Tata Cara Sedekah dalam Islam

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Ajaran Islam sangat menganjurkan setiap muslim untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah dengan cara bersedekah.

Bagaimanakah tata cara sedekah dan adab-adabnya dalam Islam? Untuk memahami lebih jauh, simak penjelasannya dalam artikel ini sebagaimana dikutip dari mawdoo3.com.

Adab Bersedekah dalam Islam

Berinfak di jalan Allah merupakan salah satu ibadah yang paling tinggi dan mulia, termasuk zakat wajib dan sedekah sukarela. Allah swt. telah mengaitkan zakat wajib dengan shalat di dua puluh delapan tempat karena pentingnya zakat, bersedekah, dan berinfak di jalan Allah.

Bersedekah mempunyai adab yang harus dipatuhi dan dipegang teguh oleh seorang muslim. Selain itu, ada adab berinfak di jalan Allah, adab berinfak kepada fakir miskin dan bersedekah yang perlu diperhatikan saat menunaikannya.

Berinfak di jalan Allah, termasuk di dalamnya bersedekah merupakan ibadah yang luhur, dan siapa saja yang melakukannya perlu memperhatikan dengan etika sebagai berikut:

Niat yang tulus

Tanamkan niat yang tulus karena Allah swt. saat bersedekah. Orang yang bersedekah tidak boleh bersedekah dengan tujuan apa pun selain mencari keridhaan-Nya. Tidak boleh pamer dalam bersedekah, mengambil untung, atau mengambil manfaat darinya. Karena itu merupakan ibadah, dan salah satu syarat diterimanya adalah keikhlasan niat kepada Allah Yang Maha Esa.

Dari penghasilan yang halal

Sedekah yang diberikan oleh seorang muslim haruslah dari penghasilan yang baik dan halal Hal ini bukan berasal dari keuntungan yang jahat dan terlarang. Hal ini karena Allah swt. itu Maha Baik dan tidak menerima apa pun selain yang baik.

Nabi Muhammad saw. bersabda: “Wahai manusia, Allah itu baik dan tidak menerima apa pun selain yang baik.” (HR. Bukhari Muslim)

Sedekah dengan harta terbaik

Bersedekahlah dengan harta yang baik dan bermanfaat. Bahkan, lebih baik harta itu menjadi salah satu harta terbaik yang dimiliki setiap mukmin. Allah swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Baqarah [2]: 267)

Mengharap pahala dari Allah

Hendaknya ketika bersedekah hanya mengharapkan pahala dari Allah swt. Dia tidak mengharapkan rasa syukur dari siapa pun selain Allah Yang Maha Esa atas apa yang telah diberikannya.

Niatkan bersyukur

Saat mengeluarkan sedekah, hendaknya dengan niat bersyukur kepada Allah. Muslim selayaknya bersyukur atas karunia Allah yang besar. Bersyukur kepada Allah karena telah memberinya kesuksesan dalam pekerjaan yang baik, baik dan berkah ini.

Tetap Rendah Hati

Janganlah seseorang bersedekah dalam keadaan sombong dan menganggap dirinya telah mempersembahkan sesuatu yang besar. yang ia syukuri kepada Tuhannya. Karena Tuhan Yang Maha Esa Maha Mandiri atas alam semesta, sebagaimana Allah katakan dalam ayat sebelumnya, Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Tata Cara Sedekah kepada Orang yang Membutuhkan

Bersedekah kepada orang yang membutuhkan mempunyai adab yang harus dipatuhi oleh seorang muslim. Tata cara dan adabnya antara lain sebagai berikut:

Dilakukan secara sembunyi-sembunyi

Allah Taala berfirman:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah [2]: 271)

Diperbolehkan menampakkan sedekah. Ini dilakukan dengan Maksudnya adalah untuk menebarkan semangat kompetisi dan semangat di kalangan orang-orang dan mendorong mereka untuk bersedekah.

Jangan menunggu balasan ketika bersedekah, baik imbalannya berupa materi maupun moral, seperti memperoleh suatu manfaat, melainkan ia bersedekah dan tidak mencari apa pun dengannya kecuali apa yang di sisi-Nya. Allah Taala berfirman:

اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا .وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. (QS. Al-Insān [76]: 8-9)

Tidak Mengungkit dan Menyakiti

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُوْنَ مَآ اَنْفَقُوْا مَنًّا وَّلَآ اَذًىۙ لَّهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih. (QS. Al-Baqarah [2]: 262)

Tata cara sedekah berikutnya adalah tidak menyebut-nyebutkan apa yang sudah disedekahkan. Juga tidak menyakiti orang disedekahi. Tanamkanlah keyakinan, bahwa harta yang dikeluarkan dengan niat sedekah akan mendapat balasannya dari Allah swt.

Berkata yang Baik

Mengatakan hal-hal yang baik ketika bersedekah atau ketika seorang muslim tidak mempunyai uang untuk bersedekah. Allah swt. berfirman:

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا

Jika (tidak mampu membantu sehingga) engkau (terpaksa) berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut. (QS. Al-Isrā’ [17]: 28)

Tidak Mempermalukan Mereka

Jangan mempermalukan mereka yang membutuhkan dengan memotretnya atau mewawancarai atau memotret mereka untuk iklan. Karena sedekah datang untuk mencegah rasa malu bagi manusia, bukan untuk mendatangkan kepada mereka. Maka Allah swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (QS. Al-Baqarah [2]: 264)

Sedekah dengan sesuatu yang bermanfaat

Menyedekahkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, bukan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.

Nasihat bagi orang yang bersedekah

Saat bersedekah, hendaknya seorang muslim melakukannya secara rutin, terus menerus dan tidak terputus. Nabi saw bersabda: Rasulullah ditanya pekerjaan manakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda: “Saya melakukannya secara rutin, meskipun kecil).” (HR. Muslim)

Bersedekahkah dimulai dari yang terdekat, lalu yang terjauh. SahabatQu, demikianlah penjelasana mengenai tata cara sedekah dalam ajaran Islam. Semoga artikel ini bermanfaat. Ya Rabb, berikanlah kekuatan dan kemampuan agar kami dapat istiqomah bersedekah karena-Mu.

Leave a Comment