Tata Cara Ruqyah dengan Surah Al-Fatihah

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Al-Fatihah, salah satu surah utama dan pertama dalam Al-Qur’an. Sebagaimana Al-Qur’an yang menjadi Syifa (obat) bagi segala jenis penyakit, Surah Al-Fatihah juga bisa menjadi surah utama dalam praktik terapi ruqyah. Terapi ini merupakan praktik pengobatan Islam yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sarana penyembuhan.

Tata Caranya

SahabatQu, ruqyah dengan Surah Al-Fatihah dan pengobatan menggunakan metode berikut ini sebagaimana dilansir dari roqiyah.com:

  1. Bacalah Surah Al-Fatihah satu atau beberapa kali. Lalu menghembuskan napas ke tangan dan mengusap tempat yang terasa sakit. Bisa juga membaca langsung di tempat yang sakit dengan meletakkan tangan di atasnya dan menghembuskan napas langsung ke tempat yang sakit.
  2. Membaca Surah Al-Fatihah pada air satu atau beberapa kali, lalu meminumnya.
  3. Membaca Surah Al-Fatihah pada air satu atau beberapa kali. Kemudian mandi dengan air tersebut, dengan syarat air tidak boleh jatuh di tempat yang najis atau diusap dari tempat tersebut.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah pada madu satu atau beberapa kali, lalu mengonsumsinya.
  5. Membaca Surah Al-Fatihah satu atau beberapa kali pada minyak, lalu mengoleskan minyak tersebut di seluruh tubuh.

Penting untuk terus konsisten melakukan ruqyah dengan Surah Al-Fatihah secara berkala dan tidak hanya sekali. Penting juga untuk niat ikhlas kepada Allah, yakin bahwa kesembuhan berada di tangan-Nya. Ruqyah dengan Surah Al-Fatihah adalah sarana pengambilan tindakan yang disertai dengan ketenangan hati. Sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam mencari kesembuhan serta tawakal kepada Allah.

Sahnya Ruqyah dengan Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah dapat digunakan sebagai ruqyah (doa perlindungan) dan sebagai obat penyembuhan dari berbagai penyakit. Di antaranya: mata jahat (ain), panas, sengatan ular, dan segala macam penyakit sebagaimana dikutip dari kalemtayeb.com.

Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Suatu kali kami turun ke suatu tempat. Lalu datanglah seorang wanita dan berkata, “Pemimpin desa kami (al-Hayy) digigit ular. Apakah ada di antara kalian yang mampu melakukan ruqyah? Seorang dari kami bangkit. Sebelumnya kami tidak tahu apakah dia terampil dalam ruqyah. Lalu dia menggunakan Al-Fatihah sebagai ruqyah, dan pemimpin desa itu sembuh. Maka kami memberikan kepadanya domba sebagai hadiah, dan mereka memberi kami susu.

Kami bertanya, “Apakah kamu benar-benar terampil dalam ruqyah?” Dia menjawab, “Aku tidak menggunakan apa-apa selain Al-Fatihah untuk meruqyah.” Kami berujar, “Jangan pindahkan domba-domba ini sebelum kami bertemu dengan Nabi ﷺ.” Kemudian kami datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan kejadian tersebut. Beliau bersabda, “Bagaimana dia bisa tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah? Sumpahlah dan mintalah dia untuk membagi domba dan panah denganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis ini, Rasulullah saw. secara eksplisit menyatakan bahwa Surah Al-Fatihah merupakan bagian dari ruqyah. Disarankan untuk meruqyah diri dengan Surah Al-Fatihah untuk penyembuhan dari segala penyakit, termasuk ain, iri hati, demam, dan gigitan hewan.

Penjelasan Ibnu Qayyim

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Al-Fatihah adalah pembuka Kitab (Al-Qur’an), induk Al-Qur’an, tujuh yang diulang-ulang, obat yang sempurna, dan obat yang bermanfaat. Surah ini jadi ruqyah yang sempurna. Surat ini juga jadi kunci kekayaan dan kesejahteraan, pelindung kekuatan, penolak kesusahan, ketakutan, dan kesedihan bagi orang yang mengenal nilainya dan memberikan haknya, serta mengambil tindakan yang benar terhadap penyakitnya, mengetahui cara menyembuhkan dirinya, memahami rahasia penyembuhan, dan tawakal kepada Allah di dalamnya.”

Demikian juga, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan pengalaman pribadinya. Ketika ia mengalami rasa sakit yang sangat mengganggu saat melakukan tawaf dan aktivitas lainnya, ia segera membaca Al-Fatihah. Lalu ia mengusapkannya pada tempat yang sakit. Ia merasakan seperti batu yang terlepas dan mencoba metode tersebut berkali-kali dengan hasil yang positif.

Untuk meraih kesembuhan melalui ruqyah dengan Surah Al-Fatihah, konsistensi dan niat ikhlas kepada Allah menjadi kunci utama. Penting untuk diingat bahwa ruqyah adalah sarana, dan kesembuhan sejati berasal dari Allah. Teruslah menjalani terapi ruqyah dengan keyakinan dan tawakal kepada-Nya. Kemudian tetap berharap agar setiap langkah kita mendekatkan diri kepada kesembuhan yang Dia berikan. Bibarakati ummil Qur’an, Al-Fatihah!

Leave a Comment