Beginilah Tata Cara Shalat Jenazah dalam Islam

5/5 - (2 votes)

GenQu Media—Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan menuju akhirat. Muslim yang masih hidup punya kewajiban atas saudaranya yang sudah meninggal. Salah satunya adalah melaksanakan shalat jenazah dengan benar. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tata cara shalat jenazah yang sesuai dengan ajaran Islam.

Kewajiban atas Jenazah dalam Islam

Perlu SahabatQu ketahui, pahami empat kewajiban atas mayit dalam Islam. Pertama, mayit harus dimandikan dengan penuh kehormatan, sesuai dengan tuntunan Rasulullah yang mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman kita.

Kedua, mengkafani jenazah dengan kain yang bersih dan layak dipakai. Rasulullah menekankan pentingnya membungkus mayit dengan indah sebagai tanda hormat terakhir.

Ketiga, menyalatkan jenazah adalah kewajiban bagi umat Muslim. Dalam hadis, Rasulullah mengajarkan bahwa menshalati jenazah mendatangkan pahala besar.

Terakhir, menguburkan jenazah dengan layak adalah suatu keharusan. Islam mengajarkan agar proses penguburan dilakukan dengan cepat dan khidmat.

Muslim Hack: Bolehkah Mambaca Mushaf dalam Shalat?

Hukum Shalat Jenazah dalam Islam

Dalam Islam, melaksanakan shalat jenazah bukanlah sekadar tradisi, melainkan fardhu kifayah, yang artinya merupakan kewajiban kolektif bagi umat Islam. Ini berarti jika sebagian umat Islam melaksanakan shalat jenazah, maka kewajiban tersebut dianggap terpenuhi bagi seluruh umat.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jenazah

SahabaQu, tata cara pelaksanaan shalat jenazah urutannya adalah sebagai berikut:

Niat

Niat wajib digetarkan dalam hati. Apabila dilafalkan secara lisan akan berbunyi:

Untuk jenazah laki-laki:

أُصَلِّي عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Uṣallī ‘alā hādhā almayyit farḍan li-llāhi ta’ālā

Aku berniat shalat atas jenazah ini sebagai kewajiban kepada Allah Yang Maha Tinggi.

Untuk jenazah perempuan:

أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Uṣallī ‘alā hādhīhi almayyitah farḍan li-llāhi ta’ālā

Aku berniat shalat atas jenazah perempuan ini sebagai kewajiban kepada Allah Yang Maha Tinggi.

Niat Shalat Gaib

Jenazahnya laki-laki

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

“Aku berniat shalat atas jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”
Jenazahnya perempuan

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli ‘ala mayyitati ‘fulanah’ al-ghaibati arba’a takbiratin fardhal kifayâti imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

“Aku berniat shalat atas jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

Takbir Pertama

Usai niat, lanjutkan dengan takbir pertama diikuti dengan membaca Surat al-Fatihah.

MotivasiQu: Kalo Ngerasa Sendiri, Gimana Solusinya?

Takbir Kedua

Lakukan takbir lagi dan diteruskan dengan membaca shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣallī ‘alā sayyidinā Muḥammadin, wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammadin

“Ya Allah, berilah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan keluarganya.”

Akan lebih afdal bila dilanjutkan dengan membaca:

كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Kamā ṣallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīma, wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīma, wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammadin, wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammadin, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīma, wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīma, fī al-‘ālamīna innaka ḥamīdun majīdun

“Seperti Engkau memberi rahmat kepada junjungan kami Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah junjungan kami Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Takbir Ketiga

usai membaca shalawat, takbir lagi dan membaca doa untuk jenazah yang sedang dishalati:

Untuk jenazah laki-laki:
**اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهُ. اللّهُمَّ ابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدْخَلَهُ**

Allāhumma ghfir lahu warḥamhu wa ‘āfihi wa’fu ‘anhu waj’alil-jannata maswāhū. Allāhumma baddilhu dāran khayran min dārihi. Wa zawjan khayran min zawjihi wa ‘ahlān khayran min ahlihi. Allāhumma innahu nazala bika wa anta khayru manzūlin bihi. Allāhumma akrim nuzūlahu wawassi’ madkhalahu.

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya. Beri dia kesehatan, maafkanlah dia, dan jadikanlah surga tempat tinggalnya. Ya Allah, gantilah dia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya. Pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Ya Allah, sesungguhnya dia turun kepada-Mu. Dan Engkau adalah sebaik-baik tempat turunnya. Ya Allah, muliakan tempat kediamannya. Luaskanlah pintu masuknya.”

Untuk jenazah perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وَارْحَمْهاَ وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهاَ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهاَ. اللَّهُمَّ ابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهاَ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهاَ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهاَ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهاَ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهاَ ووسِّعْ مَدْخَلَهاَ

Allāhumma ghfir lahā warḥamhā wa ‘āfihā wa’fu ‘anhā waj’alil-jannata maswāhā. Allāhumma baddilhā dāran khayran min dārihā. Wa zawjan khayran min zawjiha wa ‘ahlān khayran min ahlihā. Allāhumma innahū nazala bika wa anta khayru manzūlin bihā. Allāhumma akrim nuzūlahā wawassi’ madkhalahā

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya. Beri dia kesehatan, maafkanlah dia, dan jadikanlah surga tempat tinggalnya. Ya Allah, gantilah dia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya. Pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Ya Allah, sesungguhnya dia turun kepada-Mu, dan Engkau adalah sebaik-baik tempat turunnya. Ya Allah, muliakan tempat kediamannya dan luaskanlah pintu masuknya.”

Takbir Keempat

Lakukanlah takbir yang terakhir, kemudian lanjutkan dengan membaca:

Untuk jenazah laki-laki:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

Allāhumma lātaḥrimnā ajrahū wala taftinnā ba’dahū

“Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau menguji kami setelahnya.”

Untuk jenazah perempuan:
اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَها ولاتَفْتِنّا بَعدَها
Allāhumma lātaḥrimnā ajrahā wala taftinnā ba’dahā

“Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau menguji kami setelahnya.”

Salam

Ucapkanlah salam secara sempurna ke arah kanan dan kiri secara berurutan.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

As-salāmu ‘alaykum wa raḥmatu llāhi wa barakātuhu

“Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya senantiasa tercurah kepada kalian.”

Iqra! Andrea Hirata, Sang Inspirator Literasi

Doa Usai Shalat Jenazah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin. Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad. Juga kepada keluarga beliau. Ya Tuhan, dengan berkahnya surat Al-Fatihah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa mayat ini dari siksa api neraka (3x).
Ya Rabb, limpahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Jadikanlah kuburnya taman yang nyaman dari surga dan janganlah Engkau jadikan kuburnya lubang neraka yang dalam. Semoga Allah memberikan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, keluarganya, dan seluruh sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Demikianlah rangkaian tata cara shalat jenazah. Semoga artikel ini membantu SahabatQu untuk lebih paham dan mudah dalam mempraktikkannya.

Leave a Comment