Tata Cara Shalat Dhuha Bagi Pemula

Kasih bintang post

GenQuMedia.com—SahabatQu, selain diwajibkan menunaikan shalat fardhu, muslim juga dianjurkan menunaikan berbagai macam shalat sunat, salah satunya adalah shalat Dhuha. Sebelum memahami tata cara shalat Dhuha, alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui apa saja keutamaannya.

Keutamaan Shalat Dhuha

SahabatQu, sebagaimana shalat sunah lainnya, shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan, antara lain:

Meraih pahala

Rasulullah saw. bersabda, "Setiap sendi pada tubuh manusia harus bersedekah setiap hari ketika matahari terbit. Menyampaikan keadilan di antara dua orang adalah sedekah. Menolong orang menaiki kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah. Kata-kata baik adalah sedekah. Setiap langkah yang kau tempuh untuk mendatangi shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah" (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunaikan Shalat Dhuha akan mendatangkan pahala dari Allah.

Memperoleh keberkahan

Shalat Dhuha merupakan salah satu cara untuk mendapatkan berkah dari Allah. Dengan meluangkan waktu untuk melaksanakan shalat ini, kita menunjukkan rasa syukur dan ketaatan kepada-Nya, sehingga Allah akan memberikan keberkahan dalam segala aspek kehidupan kita.

Menjaga kesehatan fisik dan mental

Shalat Dhuha dilakukan di waktu pagi hari setelah matahari terbit dan sebelum waktu Dzuhur. Melakukan aktivitas fisik seperti shalat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, shalat juga dapat memberikan ketenangan mental dan menghilangkan stres.

Menghapuskan dosa

Melaksanakan Shalat Dhuha dengan penuh keikhlasan dan rutin dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kita.

Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang menunaikan shalat Dhuha dengan tujuh rakaat, maka itu merupakan penebusan bagi dosa-dosa yang ada antara shalat Dhuha itu dengan shalat Zuhur" (HR. Muslim)

Mendapatkan ketenangan hati

Shalat Dhuha memiliki kekuatan untuk memberikan kebahagiaan dan ketenangan hati kepada orang yang melaksanakannya. 

Rasulullah saw. bersabda, "Allah 'azza wa jalla berfirman kepada Nabi Daud as., 'Wahai Daud, jika engkau bangun di waktu malam dan mengingat-Ku, lalu engkau memohon kepada-Ku, maka Aku akan memenuhi permintaanmu. Dan jika engkau tidak memohon kepada-Ku, maka tidaklah ada bedanya antara engkau dengan orang yang tidur. Dan jika engkau berdoa, maka mintalah dengan berbekal wudhu. Dan aku berkata, 'Wahai Rabbku, apa gerangan shalat yang paling utama di sisi-Mu?' Allah berfirman, 'Shalat Dhuha, shalat Dhuha'" (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Sering Merasa Kehilangan Arah Hidup, Inilah Tujuan Hidup dalam Islam Menurut Al-Qur’an

Kiat Agar Bisa Konsisten Menunakan Shalat Dhuha

SahabatQu, GenQuMedia.com menyarankan tips berikut agar shalat Dhuha menjadi habit postif yang selalu menghiasi hari-harimu.

Niat yang kuat

Awali dengan memiliki niat yang kuat dan tulus dalam melaksanakan Shalat Dhuha. Ingatlah bahwa Shalat Dhuha adalah ibadah yang dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Perkuat niatmu untuk mendapatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah swt. melalui shalat ini.

Mengingat-ingat keutamaan

Ingat-ingat selalu setelah mempelajari dan memahami keutamaan Shalat Dhuha serta manfaat yang dapat kamu peroleh dari melaksanakannya. Mengetahui nilai dan manfaatnya dapat menjadi motivasi yang kuat untuk tetap konsisten dalam menjalankan ibadah ini.

Artikel FYI: 11 Fungsi Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-Hari

Membuat jadwal

Buatlah jadwal rutin untuk melaksanakan Shalat Dhuha. Tentukan waktu yang nyaman bagimu, misalnya setelah menjalankan aktivitas pagi atau sebelum masuk waktu Zuhur. Tetapkan jadwal tersebut dan upayakan untuk melaksanakannya secara konsisten.

Membangun kebiasaan

Jadikan Shalat Dhuha sebagai kebiasaan yang terintegrasi dalam rutinitas harianmu. Seperti halnya kegiatan penting lainnya, berikan prioritas pada shalat ini dan jadikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas pagimu.

Mengingatkan diri sendiri

Gunakan pengingat atau alarm pada ponsel atau perangkat lainnya untuk mengingatkan Anda saat waktu Shalat Dhuha tiba. Anda juga dapat menempatkan pengingat fisik seperti sticky notes di tempat yang mudah terlihat untuk mengingatkan diri sendiri tentang pelaksanaan shalat ini.

Mengajak teman atau keluarga

Ajak teman, keluarga, atau anggota kelompok shalat untuk melaksanakan Shalat Dhuha bersama. Mengajak orang lain dapat memberikan dukungan dan memotivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam melaksanakan ibadah ini.

Artikel Lainnya: 7 Kunci Rahasia Surah Al-Fatihah, Manfaat Banget Dunia-Akhirat

Waktu Shalat Dhuha

Waktu pelaksanaan Shalat Dhuha dimulai setelah terbitnya matahari hingga menjelang waktu Zuhur. Secara spesifik, waktu pelaksanaan Shalat Dhuha dapat dihitung sebagai berikut:

  1. Batas awal waktu Shalat Dhuha: Setelah terbitnya matahari.
  2. Batas akhir waktu Shalat Dhuha: Sebelum masuk waktu Zuhur.

Waktu Shalat Dhuha dimulai setelah terbitnya matahari karena pada saat itu sinar matahari mulai naik dan langit telah terang sepenuhnya. Disarankan untuk melaksanakan Shalat Dhuha pada awal pagi saat hari masih segar dan sebelum terik matahari mencapai puncaknya.

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dapat dilakukan dengan jumlah rakaat yang fleksibel. Tradisi yang dianjurkan adalah melaksanakan Shalat Dhuha minimal dua rakaat, tetapi jumlah rakaat dapat diperbanyak sesuai dengan keinginan dan kemampuan individu.

Secara umum, Shalat Dhuha dapat dilakukan dengan dua hingga dua belas rakaat. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. melaksanakan Shalat Dhuha dengan delapan rakaat. Namun, tidak ada batasan yang tegas mengenai jumlah rakaat yang harus dilakukan dalam Shalat Dhuha.

Adapun praktik umum yang sering dilakukan oleh banyak orang muslim adalah melaksanakan Shalat Dhuha dengan empat rakaat. Namun jika mau, jumlah rakaat dapat ditambahkan sesuai kemampuan dan keluangan waktu. 

Artikel StoryQu: Memungut Kepingan Ibrah dari Kisah Legendaris Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

Tata Cara Shalat Dhuha

SahabatQu, Shalat Dhuha dapat ditunaikan dengan tata cara berikut ini:

1. Niat dan Takbiratul Ihram. Lafaz niatnya sebagai berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. 

“Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Taala.”

2. Berikutnya shalat Dhuha ditunaikan rakaat demi rakaat sebagaimana shalat pada umumnya. Bisa 2 rakaat satu salam atau bisa juga langsung 4 rakaat satu salam.

3. Usai salam, SahabatQu langsung memanjatkan doa berikut,

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ   

Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba‘îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.   

“Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

SahabatQu, demikianlah tata cara Shalat Dhuha sesuai ajaran Islam. Semoga kita bisa rutin menunaikannya.

Leave a Comment