Ketika Suami Selingkuh dan Tidak Ada Lagi Rasa Cinta

5/5 - (3 votes)

GenQu Media—Pekan ini, saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan layanan konseling di sebuah grup WhatsApp (WA) yang dikelola Pondok Digitalpreneur Abdurrahman bin Auf, Cirebon. Sesi konseling berlangsung sepekan sekali setiap hari Selasa, pukul dua siang sampai pukul 4 sore.

Salah seorang member di grup menceritakan bahwa suaminya terang-terangan berselingkuh. Dia merasa sudah tidak ada lagi rasa cinta dan tanggung jawab kepada istri sahnya. Kemudian dia bertanya, “Apakah perceraian adalah jalan terbaik?”

Problem perselingkuhan dalam rumah tangga memang tidak pernah ada habisnya dibahas. Tentu saja, kita semua merasa berduka dan sedih mendengar ada salah satu jamaah atau member di grup WA yang suaminya ternyata terang-terangan melakukan perselingkuhan.

Sebelum menjawab pertanyaan atau keputusan yang lebih jauh, yaitu keputusan untuk bercerai, alangkah baiknya menimbang-nimbang sebelumnya dengan matang dan mantap. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

Menyesal atau Merasa Bersalah?

Apakah ada dari pihak suami itu ada rasa menyesal misalnya. Kalau misalnya ada, rasa penyesalan berarti kan ada peluang dia itu untu meninggalkan perbuatan dosanya itu.

Dan kalau misalnya orang sudah menyesal dan ingin meninggalkan perbuatan dosa, terus kemudian dia bertobat, ya istri pun mungkin bisa memberikan kesempatan kesempatan untuk suami agar bisa memperbaiki diri.

Jadi, kalau sang istri yang diselingkuhi masih memiliki rasa cinta, mau terbuka dan mau berlapang dada untuk bisa memberikan maaf kepada suami yang ingin memperbaiki diri ya berarti diberikan kesempatan.

Akan tetapi ini pun tentu dengan catatan suami ini benar-benar serius ingin memperbaiki diri dan bertobat. Jadi tidak sekadar ucapan di mulut, tapi ternyata perbuatannya tetap seperti itu dalam arti dia tetap berselingkuh.

Selingkuh Itu perkara fatal. Jika sudah ke tahap yang lebih jauh, selingkuh Itu sama dengan zina. Artinya ini dosa besar yang sebenarnya jika sistem Islam diterapkan, maka orang yang selingkuh atau berzina ini bisa mendapatkan hukum yang rajam sesuai dengan syariat Islam.

خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

“Ambillah dari diriku, ambillah dari diriku, sesungguhnya Allah telah memberi jalan keluar (hukuman) untuk mereka (pezina). Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim)

Memilih Pisah?

Selingkuh
sumber: Canva

Kalau tidak ada itikad baik dari suaminya ini suaminya itu nggak merasa kalau apa yang dia lakukan itu adalah dosa besar. Kemudian juga dia tidak merasa sudah berdosa meninggalkan tanggung jawab dan memberikan rasa cinta kepada istri yang sah, ya berarti itu sudah tidak bisa diharapkan lagi.

Jadi, jalan yang paling akhir, meskipun talak atau cerai dibenci tapi kalau bisa membuat istri yang diselingkuhi ini bisa lebih lega dan bebas begitu dan tidak dibayang-bayangi oleh masa lalu bersama suami, cerai menjadi pilihan terbaik.

Sekalipun sakit, pilihan berpisah perlu diambil agar istri bisa menata masa depannya jauh lebih baik. Apalagi sang istri yang diselingkuhi bilang bahwa suaminya tidak sudah tidak ada rasa cinta itu menjadi sinyal kuat bawa rumah tangga yang dibangun itu sudah tidak bisa dipertahankan lagi.

Putuskan Dengan Tenang & Penuh Pertimbangan

Penting untuk diingat bahwa setiap langkah yang diambil haruslah dengan hati yang tenang dan penuh pertimbangan. Sabar, doa, dan dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting dalam proses pengambilan keputusan yang tidak mudah ini.

Semoga siapa pun yang mengalami kejadian serupa, yaitu diselingkuhi oleh pasangannya Allah berikan kekuatan untuk memilih keputusan yang terbaik. Dalam setiap kejadian, termasuk dalam hal sangat menyakitkan sekalipun tetap ada hikmah bisa dipetik. Jangan lupa, tetaplah menaruh harapan, setiap cobaan akan digantikan oleh kebahagiaan yang lebih besar. Semoga, dengan bimbingan dari Allah, masalah yang dihadapi menjadi pembelajaran berharga dan membawa kedamaian di hari-hari mendatang.

Semoga istri yang tersakiti diberikan keteguhan hati untuk memilih jalan terbaik. Sebelum memutuskan ke yang lebih jauh, disarankan untuk memperbanyak doa kepada Allah agar bisa diberikan bimbingan untuk memilih jalan yang terbaik. Semoga kasus yang dialami ini jadi pembelajaran berharga. InsyaAllah musibah apapun yang menimpa kita, selalu ada hikmah yang Allah selipkan di dalamnya. InsyaAllah Dia akan ganti kesedihan dengan kebahagiaan.

Yakinlah sepenuhnya, masa-masa sulit ini segera Allah akhiri dan diganti dengan kebahagiaan. Allah sudah berjanji dan Dia menyebutkan janjinya itu sebanyak dua kali dalam firman-Nya,

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah [94]: 5—6)

Leave a Comment