafkah karena alasannya misalnya tidak bekerja, ya suami seharusnya berinisiatif untuk berikhtiar supaya bisa mendapatkan pekerjaan. Pentingnya adalah apapun jalan yang halal dilakukan asalkan kewajiban ia sebagai suami bisa gugur dan keluarga bisa terpenuhi nafkahnya.

Hukum Istri Bekerja

Kemudian pertanyaan berikutnya bagaimana hukumnya bila istri yang bekerja buat keluarga?

Yang perlu dipahami oleh kita semua, suami tidak tidak memberikan nafkah, solusinya bukan istri yang bekerja. Meskipun istri yang bekerja, kewajiban mencari nafkah yang melekat pada suami tetap tidak akan gugur baginya. Jadi solusi yang sebenarnya sebaiknya dilakukan adalah memberikan penyadaran kepada suami agar ia menjadi sadar akan kewajibannya.

Nah jika istri yang bekerja, hemat saya sebenarnya bukan sebagai tulang punggung keluarga. Kalau istri bekerja dan tidak menelantarkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu di rumah, itu tidak masalah.

Bekerja bagi seorang istri itu lebih kepada aktualisasi diri, mengamalkan ilmu atau skill yang dimiliki, atau pengabdian kepada masyarakat. Jadi istri bekerja bukan menggantikan posisi sebagai tulang punggung atau pencari nafkah dalam keluarga. Bekerja bagi istri juga tentunya perlu mendapatkan izin dari suami. Dan suami yang paham akan posisi, tentunya tidak akan membebankan tugas mencari nafkah ini kepada istri. Sementara dia abai terhadap kewajibannya sendiri.

Jadi, jika Ibu bekerja untuk membiayai sekolah anak, dalam Islam itu tidak menggugurkan kewajiban suami. Tetap itu menjadi kewajiban suami. Saran yang bisa dilakukan, silakan jalin komunikasi dengan suami agar memahami dan menyadari betul kewajiban menafkahi anak, termasuk membiayai pendidikannya.

Semoga Allah mudahkan untuk berkomunikasi dengan suami. Dan semoga Allah ketuk dan lembutkan hati suami agar bisa menunaikan kewajibannya. Wallahu ‘alam. Berharap apa yang dialami oleh ibu bisa Allah mudahkan dan Allah berikan jalan.

Semoga Allah juga membolak-balikkan hati perasaan dan pikiran suami ibu sehingga ya bisa menjalankan kewajibannya sebagaimana yang Allah perintahkan kepadanya. Perbanyak mendoakan suami ya Bu supaya suami bisa Allah lembutkan hatinya. Amin Allahumma Amin.

Leave a Comment