Beginilah Tata Cara Shalat Menurut 4 Mazhab

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Shalat merupakan pilar utama dalam Islam, merupakan tiang agama dan cahaya bagi orang mukmin di hari pembalasan, serta merupakan wasiat terakhir yang ditinggalkan oleh penutup para nabi dan rasul. Di dalamnya terdapat keberhasilan dan kejayaan, serta kebahagiaan dan kesucian.

Bagaimana tidak, shalat adalah hal pertama yang akan dihisab seseorang di hari kiamat. Oleh karena pentingnya shalat dan kedudukannya, para ulama telah memperhatikan hukum-hukum nya. Sahnya shalat tergantung pada syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

Terdapat perbedaan tata cara shalat menurut 4 mazhab. Seperti apakah perbedaanya? simak penjelasan berikut ini sebagaimana dilansir dari mawdoo3.com.

Shalat dalam Mazhab Hanafi

Menurut Abdurrahman al-Jaziri, dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’a (hlm.163), syarat-syarat shalat dalam mazhab Hanafi terbagi menjadi dua bagian: syarat-syarat wajib dan syarat-syarat sah, sebagai berikut:

  1. Syarat Wajib: Islam, akal, baligh, dan suci dari haid dan nifas.
  2. Syarat Sah: Niat, menghadap kiblat, tubuh suci dari hadas besar dan kecil, pakaian bersih dari najis, tempat bersih, dan menutupi aurat.

Adapun rukun shalat dalam mazhab Hanafi, berdasarkan Najah al-Halabi dalam kitab Fiqh al-‘Ibadat ‘ala al-Mazhab al-Hanafi (hlm. 84) meliputi: berdiri (qiyam), yang wajib bagi yang mampu dalam shalat fardhu. Namun, dalam shalat sunnah, duduk pun diperbolehkan meskipun yang bersangkutan mampu berdiri. Lalu, membaca Al-Qur’an, bisa dengan membaca satu ayat panjang atau tiga ayat singkat, dan membaca Al-Fatihah yang wajib namun bukan rukun. Selanjutnya, rukuk, kesetaraan dari rukuk, sujud pertama, sujud kedua, dan duduk terakhir.

Shalat dalam Mazhab Maliki

Syarat-syarat shalat menurut Madzhab Maliki menurut Abdurrahman al-Jaziri terbagi menjadi tiga bagian: syarat wajib, syarat sah, dan syarat wajib serta sah secara bersamaan, sebagai berikut:

Mazhab Maliki menetapkan syarat wajib shalat sebagai berikut:

  1. Baligh, yang tidak diwajibkan untuk anak kecil. Orang tua mengajarkan shalat kepada anak pada usia tujuh tahun dan memberikan hukuman ringan jika tidak melaksanakan shalat pada usia sepuluh tahun.
  2. Tidak ada halangan yang mengharuskan meninggalkan shalat. Jika seseorang terpaksa meninggalkan shalat, shalat tidak wajib baginya dan dibutuhkan kesetujuan dari orang tersebut.

Sedangkan syarat sahnya meliput:

  1. Suci dari hadas kecil dan besar.
  2. Beragama Islam.
  3. Menghadap kiblat.
  4. Menutup aurat.

Adapun syarat wajib dan sahnya antara lain:

  1. Islam, yang berarti mencapai usia baligh sesuai dengan seruan Nabi Muhammad saw.
  2. Akal waras, karena shalat tidak sah jika dilakukan oleh orang gila.
  3. Masuk waktu shalat.
  4. Suci dari hadas dengan air, dan jika air tidak tersedia, boleh menggunakan tayammum.
  5. Suci dari haid dan nifas.
  6. Tidak tertidur selama shalat.

Rukun-rukun shalat dalam Madzhab Maliki berdasarkan kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’a (hlm.189) meliputi: niat, takbiratul ihram (takbir pembuka), berdiri untuk shalat fardhu, membaca Surah Al-Fatihah dalam setiap rakaat, rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, bangkit dari sujud, salam, duduk sesuai kemampuan, ketenangan, proporsionalitas dalam rukuk, sujud, dan bangkit dari keduanya, serta mengikuti imam dalam niat.

Shalat dalam Mazhab Syafi’i

Bagaimanakah tata cara shalat dalam Mazhab Syafi’i? Untuk bisa menunaikannya dengan baik, Syarat-syarat shalat dalam Mazhab Syafi’i menurut Durriyah al-Aita dalam kitab Fiqh al-‘Ibadat ‘ala al-Mazhab al-Shafi’i (hlm. 223) terbagi menjadi syarat wajib dan syarat sah, sebagai berikut:

Dalam Mazhab Syafi’i, syarat wajibnya adalah:

  1. Islam.
  2. Baligh, yang tidak diwajibkan bagi anak kecil hingga mengalami mimpi basah (ihtilam).
  3. Akal waras.
  4. Keselamatan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan.
  5. Suci dari haid dan nifas.
  6. Baligh secara dakwah, sehingga tidak wajib bagi mereka yang belum mendengar dakwah Islam, dan tidak diwajibkan mengganti shalat yang ditinggalkan sebelum mendengar dakwah Islam setelah baligh.

Adapun syarat sahnya antara lain:

  1. Islam.
  2. Memiliki pemahaman (idtirab) terhadap waktu shalat.
  3. Suci dari hadas kecil dan besar.
  4. Suci pada pakaian, tempat, dan tubuh.
  5. Menutup aurat.
  6. Menghadap kiblat, walaupun dapat diabaikan dalam shalat ketika sedang sangat ketakutan atau dalam shalat sunnah saat bepergian.

Berdasarkan kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madhhab al-Imam al-Syafi’i (hlm. 138), rukun shalat dalam Mazhab Syafi’i meliputi: niat, yang bertempat di hati dan tidak diwajibkan mengucapkan dengan lidah, berdiri jika mampu dalam shalat fardhu, takbiratul ihram (takbir pembuka), membaca Al-Fatihah, rukuk dengan rasa tenang, meskipun sekecil tanda tasbih, bangkit dari rukuk, dua sujud dalam setiap rakaat, duduk di antara dua sujud, duduk terakhir, tasyahhud di duduk terakhir, salam pertama.

Shalat dalam Mazhab Hanbali

Abdurrahman al-Jaziri menuturkan, syarat-syarat shalat dalam Mazhab Hanbali adalah sebagai berikut:

  1. Islam: Menjadi seorang Muslim.
  2. Berakal sehat.
  3. Tamyiz (Pemahaman): Memiliki pemahaman tentang waktu shalat.
  4. Taharah (Suci): Bersih dari hadas kecil dan besar.
  5. Satrul ‘Awrah (Menutup Aurat): Menutup aurat dengan layak.
  6. Selamatnya pakaian, tempat, dan tubuh dari najis.
  7. Niat: Niat untuk melaksanakan shalat.
  8. Istiqbal al-Qiblah (Menghadap Kiblat): Menghadap kiblat saat shalat.
  9. Dukhul al-Waqt (Masuk Waktu): Melakukan shalat pada waktunya.

Selanjutnya Abdurrahman al-Jaziri menuturkan, rukun-rukun shalat dalam Mazhab Hanbali meliputi: berdiri dalam shalat fardhu, takbiratul ihram (takbir pembuka), membaca Al-Fatihah, rukuk, bangkit dari rukuk, i’tidal (posisi berdiri tegak), sujud, bangkit dari sujud, duduk di antara dua sujud, tashahhud terakhir, duduk untuk tasyahhud dan kedua salam, ketenangan di setiap gerakan rukun, dan urutan gerakan serta dua kali salam.

SahabatQu, demikianlah penjelasan mengenai tata cara shalat menurut 4 Mazhab yang meliputi syarat sah, syarat wajib, dan rukun-rukun shalat. Semoga artikel ini membantu SahabatQu agar bisa menunaikan shalat yang berkualitas.

Leave a Comment