Bagaimanakah Jika Anak Nggak Percaya Lagi Sama Orang Tua?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Dalam konsultasi di Grup WA Rumah Sakinah, ada yang bertanya: bagaimana kiat-kiat mendidik remaja yang sudah nir-trust (nggak percaya) kepada orang tuanya sendiri. Ini terjadi karena Orang tuanya selalu menyuruh dan menuntut sedangkan ketika anak berprestasi jarang diberikan penghargaan.

Alhasil, orang tua hanya akan “mendidik” putranya ketika ia berbuat salah saja misal gagal dalam ujian di sekolahnya sedangkan orang tua hanya mendidiknya dengan cara marah atas kegagalannya.

Tanggung Jawab Guru dan Orang Tua

Masalah pendidikan generasi ini menjadi tanggung jawab berbagai pihak, termasuk orang tua guru dan guru di lembaga pendidikan tempat ia belajar. Jika kita berposisi sebagai guru, kita perlu memotivasi agar ia merasa lebih dihargai diapresiasi.

Kalau belum oleh orang tuanya setidaknya pertama kali yang mengapresiasi dan menghargainya adalah gurunya. Sehingga dengan begitu, ia merasa gurunya itu adalah sebagai orang tuanya juga.

Berikan ruang yang lebih banyak pada buah hati untuk bisa lebih banyak bercerita kepada kita selaku gurunya. Sering-sering berdialog dengannya untuk bisa mengetahui lebih jauh mengenai kondisi psikologisnya dan apa saja yang mungkin selama ini ia pendam dan tidak ada tempat untuk bercerita. Sampaikan pada dia bahwa kita bisa menjadi teman atau sahabat untuk berbagi atau curhat.

Beri Pemahaman

Kemudian selanjutnya, berikanlah pemahaman kepadanya bahwa orang tua, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya adalah tetap sebagai orang tua sebagai orang tua yang oleh Allah kita diperintahkan untuk muliakannya dan berbakti kepadanya.

Dengan memberikan pemahaman seperti ini, diharapkan ia bisa menjadi lebih kuat dan tetap respect dan trust terhadap orang tuanya.

Menjembatani Anak-Orang Tua

Kemudian yang selanjutnya perlu dibangun komunikasi untuk menjembatani putra-putrinya dengan orang tua. Coba dikomunikasikan konsep bahwa pendidikan yang tepat untuknya seperti apa. Sebagai guru kita punya otoritas untuk memberikan saran kepada orang tua mengenai pola asuh yang terbaik untuk putra-putrinya.

Mungkin bisa kirimkan video atau tulisan apapun yang berkait dengan permasalahan ini supaya orang tua tadi punya wawasan untuk bisa mengubah cara dia dalam mendidik buah hatinya. Kita juga mungkin bisa merekomendasikan ke orang tuanya menawarkan tentang seminar parenting atau sejenisnya yang tentu itu bisa menambah inside dia mengenai pola asuh dan sikap yang benar dan tepat kepada putra-putrinya.

Selaku guru kita juga bisa menelusuri lebih jauh apa saja dampak dirasakan oleh putra-putrinya ketika orang tuanya bersikap seperti itu. Itu bisa digali dengan ngobrol langsung dengan anaknya apa yang ke depannya ingin diharapkan dari orang tuanya.

Setelah ngobrol mendalam dengan remaja tersebut, kita coba mengomunikasikan hal tersebut menyampaikan secara baik-baik kepada orang tuanya. Kita bisa menjadi mediator antara orang tua dengannya. Kepada remaja itu, kita memotivasinya untuk bisa lebih kuat dan tidak menghilangkan kepercayaan dan rasa hormat kepada orang tuanya sekalipun kondisi orang tuanya yang saat ini masih seperti itu. Jelaskan kepada dia bahwa manusia itu bisa berubah. Sekarang masih begitu, besok bisa lebih baik. Ajak dia untuk bisa juga mendoakan orang tuanya agar menjadi lebih baik seperti yang diharapkan oleh putra-putrinya.

Mendorong Orang Tua untuk Berubah

Kepada orang tua kita juga terus mendorong agar merka bisa menyadari dan itu memberikan efek yang buruk kepada anak. Ucapan dorongan itu disampaikan sampaikan dengan bukti-bukti yang kuat, ini didapatkan dari hasil obrolan dengan anak. Bukti-bukti yang kuat itu tentu bisa menjadi pertimbangan buah untuk bisa mengubah pola asuh dan sikap terhadap putranya.

Pula kepada orang tua bahwa dalam Islam konsep reward dan punishment dan itu lebih adil. Allah juga ngasih reward berupa surga kepada orang-orang beriman. Terus Allah ngasih punishment neraka kepada orang yang kafir. Seperti ini bisa diterima oleh akal sehat kita. Lantas bagaimana dengan orang tua, bukankah lebih adil jika orang tua juga menerapkan sistem reward dan punishment kepada buah hatinya? Berikan insight seperti itu dan sejenisnya kepada orang tua.

Kira-kira itu yang bisa dilakukan. Semoga bisa dicoba. Mudah-mudahan ada jalan untuk bisa mengubah pola asuh dan sikap orang tua agar putranya bisa kembali lebih trust kepada orang tuanya, bisa berbakti, dan memuliakannya.

Leave a Comment