Inilah Tata Cara Sujud Syukur dalam Islam

Kasih bintang post

GenQu Media—Ketika seseorang memberikan sesuatu yang sangat kita mimpikan, tentu kita akan benar-benar berterima kasih kepadanya. Begitu pula, ketika kita mendapatkan karunia dari Allah, sebagai hamba-Nya sudah sepatutnya kita mensyukurinya.

Ada banyak cara mengekspresikan rasa terima kasih atau syukur kita kepada Sang Pencipta. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan sujud syukur. Menurut KBBI, sujud syukur adalah sujud ketika memperoleh kenikmatan, keberhasilan, kegembiraan atau terlepas dari kesulitan atau musibah. Lantas, bagaimanakah tata cara sujud syukur dalam Islam?

Kenapa Harus Bersujud Syukur?

Dalam The Power of Syukur, Choirul Mahfud menjelaskan tentang sujud syukur sebagai suatu tindakan yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. Sujud syukur dilakukan dengan sujud sekali, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Tindakan ini dilakukan ketika seseorang menerima nikmat baru atau terhindari dari musibah. Kadang-kadang, sujud syukur juga dilakukan dengan praktis, yaitu dengan langsung bersimpuh dan mencium tanah sebagai simbol atau tanda syukur kepada Allah.

Artikel FYI: 5 Keutamaan Surah Al-Mulk, Menyingkap Rahasia & Manfaatnya

Bersyukur dengan Taat

Namun, bersyukur kepada Allah tidak hanya dilakukan melalui sujud syukur dan shalat. Selain itu, kita juga dapat melakukan ibadah yang diperintahkan oleh Allah, baik dalam rangka berhubungan langsung dengan Allah, seperti amal ibadah khusus dalam rukun Islam, maupun dalam hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta, seperti ibadah umum. Bersyukur juga dapat diekspresikan dengan usaha semaksimal mungkin untuk menjauhi segala larangan Allah (amar makruf nahi munkar).

Secara praktis, ungkapan syukur dapat diwujudkan dengan memanfaatkan segala yang kita miliki untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan orang di sekitar kita. Kita dapat menggunakan mata kita untuk melihat yang baik dan memahami ayat-ayat kekuasaan Allah. Kaki kita dapat digunakan untuk berjalan menuju kebaikan. Telinga kita digunakan untuk mendengar yang baik. Hati kita dapat merasakan, menghayati, dan mensyukuri nikmat-Nya.

Selain itu, nikmat sehat yang kita rasakan juga dapat kita manfaatkan untuk bekerja dan beribadah dengan sepenuh hati. Nikmat harta yang kita miliki dapat digunakan untuk berbagi, bersedekah, dan berinvestasi untuk kehidupan akhirat. Nikmat iman yang terpatri dalam hari juga perlu terus kita syukuri dengan berdoa dan berusaha terus menerus mengimplementasikan ajaran Islam dengan ikhlas hanya karena Allah.

Artikel Muslim Hack: Inilah Panduan Praktis Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah

Anjuran Melakukan Sujud Syukur

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mengutip sebuah hadis yang menjadi landasan berkaitan dengan anjuran untuk melakukan sujud syukur. Hadisnya sebagai berikut.

Dari Sa’ad bin Abu Waqqas ra. ia berkata: “Kami bersama-sama Rasulullah saw. keluar dari kota Makkah menuju ke kota Madinah. Ketika kami mendekati Azwara tiba-tiba beliau turun dari kendaraannya, kemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa sejenak lalu sujud lama sekali. Beliau melakukannya hingga tiga kali.

Lantas beliau bersabda: “Sesungguhnya aku memohon kepada Allah agar supaya saya diberi izin untuk memberi syafaat kepada ummatku. Lalu Allah memperkenankannya sepertiga dari ummatku maka aku sujud syukur kepada Tuhanku. Setelah itu aku mengangkat kepala dan memohon kepada Allah agar saya diberi izin memberi syafaat kepada ummatku dan Allah pun memperkenankan sepertiga dari ummatku.

Maka aku sujud syukur kepada Tuhanku karena bersyukur. Setelah itu aku mengangkat kepalaku lagi untuk memohon kepada Allah agar supaya saya diberi izin untuk memberi syafaat kepada ummatku dan Allah pun memperkenankan sepertiga ummatku yang lain, maka aku sujud kepada Allah (karena bersyukur)”. (HR. Abu Daud).

Sementara itu, dalam The Power of Syukur, Choirul Mahfud juga menuturkan, Nabi Muhammad saw. pernah melakukan sujud syukur ketika mendapatkan kabar gembira. Dalam riwayat Abu Bakrah ra., Nabi Muhammad saw bersimpuh sujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah saat mendapatkan perkara yang menyenangkan.

Sedangkan dalam hadis lain, Nabi Muhammad saw. juga melakukan sujud syukur ketika ia merasa bahagia. Dalam hadis tersebut, Al-Barra bin ‘Azib ra. mengutip bahwa Nabi saw. mengutus ‘Ali ke Yaman, dan saat Rasulullah saw. membaca surat yang ditulis oleh ‘Ali, beliau sujud syukur sebagai bentuk syukur kepada Allah Taala.

Artikel StoryQu: Kenapa Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus?

Tata Cara Sujud Syukur

SahabatQu, sujud syukur dilakukan dengan cara melakukan satu kali sujud, mirip dengan sujud tilawah. Beginilah urutan tata cara sujud syukur dalam Islam:

  1. Sebelum sujud, seorang muslim harus dalam keadaan suci, menghadap ke arah kiblat, dan mengucapkan takbir.
  2. Lakukanlah sujud syukur satu kali. Selama sujud, bacaan yang dibacakan sama seperti saat sujud dalam shalat.
  3. Kemudian mengucapkan takbir lagi dan mengangkat kepala. Selanjutnya usai melakukan sujud syukur, tidak ada salam dan tasyahud.

Doa Sujud Syukur

Setelah tuntas melakukan sujud syukur, bacalah doa berikut ini

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Sajada wajhiya lilladzii khalaqahu washawwarahu wasyaqa sam’ahu wa basharahu bihaulili wa quwwatihi fatabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin

"Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta."

SahabatQu, demikianlah uraian singkat mengenai anjuran untuk sujud syukur ketika diberikan kenikmatan dan bagaimana tata cara sujud syukur dalam Islam. Semoga Allah senantiasa memberikan limpahan nikmat sehingga SahabatQu bisa sering-sering menundukkan kepala di atas sajadah untuk mensyukuri segala karunia-Nya.

Leave a Comment