Tata Cara Shalat Taubat yang Benar Sesuai Sunnah Nabi

Kasih bintang post

GenQu Media—Shalat taubat merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Seorang muslim melaksanakannya untuk bertaubat kepada Allah dari dosa atau kesalahan yang telah dilakukannya. Sayangnya, saat ini banyak orang yang telah meninggalkan ibadah ini.

Melalui artikel ini SahabatQu akan memahami tata cara shalat taubat dengan benar, berapa jumlah rakaat shalat ini, kapan waktu yang tepat, semuanya berdasarkan tuntunan Nabi saw. sebagaimana dikutip dari Tathwir.com. Simak artikel ini sampai tuntas untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang shalat taubat.

Apa Itu Shalat Taubat?

Shalat taubat adalah shalat yang dilakukan oleh seorang muslim setelah melakukan dosa. Shalat ini menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah. Tujuannya adalah untuk mengakui kesalahan dan memohon taubat atas dosa yang telah dilakukan.

Shalat taubat terdiri dari dua rakaat. Shalat ini juga disebut juga shalat istighfar karena mengandung doa istighfar.

Selain kalimat di atas, bisa juga dengan kalimat lain yang semakna. Shalat taubat merupakan ibadah yang dianjurkan menurut pendapat ulama empat mazhab, yakni Imam Malik, Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad.

NetQu: Siomay Terlezat di Bogor: Ini Pengalamanku Menikmati Kelezatannya

Mengapa Perlu Shalat Taubat?

Seorang muslim melakukan shalat taubat setelah melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil. Ia diwajibkan untuk segera bertaubat, menyesali perbuatannya, berhenti dari dosa tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Disunahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebagai salah satu tindakan kebaikan sebagai bentuk kerinduan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan shalat ini, dia berharap Allah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya.

Waktu Pelaksanaan

Berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, shalat ini termasuk dalam kategori sunah mutlaqah atau sunnah yang bisa dilakukan kapan saja. Shalat ini dianjurkan dilakukan pada semua waktu, termasuk dalam waktu-waktu yang biasanya tidak dianjurkan shalat (seperti setelah shalat Ashar), karena shalat taubat memiliki alasan atau sebab pelaksanaannya, dan oleh karena itu dilakukan saat sebab tersebut hadir.

Adapun waktu-waktu yang tidak dianjurkan melakukan shalat sunnah adalah lima:

  1. Usia shalat Subuh hingga terbitnya matahari, menurut pendapat Imam Abu Hanifah.
  2. Dari terbitnya matahari hingga matahari sedikit melebihi ketinggian sebuah tombak.
  3. Ketika matahari berada di tengah langit hingga sebelum tergelincir.
  4. Setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam, menurut pandangan Imam Abu Hanifah.
  5. Saat matahari mulai terbenam hingga terbenam sepenuhnya.

Kelima waktu ini adalah waktu-waktu dimana tidak disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah.

Tata Cara Shalat Taubat

Bersuci

Langkah pertama adalah menyucikan diri sebagaimana yang biasa dilakukan ketika hendak melaksanakan shalat fardhu. Seseorang harus berwudhu atau mandi junub terlebih dahulu.

Mulai tunaikan shalat

Kemudian, si pelaku taubat memulai shalat dengan melakukan dua rakaat. Dia niatkan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah.

Niat

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

"Aku berniat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Taala."

Shalat sampai selesai

Selanjutnya, setelah takbiratul ihram, dia melakukan langkah-langkah seperti dalam shalat, yaitu membaca Surah Al-Fatihah dan sebagian Al-Qur’an dalam setiap rakaat.

Saat dalam shalat taubat, sangat dianjurkan bagi orang yang bertaubat untuk banyak berdoa, memohon ampunan, merendahkan diri, dan memohon kepada Allah. Mungkin saja doanya akan diterima oleh Allah dari para pelaku taubat.

Shalat taubat sebaiknya dilakukan secara individu, karena shalat ini termasuk dalam kategori shalat sunnah dan tidak dianjurkan untuk dilakukan berjamaah.

Doa Shalat Taubat

Setelah menyelesaikan shalat taubat, dianjurkan berdoa dan memohon dengan khusyuk. Bacalah doa berikut:

Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih

"Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada Nya."
Sayyidul Istighfar

Kemudian dilanjutkan dengan “Sayyidul Istighfar” yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ:

اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

“Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastata’tu, a’udhu bika min sharri ma sana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bidhanbi, faghfir li, fa innahu la yaghfiru adh-dhunuba illa anta.”

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku berpegang pada janji dan perjanjianku [kepada-Mu] sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau."

Shalat taubat tidak memiliki waktu tertentu yang ditentukan untuk melakukannya. Shalat ini dikerjakan sebagai bagian dari proses taubat dan kembali kepada Allah. Kapan pun seseorang merasakan penyesalan dan ingin kembali kepada Allah, dia dapat langsung melakukan taubat.

Oleh karena itu, dia bisa melakukannya kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang tidak dianjurkan untuk shalat. Shalat ini disunahkan untuk dilakukan sebagai bagian dari proses taubat dari segala dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil.

Orang yang bertaubat dianjurkan untuk melakukan banyak amal kebajikan, seperti bersedekah. Sedekah adalah salah satu ibadah yang pahalanya besar dan dapat menghapus dosa-dosa.

Demikianlah tata cara shalat taubat dengan benar, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Shalat ini merupakan wujud kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan mendapatkan rahmat-Nya, serta menjadi bagian dari proses taubat dan kembali kepada jalan yang benar.

MotivasiQu: 3 Kunci Bahagia, Amalkan Agar Hidup Lebih Tenang

Syarat Shalat Taubat

Para fuqaha’ dan ulama telah menyebutkan lima syarat untuk diterimanya taubat seseorang. Agar taubatnya dapat diterima dan ia merasa yakin bahwa taubatnya telah diterima oleh Allah, maka ia harus memenuhi kelima syarat tersebut:

  1. Ikhlas Niat kepada Allah. Niat harus tulus hanya untuk Allah dalam taubat ini, dan bukan untuk mendapat persetujuan dari siapapun selain-Nya.
  2. Meninggalkan Dosa Sepenuhnya. Ia harus benar-benar berhenti dari perbuatan dosa, merasa menyesal atas perbuatannya sebelumnya, dan bersumpah untuk tidak akan kembali melakukannya.
  3. Berazam untuk Tidak Mengulangi Dosa. Ia harus bertekad sungguh-sungguh untuk tidak kembali melakukan dosa yang sama.
  4. Memulai Taubat dan kembali kepada Allah Sebelum Maut. Ia harus segera memulai taubat dan berpaling kepada Allah sebelum ajal menjemputnya.
  5. Melunasi Hak-hak. Jika dosa yang dilakukan melibatkan hak-hak sesama manusia, ia harus mengembalikan hak-hak tersebut. Jika hal ini sulit, ia harus memberikan sumbangan bernilai setara.

Berapa Kali Melakukan Shalat Taubat?

Cukup satu kali shalat untuk semua dosa masa lalu. Namun, shalat tersebut dilakukan dengan tekad yang sungguh-sungguh untuk bertaubat sepenuh hati. Lakukanlah dua rakaat shalat, memohon ampunan dan taubat dengan perasaan tunduk dan rendah hati di hadapan Allah Yang Maha Agung.

Setelah itu, mohonlah ampunan dan taubat kepada-Nya atas dosa-dosamu. Shalat ini adalah untuk umumnya taubat. Bagi orang yang ingin berulang kali melakukan taubat, lebih baik untuk melakukan sedekah, istighfar, dan berdoa kepada Nabi setelah berbuat dosa. Hal ini diiringi oleh keyakinan yang baik kepada Allah.

Muslim Hack: Inilah Tata Cara Sujud Syukur dalam Islam

Manfaat Shalat Taubat

Di antara manfaat shalat Taubat adalah sebagai berikut:

  1. Pengampunan dosa.
  2. Meraih kasih sayang dan ridha Allah.
  3. Kelapangan rezeki dan berkah dalam hidup.
  4. Menjaga perilaku seorang muslim dan menguatkan pengendalian diri dalam dirinya.
  5. Mencapai kasih sayang manusia terhadapnya dan orang-orang menyukai berbicara dengannya.
  6. Kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.
  7. Kekompakan dan persatuan masyarakat, terutama karena meninggalkan dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak manusia.
  8. Merasa puas dengan diri sendiri dan menghargai diri.
  9. Menggapai makna pengabdian yang sejati kepada Allah. Terutama ketika seorang muslim merasa lemah di hadapan Penciptanya dan tunduk pada-Nya.
  10. Ketenangan dalam urusan kehidupan dan merasa bahagia.

Bagaimana Tata Cara Shalat Taubat yang Tulus?

SahabatQu, maksimalkan shalat Taubat agar Allah benar-benar menerima taubat kita. Inilah tata cara shalat Taubat yang tulus:

  1. Berdirilah dengan khusyuk dan merenunglah atas dosa-dosamu.
  2. Tingkatkan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  3. Mohon ampunan dengan tulus dan rendah hati.
  4. Tetapkan tekad untuk tidak kembali kepada dosa tersebut.
  5. Setelah shalat, teruskan taubat dan istighfar sepanjang waktu.
  6. Lakukan amal saleh sebagai bentuk komitmen pada taubat.

Shalat Taubat merupakan sunah yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Shalat sunnah ini bisa ditunaikan dilakukan saat seseorang bertaubat dari dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil, baik segera setelah berbuat dosa atau setelah jangka waktu tertentu.

Disarankan bagi orang yang bertaubat untuk juga melakukan amal-amal saleh sebagai pelengkap taubatnya. SahabatQu, demikianlah tata cara shalat taubat. Semoga artikel ini membantu dan SahabatQu tergolong ahli taubat yang Allah terima segala taubatnya.

Leave a Comment