8 Tips Persiapan Meyambut Bulan Ramadan

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—SahabatQu, menyambut kedatangan bulan Ramadan dengan kesiapan yang baik adalah keinginan setiap muslim. Persiapan yang matang dan penuh kesadaran dalam menjelang bulan suci ini akan membantu kita memaksimalkan ibadah dan mendapatkan berkah yang melimpah. Dalam menghadapi bulan Ramadan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita ambil untuk mempersiapkan diri dengan baik, sebagaimana diuraikan dalam artikel ini.

Ustazah Zhahirah, sarjana lulusan Fiqh & Usul Fiqh dari Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) sebagaimana dilansir di muslim.sg. memberikan tips yang aplikatif dalam menyambut bulan suci.

Persiapkan Sejak dari Bulan Rajab

“Saya ingin berbuat lebih baik tahun ini dan memanen semua pahala yang bisa saya dapatkan!” adalah beberapa pemikiran yang sering kita coba capai saat kita memperhatikan hari-hari yang tersisa sebelum Ramadan. Tantangannya adalah tetap termotivasi dan konsisten. Beberapa dari kita cenderung merasa tidak termotivasi sejak awal minggu Ramadan.

Apakah kamu pernah mengalami siklus itu setiap tahun dan bertanya-tanya mengapa sulit untuk tetap termotivasi di sepanjang jalan, hanya untuk menyesalinya pada akhirnya?

Namun, memang langkah yang baik untuk ingin melakukan sesuatu yang hebat selama Ramadan. Namun, seperti pertempuran lainnya, kita harus merencanakan dan merancang strategi untuk masuk ke dalamnya dengan persiapan yang matang. Ada pepatah yang mengatakan; “Jika kamu gagal merencanakan, sebenarnya kamu merencanakan untuk gagal” dan Rajab adalah salah satu waktu terbaik untuk mulai mempersiapkan Ramadan.

Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci, selain Zulkaedah, Zulhijjah, dan Muharram. Allah s.w.t. menyebutkan dalam Surah At-Tawbah:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهورِ عِندَ اللَّهِ اثنا عَشَرَ شَهرًا في كِتابِ اللَّهِ يَومَ خَلَقَ السَّماواتِ وَالأَرضَ مِنها أَربَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya jumlah bulan yang diatur oleh Allah adalah dua belas—dalam catatan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi—diantaranya ada empat yang suci.” (Surah At-Tawbah, 9:36)

Cendekiawan Muslim klasik Ibn Rajab al-Hanbali mengutip seorang cendekiawan lain, Abu Bakr Al-Warraq, dalam bukunya Lataif al-Ma’arif:

“Rajab adalah bulan penanaman, Sya’ban adalah bulan pengairan ladang, dan Ramadan adalah bulan menuai dan panen.”

Ini berarti bahwa dengan persiapan dan usaha yang tepat terutama di bulan Rajab, mencapai pengalaman Ramadan yang terbaik bisa menjadi mungkin dengan Izin Allah.

8 Tips Sederhana

Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang kita tetapkan, persiapan harus dimulai sekarang. Berikut adalah 8 langkah sederhana yang dapat kamu ikuti untuk mempersiapkan diri menjelang Ramadan:

Menyusun Ceklist

Ya, kamu membacanya dengan benar. Kamu harus menuliskan tujuanmu daripada hanya mengandalkan daftar ceklist mental. Catatlah daftar periksa tentang apa yang ingin kamu capai di Ramadan.

Dengan melakukan hal tersebut, kamu secara tidak sadar mencatatnya dalam pikiranmu juga. Kemudian, gantunglah daftar ceklis di tempat yang dapat kamu lihat setiap hari. Ini untuk mengingatkanmu tentang tujuanmu secara konstan.

Menetapkan Tujuan yang Realistis

Tetapkan tujuan yang ingin kita capai, namun pastikan bahwa tujuan tersebut praktis. Tidak masalah untuk menetapkan tujuan sekecil menyumbang atau membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari. Alih-alih fokus pada jumlah halaman, mengapa tidak fokus pada konsistensi dalam Ibadah?

Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa tujuan yang kita tetapkan tidak berakhir di sini tetapi berlanjut hingga bertemu dengan Ramadan berikutnya, insyaAllah (Jika Allah menghendaki). Ada alasan mengapa Islam mendorong kita untuk beramal secara proporsional dalam setiap aspek kehidupan kita agar lebih mudah bagi kita untuk mempertahankan dan mengamalkan istiqomah (konsistensi). Nabi saw. bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Taala adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit,” (HR. Bukhari)

Melakukan Revisi Untuk Memahami Makna Ramadan

Mulailah dengan membaca tentang keutamaan Ramadan untuk memahami makna berpuasa. Misalnya, kamu bisa membaca tentang berbagai tingkatan puasa dalam Dimensi-dimensi Batin Ibadah Islam, sebuah buku yang berisi seleksi dari Ihya’ ‘Ulum al-Din Imam Ghazali (Kemartiran Ilmu-ilmu Islam).
Selain itu, ulangi juga doa-doa dan jenis-jenis dzikir lainnya yang bisa kita bacakan selama Ramadan. Akan berguna untuk mengetahui kapan dan bagaimana melakukan ibadah-ibadah tersebut. Terakhir, pada malam Lailatul Qadar, disarankan untuk membaca berbagai jenis shalat Sunnah selama Qiyamulail (shalat malam) dan memanen pahala yang besar.

Menghidupkan Mesin

Kita dapat memulainya dengan berpuasa secara sukarela, baik pada hari Senin dan Kamis, atau pada Ayyamul Bidh (hari-hari putih berpuasa), yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya, atau pada tiga hari apa pun dalam bulan tersebut.

“Amal-amal disajikan (di hadapan Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka saya suka amalan saya disajikan saat saya sedang berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi)

Nabi saw juga dilaporkan dalam hadis lain:

“Saya mendengar Muaz bertanya kepada Aisyah r.a; Apakah Nabi saw, berpuasa tiga hari setiap bulannya?” Dia menjawab: “Iya,” Saya bertanya: “Hari apa yang beliau puasa?” Dia menjawab: “Beliau tidak mempermasalahkan puasa pada hari apa.” (Sahih Muslim)

Selain itu, kita dapat memilih tindakan yang ingin kita lakukan secara konsisten, seperti membaca ayat-ayat Al-Quran, bangun di malam hari meskipun kita hanya mampu mengerjakan 2 rakaat Tahajud (shalat malam) sebelum Subuh, atau memberikan sedekah setiap Jumat. Harapannya, ini akan menjadi kebiasaan, bukan hanya selama Ramadan tetapi juga setelahnya.

Persiapkan untuk Syawal

Lakukan belanja besar atau membersihkan rumah sebelum masuk Ramadan sehingga kita dapat memberikan 100 persen fokus kita pada Ramadan untuk ibadah. Membagi waktu kita untuk persiapan Hari Raya sambil mencoba mencapai tujuan yang telah kita tetapkan dalam Ramadan akan menyulitkan.

Jadi mengapa tidak lakukan sekarang?

Rencanakan Menu Makanan dan Olahraga

Tak diragukan lagi, agar kita bisa melakukan ibadah ini, kita membutuhkan tubuh yang sehat. Seperti pepatah mengatakan, tubuh sehat membawa pikiran yang sehat. Rencanakan menu makanan agar kamu makan dengan secukupnya dan lebih sedikit membuang-buang makanan. Rencanakan juga aktivitas olahraga. Berpuasa tidak boleh menjadi alasan untuk melewatkan latihan fisik. Lakukan latihan yang fokus pada kekuatan daripada kardio.

Persiapkan untuk Hari Menstruasi

Untuk para muslimah, jangan putus asa. Hari-hari ini tidak ada untuk membuat kita sedih atau menghentikan semua amalan kita. Sebaliknya, kita dapat meningkatkan ibadah. Hanya ada beberapa larangan selama waktu ini seperti puasa, shalat, dan menyentuh Al-Quran. Selain itu, kita masih bisa melakukan zikir (pengingat Allah), memberikan sedekah, dan membantu menyiapkan sahur dan berbuka puasa.

Konstan (Terus-Menerus) Berdoa

Diceritakan dalam Lataif al-Ma’arif oleh Ibn Rajab Al-Hanbali bahwa para sahabat berdoa selama 6 bulan agar mereka dapat mencapai Ramadan dengan selamat. Mereka kemudian berdoa selama 6 bulan setelah Ramadan agar Allah menerima dari mereka segala amal ibadah yang mereka lakukan di bulan Ramadan. Kita dapat membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sha’ban wa ballighna Ramadan

“Ya Allah, berkatilah bulan-bulan Rajab dan Sha’ban bagi kami dan izinkanlah kami mencapai bulan Ramadan.” (HR. Ahmad)

Dan doa:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Allahumma Sallimni min Ramadhan. Wa sallim Ramadhana li. Wa tasallamhu minni mutaqabbala

“Ya Allah, peliharalah aku untuk Ramadan, lindungilah Ramadan untukku, dan terimalah Ramadan itu dariku dengan baik.” (HR. Imam At-Tabrani)

Pada akhirnya, adalah berkah-Nya di bulan Ramadan yang kita dambakan. Jadi, dalam mempersiapkan untuk memanen pahala, mari kita berpaling kepada-Nya dan memohon dari Yang Paling Maha Pemberi. Semoga Allah memudahkan persiapan kita untuk menyambut bulan suci tahun ini dan semoga Allah menerima semua amalan kita.

SahabatQu, Dengan mempersiapkan diri secara menyeluruh dan berkomitmen untuk menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh, kita dapat meraih manfaat besar dari bulan Ramadan. Semoga langkah-langkah persiapan yang telah dijelaskan dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi kita semua untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan dengan hati yang penuh keikhlasan dan pengharapan akan ampunan serta berkah dari Allah swt.

Leave a Comment