Wujudkan Mimpi dengan Shalat Hajat, Inilah Tata Caranya

Kasih bintang post

GenQu Media—Shalat Hajat, salah satu ibadah yang penuh makna dan berpotensi mewujudkan berbagai mimpi atau cita-cita. Ibadah yang dilakukan dengan penuh harapan dan ketulusan ini, telah menjadi jalan bagi banyak orang untuk mencapai tujuan mereka dalam hidup.

Shalat Hajat merupakan shalat sunah yang ditunaikan seseorang untuk memohon kepada Allah swt. agar diberikan pertolongan dalam memenuhi keinginan atau hajatnya.

Dalam artikel ini, GenQu Media akan mengulas tata cara pelaksanaan shalat Hajat yang benar, serta bagaimana shalat ini dapat menjadi sarana untuk mewujudkan berbagai impian dan keinginan.

Dalil Shalat Hajat

SahabatQu, anjuran shalat hajat agar bisa terkabul mimpi atau keinginan didasarkan pada beberapa dalil, baik Al-Qur’an maupun hadis.

Dalil Al-Qur’an

Banyak ulama yang mendukung praktik pelaksanaan Shalat Hajat juga merujuk pada ayat Allah swt. yang menyatakan,

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

"Mohonlah pertolongan kalian dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 45)

Dalil Sunah

Ada beberapa hadis yang dijadikan rujukan untuk shalat sunah ini. Salah satunya adalah hadis berikut. Dari Usman bin Hunaif,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللهَ لِي أَنْ يُعَافِيَنِي فَقَالَ إِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ لَكَ وَهُوَ خَيْرٌ وَإِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ فَقَالَ ادْعُهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ

Seorang lelaki buta datang kepada Nabi saw. seraya berkata: "Doakanlah aku agar Allah menyembuhkanku." Beliau bersabda: "Jika kamu mau, maka aku tangguhkan bagimu dan itu lebih baik, dan jika kamu mau, maka aku akan doakan kamu." Lelaki itu berkata, "Doakanlah." Kemudian beliau menyuruhnya agar berwudu dan membaguskan wudunya. Lalu menunaikan shalat dua rakaat dan berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dan menghadap kepada-Mu dengan perantaraan Muhammad, Nabi pembawa rahmat. Ya Muhammad, aku telah menghadap dengan perantaraanmu kepada Rabb-ku di dalam hajatku ini agar terpenuhi. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya bagi diriku." [HR. Ibnu Majah].

NetQu: GenQu Media, Sahabat Literasi Muslim Muda

Tata Cara Shalat Hajat

Tata cara pelaksanaannya sejalan dengan prinsip-prinsip dasar shalat sunnah umum. Shalat Hajat biasanya terdiri dari minimal dua rakaat dan seringkali dilakukan di waktu malam.

Lafaz Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillahi ta’ala

“Aku berniat shalat sunah Hajat dua raka’at karena Allah Taala”

Doa setelah Shalat Hajat

Siapa yang tidak ingin mimpinya menjadi nyata. Karenanya setelah menunaikan shalat Hajat sempurnakan dengan doa. Dalam kitab al-Adzkar, mengutip doa berikut setelah menunaikan shalat Hajat.

Doa Pertama

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَههُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambin wal-ganiimata min kulli birrin was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzanban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridlan illaa qadlaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”

Doa Kedua

Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut,

اللَّهُمَّ آتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar

“Ya Allah anugerahkan kebaikan kepadaku baik di dunia maupun di akhirat, dan jagalah aku dari siksa api neraka.”

Waktu Mustajab Shalat Hajat

Dalam buku Panduan Praktis Shalat Hajat, Ali Akbar bin Aqil menjelaskan, pelaksanaan shalat hajat dapat dilakukan kapan saja. Bisa pada siang maupun malam hari, di luar waktu yang diharamkan untuk shalat sunah.

Menurutnya, waktu yang paling dianjurkan untuk menjalankan shalat hajat adalah pada sepertiga malam terakhir. Waktunya berkisar antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang subuh.

SahabatQu, shalat Hajat, bukan sekadar praktik ibadah sunah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Shalat ini merupakan kunci menuju realisasi impian dan aspirasi kita. Dengan tata cara yang benar dan hati yang tulus, kita dapat meraih manfaat besar dari shalat hajat ini.

Semoga artikel ini membantu SahabatQu dalam memahami betapa pentingnya shalat hajat. Shalat ini membantu kita dalam menjalani perjalanan hidup dan meraih apa yang kita impikan. Mari kita terus melangkah dengan penuh keyakinan dan harapan. Semoga dengan ikhtiar jalur langit lewat Shalat Hajat, mimpi kita dapat menjadi kenyataan.

Leave a Comment