Cinta Tapi Beda!

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Dalam sebuah sesi konsultasi pekanan di Grup WA Rumah Sakinah, seorang member bertanya begini. “Saya sekarang masih bingung mengenai pernikahan beda agama, kebetulan yang dekat dengan saya itu beragama berbeda dengan saya, bagaimana seharusnya Langkah yang saya ambil baik mengenai kebaikan diri, keluarga dan keberlangsungan pernikahan kami ke depannya Kang, mohon pencerahnnya.”

Kakak yang baik dan disayangi Allah, pernikahan itu adalah momen yang paling istimewa dan sangat menentukan dalam fase perjalanan hidup kita. Karena betapa istimewanya momen ini, tentu Kakak mengupayakan untuk mewujudkannya dengan cara yang terbaik dan juga dengan pasangan yang paling tepat.

Memilih Pasangan yang Seiman

Sebagai seorang muslim, penting untuk merujuk pada ajaran agama dalam mengambil keputusan terkait pernikahan. Rasulullah saw. telah memberikan pedoman yang jelas mengenai pernikahan, termasuk dalam hal memilih pasangan hidup. Nah gimana kalau terjadi kondisi cinta tapi beda agama?

Allah swt. berfirman,

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ

Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah [2]:221)

Jadi ayat Ini menegaskan bahwa sebaiknya seorang muslim menikah dengan sesama muslim agar dapat membangun rumah tangga yang kokoh dalam landasan agama yang sama.

Utamakan yang Taat

Rasulullah saw. juga memberikan petunjuk tentang kriteria dalam memilih pasangan hidup.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan dari Nabi saw., beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari)

Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa meskipun kecantikan dan kekayaan dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan, yang utama adalah agama. Karena agama akan memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan berumah tangga, termasuk dalam mendidik anak-anak dan mengatasi konflik yang mungkin timbul.

Bagaimana dengan Wanita Ahli Kitab?

Benarkah cinta tapi beda agama ada dalam Islam? Sebenarnya dalam khazanah Fiqih Islam, mayoritas jumhur ulama seorang muslim diperbolehkan menikahi wanita ahli kitab (Yahudi atau Nasrani), artinya bukan wanita musyrik. Hanya saja jika ini dipraktikkan saat ini sangat tidak kompatibel mengingat hukum Islam saat ini tidak diterapkan dalam kehidupan bernegara. Sehingga jika dipraktikkan dikhawatirkan keturunan tidak terjaga akidahnya karena diasuh oleh seorang ibu yang nonmuslim.

Dahulu, ketika hukum Islam diterapkan dalam kehidupan bernegara, sekalipun seorang anak lahir dari ibu yang nonmuslim, negara menetapkan bahwa anak tersebut harus tetap mendapatkan pendidikan dan pengasuhan Islam dari ayahnya yang muslim.

Saran

Nah, demikian penjelasan mengenai pemahaman cinta tapi beda agama dalam pandangan Islam. Saran yang mungkin bisa Kakak jalankan:

  1. Pertimbangkan kembali masak-masak, jangan terlalu hanyut dalam perasaan
  2. Banyak berdoa dan meminta petunjuk pada Allah agar diberikan jodoh yang terbaik
  3. Sekalipun dalam kondisi ada rasa suka, tetap saja logika harus di kedepankan daripada perasaan. Dan yang paling penting, baik logika maupun perasaan, keduanya harus tunduk pada ketentuan Allah. Insya Allah mencoba untuk berjuang dengan mengorbankan perasaan dengan lebih mengedepankan ketaatan kepada Allah pasti akan membuahkan kebaikan untuk diri kita.

Setelah Istikaharah

Pada sesi konsultasi berikutnya, ia bercerita, “Alhamdulilah saya sudah istikharah kang, terkait pasangan saya yang beda agama. saya bingung antara mengajak dia masuk Islam tapi saya takut ada paksaan dan walaupun masuk Islam tapi atas niat yang bukan karena Allah swt.
dan memilih untuk mencoba memahami agar bisa menerima keputusan apa pun dengan ikhlas.”

Kemudlian ia lanjut bertanya, “Nah, Kang jika terjadi deadlock antara dia yang tidak mau masuk Islam dan ketidak ikhlas an saya untuk meninggalkan dia. Apa yang harus saya lakukan dan pilih?”

Kakak yang disayang Allah, alhamdulilah senang sekali mendengarnya jika Kakak sudah lakukan istikharah semoga Allah berikan kemantapan hati menentukan langkah selanjutnya mengenai problem yang kakak hadapi ini.

Menawarkan Tanpa Ada Paksaan

Cinta Tapi Beda
sumber: perchance.org

Jika Kakak terpikir untuk mengajak dia, tidak ada salahnya untuk dicoba. Mengajak di sini artinya kan hanya menawarkan dan tidak memaksa. Justru Ini adalah kesempatan yang baik untuk bisa menjelaskan bagaimana indahnya Islam kepada nonmuslim. Tidak perlu merasa bimbang dan merasa telah memaksa orang lain karena di sini sekali lagi hanya menawarkan. Bayangkan ketika menawarkan itu adalah seorang sales atau marketing.

Ketika menawarkan yang ditawarkan itu adalah segala keunggulan dan kelebihan produk yang akan dijual. Hal ini berarti Kakak menjelaskan segala hal keunggulan yang dimiliki oleh Islam. Memang sebenarnya Islam itu adalah agama yang paling unggul. Al-Islamu yu’la wala yu’la alaih. Islam itu tinggi dan tidak akan ada yang menyamai ketinggiannya.

Sesuai dengan kapasitas kakak, ketika menawarkan, sebagaimana sales atau marketing, iya akan mengalami dua kemungkinan, diterima atau ditolak. Itupun dengan kakak, siap dengan konsekuensi ini. Dia menerima ajakan untuk masuk Islam atau menolak. Semua ini berada di luar kendali Kakak. Namun apa pun keputusan dia, bagi Kakak sama sekali tidak ada yang sia-sia. Ini menjadi bagian dari dakwah yang Kakak lakukan. Semoga Allah catat sebagai kebaikan yang juga berpahala di sisi Allah.

Menerima atau menolak Islam juga sepenuhnya menjadi pilihan bebas calon pasangan Kakak. Di sini yang bisa kakak lakukan adalah berdoa, agar dia terketuk dengan Islam dan Allah melembutkan hatinya dengan Islam. Perbanyak memanjatkan doa tersebut.

Berdamai dan Mengikhlaskan

Cinta tapi beda agama memang bukan pilihan terbaik. Nah, jika sudah dicoba nanti akan ketahuan apakah di situ ada peluang yang baik ataukah deadlock sebagaimana yang kakak bilang. Jika dalam posisi ini, mungkin pada awalnya Kakak akan sulit untuk mengikhlaskan dia. Namun pada akhirnya Kakak harus berdamai situasi yang telah terjadi. Untuk bisa move on ya tergantung pada Kakak sendiri apakah mau cepat atau lambat tapi yang pasti, life must go on. Jadi pikirkan dan rencanakan apa dalam kehidupan kakak yang akan Kakak lakukan. Buatlah rencana-rencana baru agar hal itu membantu kakak untuk mengalihkan pikiran dan perhatian dari yang sebelumnya Kakak rasakan.

Kalau pada akhirnya Kakak memilih untuk meninggalkan dia, semuanya tetap harus dilakukan dengan cara yang baik-baik. Komunikasi ada kuncinya. Komunikasikanlah dengan sebaik-baiknya untuk meminimalisasi adanya pihak yang merasa dirugikan.

Jelaskan juga dengan sebaik-baiknya bahwa dalam Islam itu seperti itu mengatur bagaimana hubungan cinta dan kasih sayang itu dibina. Hubungan tersebut diikat dalam satu ikatan akidah yang sama. Islam mengatur hal itu adalah dalam rangka untuk menjaga kesucian cinta dan juga kesucian jiwa dan raga manusia. Tetap semangat ya, Kak. Allah pasti berikan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Leave a Comment