Inilah Makna Cinta yang Sebenarnya?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Cinta tidak hanya sekedar perasaan, tetapi sebuah tindakan nyata yang tercermin dalam perilaku sehari-hari, pengorbanan, dan kasih sayang yang tulus. Makna cinta dalam dalam Islam begitu mendalam. Dalam Islam, cinta meliputi cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, dan cinta kepada sesama manusia.

Cinta kepada Allah, Awal dan Akhir Segala Cinta

Cinta kepada Allah adalah pangkal segala cinta dalam Islam. Allah berfirman,

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

"Orang-orang yang beriman adalah lebih besar kecintaannya kepada Allah." (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Imam Al-Ghazali, seorang tokoh filosof dan teolog Islam, Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa sejatinya hanya Allah swt. yang pantas dicintai. Jika seseorang mencurahkan cinta pada selain Allah, hal ini menandakan ketidaktahuan dan keterbatasan pemahaman tentang Allah.

Jika seseorang benar-benar memahami sifat-sifat Allah, ia akan mengabaikan cinta dunia dan sepenuhnya mengabdikan diri pada kasih sayang Allah, Sang Pencipta yang Mahakuasa.
Namun demikian, Al-Ghazali menekankan bahwa mencintai Allah juga berarti mencintai Rasulullah saw, para ulama, orang-orang yang bertakwa, dan mereka yang mendekatkan diri kepada Allah. Ia mengatakan,

لِأَنَّ مَحْبُوبَ المَحْبُوْبِ مَحْبُوْبٌ وَرَسُوْلَ المَحْبُوْبِ مَحْبُوبٌ وَمُحِبُّ المَحْبُوبِ مَحْبُوبٌ

“Karena sesuatu yang dicintai oleh kekasih adalah seperti kekasih, utusan kekasih adalah seperti kekasih, dan pecinta kekasih adalah seperti kekasih pula.” (Al-Ghazali, Ihyâ’ Ulûmiddîn, juz IV, h. 301).

Mencintai Allah merupakan fondasi dari semua bentuk cinta, menjadi pendorong utama dalam menjalani kehidupan dengan kasih sayang dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Makna cinta Allah begitu mendalam yang menjadi awal dan akhir segala cinta

Iqra! Masikah, Budak Muslimah yang Menolak Jadi Wanita Penghibur

Cinta kepada Rasulullah

Cinta kepada Rasulullah adalah bagian integral dari iman seorang muslim. Allah memerintahkan kita untuk mencintai kekasih-Nya yang mulia ini.

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku. Maka niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS ali-Imran [3]: 31)

Rasulullah saw. bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu, sebelum aku lebih dicintai olehnya daripada ayahnya, anak-anaknya, dan manusia semuanya." (HR. Bukhari)

Muslim Hack: Puasa Ayyamul Bidh: Asal-Usul, Keutamaan, dan Lafaz Niatnya

Salah satu bentuk kecintaan kita adalah memperbanyak shalawat kepada beliau. Allah anjurkan ini dalam firman-Nya,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56)

Sejatinya, mencintai Rasulullah berarti menjalankan syariat Islam yang beliau emban. Mencintai beliau berarti meneladani beliau dalam segenap aspek kehidupan, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, hingga berpolitik atau bernegara.

Cinta kepada Rasulullah menjadi landasan iman bagi umat Islam. Sebuah cinta yang tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi tercermin dalam tindakan nyata dan peneladanan akan ajaran-ajaran mulianya.

StoryQu: Kenapa Nabi Yusuf Dijebloskan ke Penjara?

Cinta Sesama

Mencintai sesama merupakan bentuk pengamalan cinta Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mengingatkan hal ini melalui dalam sabdanya.

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik ra., pembantu Rasulullah saw, dari Nabi saw., ia bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu, sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, muslim sudah selayaknya untuk menebarkan kasih sayang di antara sesama manusia. Rasulullah mengajarkan kita untuk mencintai sesama manusia dengan tulus, memberi inspirasi melalui kata-kata dan perbuatan-perbuatan beliau yang penuh kasih. Dalam mencintai sesama, kita menemukan kedamaian, harmoni, dan persatuan dalam keragaman manusia.

Islam memberikan petunjuk yang jelas tentang makna cinta. Bukan sekedar kata-kata manis atau perasaan sesaat, tetapi sebuah komitmen untuk berbuat baik, memberi kasih sayang, dan memahami nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, jadikanlah cinta kepada Allah sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan, dan merajut tali persaudaraan di antara umat manusia. Semoga cinta ini senantiasa mengalir dalam hati dan tindakan kita, menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan ini.

Leave a Comment