Inilah, Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Menurut Islam

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—SahabatQu, Islam itu agama yang superkomplit. Tak hanya mengurusi masalah-masalah besar, tapi urusan ritual individu yang terkesan remeh pun diberikan panduannya. Termasuk tata cara mandi wajib, Islam mengaturnya secara lengkap.

Mandi ini menjadi ritual ibadah yang dalam berbagai kitab Islam rujukan dibahas dalam bab thaharah (bersuci). Namun tunggu dulu, mandi yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan mandi biasa, melainkan mandi yang menjadi syarat sahnya ibadah kita sebagai muslim. Kita mengenalnya dengan istilah mandi besar atau mandi wajib. Hayo siapa yang sudah familiar dengan istilah ini?

Pengertian Mandi Wajib

Sebelum menjelaskan tata cara mandi wajib, Apa sih mandi wajib itu? mungkin ada SahabatQu yang masih awam perkara hal ini.

SahabatQu, mandi wajib dikenal dengan beberapa istilah, misalnya mandi besar atau mandi janabah. 

Dalam bahasa Arab mandi janabah dikenal dengan istilah ghaslul janabah. Terdiri dari dua kata: ghasl dan janabah. Menurut Isnan Anshary dalam buku Mandi Janabah Rasulullah saw. Menurut 4 Mazhab, ghasl berarti menuangkan air ke seluruh tubuh. Sedangkan kata “janabah” berarti jauh, merupakan lawan kata dari kata “qarib” (dekat). 

Itulah mandi janabah secara harfiah. Adapun secara istilah fiqih Islam, Isnan Anshary mengutip penuturan Muhammad bin Yunus al-Buhuti. Mandi janabah adalah menggunakan air suci ke seluruh tubuh dengan tata cara (kaifiyat) tertentu, dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya. 

SahabatQu Baca Juga: 11 Fungsi Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penyebab Harus Mandi Wajib

tata cara mandi wajib
Sumber gambar: unsplash/@sincerelydavidcohen

SahabatQu, para ahli fikih menyebutkan, janabah artinya adalah kondisi seseorang yang telah keluar air maninya atau telah melakukan hubungan suami istri.

Kenapa para ahli fiqih menggunakan istilah janabah? Karena orang yang dalam keadaan junub, menurut Yahya bin Syaraf an-Nawawi itu menjauhi shalat, masjid, dan membaca Al-Qur’an. 

Karena itu, junub menjadi salah satu penyebab wajibnya kita melakukan mandi janabah. Berikut ini 6 penyebab wajibnya mandi janabah, antara lain:

1. Keluarnya sperma atau air mani

Bila keluar air mani, wajib melakukan mandi janabah berdasarkan hadis dari Abi Said al-Khudhri ra. yang diriwayatkan Bukhari Muslim. Air mani keluar yang pada perempuan mewajibkannya mandi janabah sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah.

2. Berhubungan biologis

Berhububungan biologis (jimak) menjadi sebab wajibnya mandi janabah. Lantas bagaimanakah jika jimak yang dilakukan tidak sampai keluar air mani? Para ulama menyebutkan, hal itu tetap menjadikan seseorang wajib melakukan mandi besar.

3. Berhentinya haid

Haid atau menstruasi merupakan siklus alami bulanan yang dialami oleh kaum wanita. Surat Al-Baqarah ayat 222 menyatakan, haid merupakan kotoran. Jadi, wanita yang haid artinya sedang berproses mengeluarkan kotoran dari tubuhnya. 

Berkaitan dengan kewajiban mandi setelah tuntas haid, Rasulullah saw. menetapkan wajib mandi sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari Muslim. 

4. Berhentinya darah nifas

Nipas merupakan fase yang dialami wanita setelah melahirkan. Kewajiban mandi setelah selesai nifas ditetapkan berdasarkan ijmak yang penetapannya didasarkan atas qiyas kepada haid.

5. Melahirkan

Melahirkan menjadi sebab wajibnya mandi janabah. Seorang wanita wajib mandi janabah usai melahirkan meskipun dia tidak mengeluarkan darah nifas. 

Sebagaimana nifas, kewajiban mandi karena ada proses melahirkan ini ditetapkan berdasarkan qiyas kepada keluarnya air mani. Sebagian ulama menjelaskan, illat (alasan) wajib mandi bagi wanita yang melahirkan adalah karena anak yang dilahirkan pada hakikatnya merupakan mani meskipun sudah berubah wujud menjadi manusia. Atas dasar ini, jika yang lahir bukan bayi, tapi masih janin sekalipun tetap wajib mandi karena janin tersebut berasal dari mani. 

6. Meninggal dunia

Dalam ajaran Islam, apabila seseorang meninggal dunia, orang yang masih hidup punya 4 kewajiban atasnya: memandikan, mengkafani, menyalatkan, menguburkan. Dalam keempat kewajiban tersebut, tampak jelas mandi wajib menjadi kewajiban pertama orang yang masih hidup dan dimandikan menjadikan hak pertama orang yang meninggal dunia. 

SahabatQu Baca Juga: 7 Kunci Rahasia Surah Al-Fatihah, Manfaat Banget Dunia-Akhirat

Rukun Mandi Wajib

SahabatQu, berkaitan dengan rukun mandi wajib, para ulama 4 mazhab berbeda pendapat. GenQuMedia.com rangkumkan sebagai berikut:

1. Mazhab Syafi’i

Menurut Mazhab Syafi’i, rukun mandi wajib terdiri atas 3 macam: niat, membersihkan najis yang melekat pada tubuh, dan mengguyurkan air ke seluruh kulit dan rambut.

2. Mazhab Hanafi

Sementara Mazhab Hanafi menetapkan rukun mandi janabah meliputi: berkumur-kumur, istinsyaq (membersihkan hidung dengan cara memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya), dan membasuh seluruh tubuh dengan air.

3. Mazhab Hambali

Rukun mandi janabah menurut Mazhab Hambali meliputi: meratakan air ke seluruh badan. Bagian mulut dan hidung, termasuk dalam bagian tubuh yang harus dibersihkan. 

4. Mazhab Maliki

Adapun menurut Mazhab Maliki, rukun mandi wajib antara lain: niat, meratakan air ke seluruh badan, tartib (beruntun tanpa diselingi perbuatan lain), membasuh seluruh badan dengan air, dan menyela-nyela rambut.

Baca artikel mnarik lainnya: Sering Merasa Kehilangan Arah Hidup, Inilah Tujuan Hidup dalam Islam Menurut Al-Qur’an

Tata Cara Mandi Wajib

Bagaimana sih …, tata cara mandi wajib yang benar menurut Islam dan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw?

Berikut ini GenQuMedia.com sajikan bagaimana praktik Nabi Muhammad saw. saat melakukan mandi janabah. Ada beberapa versi dengan periwayat yang berbeda-beda. Namun di sini, QenQuMedia.com kutipkan riwayat dari Ibunda Aisyah ra.

Aisyah ra. menuturkan: “Saat mandi junub, Nabi saw. mengawalinya dengan:

  1. Membasuh kedua tangannya,
  2. Beliau lantas menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya,
  3. Beliau mencuci farji (kemaluannya), 
  4. Lantas beliau berwudhu’ seperti wudhu’ orang shalat.
  5. Beliau mengambil air, kemudian memasukan jemari tangannya ke sela-sela rambutnya,
  6. Saat yakin semua kulit kepalanya telah basah, beliau lalu menyirami kepalanya sebanyak 3 kali,
  7. Beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air,
  8. Kemudian di akhir beliau mencuci kakinya.”

(HR. Bukhari Muslim) 

SahabatQu, perlu diingat bahwa praktik mandi janabah yang dilakukan oleh Rasulullah tersebut di dalamnya sudah tercakup yang wajib maupun yang sunnah ya.

Artikel NetQu: Alhamdulillah GenQuMedia.com Rilis, Siap Jadi Sahabat Literasi & Rujukan Utama Sahabat Muslim Muda

Perkara yang Dimakruhkan Saat Mandi Wajib

SahabatQu, agar mandi wajib kita mendekati sempurna, sebaiknya kita perlu memperhatikan beberapa perkara yang dimakruhkan berikut berdasarkan Mazhab Syafi’i:

1. Boros Air

Boros memang bukan kebiasaan muslim yang baik. Sebaliknya, boros adalah perbuat setan. So, stop boros air dalam hal apa pun, termasuk saat mandi janabah.  Dalam sebuah hadis digambarkan bagaimana Rasulullah saw mandi dengan 1 sha hingga 5 mud dan berwudhu dengan 1 mud. 1 sha= 2,752 liter. Sedangkan 1 mud = 4/6 liter, tepatnya 413/600 liter. Masya Allah, apa yang dicontohkan Rasulullah, benar-benar perilaku yang hemat air. So, air pun jadi tidak mubazir.

2. Menggunakan Air Tergenang

Sekalipun jumlah air tergenang jumlah melimpah, mandi janabah dengan air tersebut tetap dimakruhkan sebagaimana dalam hadis riwayat Imam Nasa’i.

3. Melakukan Perkara Makruh dalam Wudhu

Para ulama fikih menetapkan, perkara yang dimakruhkan dalam wudu juga termasuk makruh dalam mandi janabah. Perkara tersebut meliputi:

  • Wudhu pada tempat bernajis
  • Membasuh anggota wudhu lebih dari 3 kali
  • Terlalu irit dalam menggunakan air 
  • Meninggalkan salah satu atau lebih anggota tubuh yang disunnahkan
  • Berkumur atau beristinsyaq secara berlebihan
  • Berkata-kata selain zikir kepada Allah.

SahabatQu, demikianlah tata cara mandi wajib yang benar menurut Islam. Semoga artikel ini membantumu memudahkan pemahaman sehingga jadi lebih mudah ketika akan melakukan ritual mandi wajib. Selamat praktik mandi wajib ya, SahabatQu.

Leave a Comment