Menjadi Generasi Muda Agent of Change

4/5 - (6 votes)

GenQu MediaGenerasi muda harusnya siap untuk berperan dalam keluarga, masyarakat dan negara. Secara kuantitas, jumlah pemuda di Indonesia cukup banyak. Namun yang berkualitas tidak sebanyak kuantitasnya. Meski dari sisi pendidikan, banyak yang sudah menempuh pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Terjebak Hedonisme

Fakta saat ini banyak pemuda yang terbawa arus hedonisme. Sehingga tak jarang pemuda hidup dalam gelimang kemaksiatan. Mereka terjebak dalam trend yang tidak islami, seperti menyiksa diri, berbusana yang mengumbar aurat, atau mengidolakan artis kafir. Mereka juga terjerumus ke dalam pergaulan bebas, bahkan hingga terjebak dalam kasus bunuh diri.

Tahun 2015 terdata kematian nomor dua tertinggi akibat bunuh diri adalah pada kelompok umur 15 – 29 tahun (pemuda). Sekitar 80 – 90% remaja yang bunuh diri mempunyai psikopatologi signifikan seperti gangguan mood, gangguan cemas, problem perilaku dan penyalahgunaan Napza. Bahkan saat mengadakan seminar atau konsultasi di sekolah, kecenderungan bunuh diri juga ditemukan. (https://rs-amino.jatengprov.go.id, 15/10/2019)

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pemuda membutuhkan penguatan mental dan akidah, karena bunuh diri itu brakibat murtad bagi yang muslim. Masalah pemuda, tidak terbatas pada masalah keluarga dan lingkungan semata, tapi juga terkait aturan negara yang diterapkan.

Negara berusaha membangun karakter pemuda melalui pendidikan, namun landasannya tidak bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga pemuda sudah dinilai baik jika memiliki karakter yang sesuai budaya dan adat istiadat. Meskipun secara akidah Islam bisa jadi ada yang bertentangan. Proyek yang diarahkan untuk membangun pemuda masih belum menyentuh akar masalah. Disayangkan ketika ada gerakan yang berusaha membangkitkan pemuda dengan ajaran Islam yang hakiki, malah terkadang dicap radikal, ekstremis dan dicurigai. Semua itu, akibat sistem sekuler yang diterapkan.

Generasi Muda Ideal

Pemuda yang ideal adalah pemuda yang berilmu dan bertakwa. Seperti ungkapan Imam Syafi’i Rahimahullah: ”Barang siapa yang tidak belajar di waktu mudanya, bertakbirlah empat kali atas kematiannya. Demi Allah, eksistensi seorang pemuda adalah dengan ilmu dan ketakwaan. Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya.”

Jadi, pemuda yang ingin menjadi agent of change dan punya jati diri, harus berbekal ilmu yang bermanfaat. Terutama tsaqofah Islam yang memang wajib dimiliki oleh setiap muslim, juga sains dan teknologi agar bisa menguasai dunia. Keutamaan menuntut ilmu sudah banyak diketahui, seperti ungkapan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Berikut di antaranya:

Takut Bermaksiat

“ …. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Fathir [35]: 28).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu akan merasa takut untuk bermaksiat kepada Allah. Karena memahami betapa berat konskuensinya, sehingga hal itu dapat menghantarkan kepada ketakwaan. Kemudian dalam hadits disebutkan,

"Para ulama adalah pewaris para nabi …." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dengan demikian, orang yang berilmu adalah pewaris para Nabi. Tugas utama seorang Nabi dan Rasul adalah menyampaikan risalah Allah swt. kepada manusia. Maka pemuda yang berilmu dan bertakwa adalah yang melakukan perubahan di tengah masyarakat dengan dakwah. Mereka mengajak umat kepada yang makruf dan mencgah dari yang munkar. Sehingga generasi muda dapat terselamatkan dan menjadi pembangun peradaban Islam yang agung.

Ditinggikan Derajatnya

Selain itu, keutamaan berikutnya disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadalah ayat 11. Orang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah swt. Begitu juga orang yang bertakwa memiliki kedudukan paling mulia di sisi Allah, sebagaimana Firman-Nya:

“…. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujurat [49]: 13).

Diberikan Jalan Keluar

Keutamaan lainnya dalam surah At-Thalaq ayat 23. Orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar (solusi) dari segala permasalahannya dan diberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Dengan demikian pemuda akan terhindar dari perilaku bunuh diri akibat tidak bisa menyelesaikan masalah.

Sebaliknya generasi muda bisa menjadi pelopor perubahan menuju masa depan gemilang, mengembalikan kejayaan Islam yang pernah mnguasai 2/3 dunia. Mengakhiri penderitaan kaum muslim akibat penjajahan, tentu dengan menyatukan kekuatan pemuda muslim seluruh dunia dalam satu institusi Islam. Sebab, Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Wallahu A’lam.

Leave a Comment