Bolehkah Bersedekah dengan Hewan Kurban?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Bagi kaum muslim disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha. Nah, bagaimanakah hukumnya bila pembagian daging kurban tersebut diniatkan untuk bersedekah?

Untuk mengetahui bagaimanana hukumnya, sebagaimana dilansir dari mawdoo3.com, simak penjelasannya sebagai berikut.

Niat Bersedekah

Hewan kurban yang diniatkan sebagai sedekah diberikan kepada para fakir miskin dan mereka yang berhak menerimanya. Beberapa ulama menjelaskan bahwa berkurban dengan niat sedekah termasuk dalam kategori kurban yang disunnahkan. Mereka menghukuminya demikian bukan karena ada teks atau dalil khusus yang mengaturnya. Namun karena ini merupakan amalan baik yang akan mendatangkan pahala besar karena manfaatnya yang luas.

Jika seseorang ingin menyembelih hewan untuk menyedekahkan dagingnya kepada orang-orang fakir. Atau menggunakannya untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka hal ini sangat dianjurkan. Sebab, termasuk dalam umumnya bukti keutamaan sedekah dan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa.

Untuk Kesembuhan

Terkadang, orang yang menyembelih hewan kurban dengan niat untuk sedekah dapat juga berniat untuk kesembuhan dirinya atau kerabatnya yang sakit. Mereka menyedekahkan dagingnya dan meminta doa untuk kesembuhan dari orang yang menerima sedekah. Meskipun tidak ada teks yang otentik secara khusus tentang hal ini, praktik ini cukup terkenal. Dan banyak orang mendapatkan manfaat darinya. Sedekah dapat menghapus dosa-dosa, meningkatkan derajat, dan menolak kematian yang buruk.

Bagaimana cara mendistribusikan hewan kurban jika diniatkan untuk sedekah?

Sebagaimana ditegaskan oleh Umar bin Khattab ra. dari Nabi Muhammad saw. yang bersabda: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadis ini, seorang muslim bebas menyedekahkan daging sesuai dengan keinginannya selama tidak bernazar untuk menyedekahkannya seluruhnya kepada para fakir. Dia mungkin memakan sebagian dari daging itu, memberikannya kepada kerabat, mendistribusikannya kepada fakir miskin, atau bahkan menyedekahkannya seluruhnya kepada mereka. Semua ini kembali kepada keputusan individu tersebut.

Dikisahkan dari Ummul Mukminin Aisyah rah. bahwa mereka menyembelih seekor kambing. Nabi Muhammad saw. bertanya: “Apa yang tersisa dari kambing itu?” Saya menjawab, “Hanya bahunya yang tersisa.” Beliau bersabda, “Semuanya tersisa kecuali bahunya,” (HR. Tirmidzi)

Ini yang berarti semuanya akan tetap ada di akhirat kecuali bahunya, karena mereka menyedekahkan seluruh kambing kecuali bahu yang akan mereka makan di dunia. Namun pada hari kiamat, mereka akan mendapatkan pahala dari apa yang mereka sedekahkan.

Apakah Ada Teks Tentang Berkurban dengan Niat Sedekah?

Syariat Islam tidak secara eksplisit menetapkan berkurban dengan niat sedekah melalui teks yang jelas. Namun hal ini termasuk dalam kategori yang diperbolehkan dan seorang muslim akan mendapat pahala dari tindakan tersebut.

Sedekah bisa meliputi memberikan makanan, pakaian, uang, dan lain-lain. Keberagaman dalam memberi sedekah dan mencari ridha Allah melalui berbagai cara dalam berbuat kebajikan dan amal saleh adalah sebuah tindakan mulia yang pahalanya akan diberikan kepada pelakunya. Betapa indahnya memberikan daging kepada para fakir miskin agar mereka dapat makan sepanjang tahun dan tidak hanya pada saat Idul Adha saja.

Ketika seorang muslim bersedekah dalam keadaan sehat, jiwa mereka cenderung ingin menyimpan uang, karena takut miskin dan berharap menjadi kaya karena mereka berharap akan terus hidup di dunia ini. Hal ini lebih mulia daripada orang Muslim yang baru bersedekah ketika ajalnya sudah dekat dan jiwa sudah sampai di kerongkongan, lalu berkata, “Sedekahkan untuk fulan dan fulan dari kaum fakir.”

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan ketika Nabi Muhammad saw. ditanya tentang sedekah yang paling besar pahalanya berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Beliau -shalallahu ‘alaihi wasallam- berkata: “Sedekah yang paling besar pahalanya adalah ketika kamu bersedekah dalam keadaan sehat, cenderung kikir, takut miskin, dan berharap kaya, serta tidak menunda-nunda hingga saat nyawa di kerongkongan, baru berkata ‘Untuk fulan begitu, untuk fulan begitu,’ padahal seharusnya untuk fulan itu.”

Demikian penjelasan mengenai sedekah dengan daging kurban. Semoga Allah mudahkan setiap muslim untuk mampu menunaikan ibadah kurban dan sedekah jenis lainnya. Semoga Allah lapangkan rezeki dan mudahkan urusan siapa pun yang membaca tulisan ini. Amin.

Leave a Comment