Kisah Inspiratif Program ‘Rembulan’ di Desa Sadawangi

3.8/5 - (5 votes)


GenQu Media
Desa Sadawangi terletak di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Di desa ini, terdapat sebuah organisasi yang bernama Karang Taruna Bhakti Muda Persada (BMP). Karang Taruna Bhakti Muda Persada dipimpin oleh Parman Suryana pada tahun 2018 hingga 2019. Pengukuhan Karang Taruna Sadawangi dilaksanakan di Bale Desa Sadawangi dengan jumlah pengurus sebanyak 35 orang.

Inovasi Program Karang Taruna

Desa Sadawangi merupakan desa yang diharapkan menjadi desa wisata. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa tempat yang potensial untuk dijadikan objek wisata, salah satunya adalah Curug Kapakuda. Curug Kapakuda terletak di atas bukit sawah Kapakuda. Curug ini jarang diketahui orang karena minim eksposur media. Karang Taruna Bhakti Muda Persada di bawah kepemimpinan Parman Suryana sekitar tahun 2018 mengambil peran dalam pengelolaan Curug Kapakuda. Tempat ini awalnya hanya sebuah curug biasa, tetapi diubah sedemikian rupa sehingga memiliki tempat istirahat dan taman bermain.

Seiring berjalannya waktu, Karang Taruna Sadawangi mulai berkembang di bidang kemanusiaan. Salah satu kegiatan yang dilakukan pada tahun 2018 adalah kegiatan BPM Peduli Bencana. Kegiatan BMP Peduli Bencana ini bertujuan untuk menggalang dana bagi saudara-saudara di Palu Donggala. Pada saat itu, Karang Taruna Sadawangi fokus dalam pengelolaan bank sampah yang diurus oleh saudara Iyan Surya Permana sebagai penanggung jawab. Iyan Surya Permana mendapat inspirasi langsung dari almarhum Catur Edi Kuswanto, yang akrab disapa Mr. Chees.

Mr. Chees memberikan banyak gagasan untuk Karang Taruna Desa Sadawangi. Dari sekian banyak gagasan yang diberikan, salah satu yang tetap dilestarikan hingga hari ini adalah program Rembulan (Rereongan 5 ribu per bulan).

Asal Mula Nama Program Rembulan

Berawal pada 25 Agustus 2018, di kediaman Kang Jeje Jaenudin yang saat itu menjadi sekretariat Karang Taruna Bhakti Muda Persada Sadawangi. Tempat tersebut sering disebut MAKO atau Markas Komando karena menjadi pusat informasi Karang Taruna Desa Sadawangi, di mana segala hal yang bersifat internal dibahas di sana. MAKO ini, yang terdiri dari dapur, satu kamar mandi, dan dua kamar, menjadi awal mula dari program yang kemudian dikenal sebagai Program Kokojo di Karang Taruna Sadawangi.

Pada malam tersebut, dihadiri oleh Kang Jeje Abdul Jamil, Kang Iyan Suryanegara, Kang Parman Suryana, Kang Chetink Munazart, dan Mr. Chees sendiri dalam obrolan informal. Mereka membahas cara mengurangi angka kemiskinan di Desa Sadawangi berdasarkan hasil riset Kang Jeje Abdul Jamil. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa angka kemiskinan di desa tersebut tetap stagnan dari tahun ke tahun, tanpa mengalami penurunan atau peningkatan.

Menghadapi fakta tersebut, Kang Jeje Abdul Jamil mencari saran untuk gagasan atau terobosan terbaru. Parman Suryana sebagai Ketua Umum Karang Taruna Desa Sadawangi mengusulkan untuk melakukan pendataan warga, memisahkan antara warga yang mampu dan kurang mampu. Kang Jeje Abdul Jamil dan Kang Aldi ditugaskan sebagai bidang operasional lapangan untuk melaksanakan pendataan.

Iuran dari Warga yang Mampu

Dalam obrolan tersebut, mereka juga membahas ide untuk memungut iuran sebesar 5 ribu rupiah kepada warga yang dianggap mampu. Uang tersebut akan dikumpulkan dan diolah oleh bendahara Karang Taruna saat itu, Kang Iyan Surya Negara, untuk dibelikan sembako. Sembako tersebut kemudian akan diberikan kepada warga kurang mampu berdasarkan hasil pendataan Kang Jeje Abdul Jamil.

Namun, belum ada nama resmi untuk program ini. Saat itu, Mr. Chees mengusulkan nama “Rembulan” yang artinya “Rereongan 5 Ribu Per Bulan”. Usulan tersebut langsung disetujui oleh Kang Parman Suryana. Selain memberi nama Rembulan, Mr. Chees juga mengusulkan pembentukan ojol tingkat desa, yaitu sistem antar jemput dan angkut barang di desa menggunakan WhatsApp grup. Hal ini terwujud dalam pembentukan komunitas SIALINK (Siap Antar Keliling) di bawah naungan Karang Taruna Sadawangi.

SIALINK, yang terdiri dari Mr. Chees sebagai pembimbing, Iyan Surya Negara sebagai pimpinan, Cep Aldi, dan Ang Yayan sebagai kurir, menjadi alternatif pengangkutan masyarakat desa. Program Rembulan dan komunitas SIALINK resmi diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2018, dan pendataan warga berhasil dilaksanakan sebagai bagian dari progess yang terus berlanjut.

Progres Rembulan

Bulan September menjadi awal pelaksanaan kegiatan Rembulan. Pada bulan tersebut, berhasil terkumpul uang sebesar 500 ribu rupiah dari seluruh warga Desa Sadawangi. Saudara Chetnik Munazart ditugaskan sebagai penagih dana Rembulan. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan sembako seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, sabun cuci, bumbu, dan telur. Sebanyak 70 paket sembako dibagikan kepada warga Blok Cibitung Desa Sadawangi.

Dengan harapan agar warga lebih antusias, teknis pembagian Rembulan dilakukan secara bergiliran per blok. Misalnya, bulan ini dibagikan di Blok Cibitung, bulan depan akan dilakukan di Blok Sidamukti. Warga penerima bantuan Rembulan sangat berterima kasih kepada Karang Taruna Sadawangi atas kepeduliannya. Pada bulan Desember 2018, Rembulan mencapai tahap kejayaan. Pada tahap keempat, Karang Taruna Desa Sadawangi menerima dana sebesar 3.350.000 rupiah.

Dana Rembulan tahap keempat tidak digunakan untuk membagi sembako, melainkan untuk membedah rumah seorang lansia bernama Mak Rukmi di Blok Kebon Gede Desa Sadawangi. Meskipun hanya sebuah rumah sederhana, keluarga Mak Rukmi sangat berterima kasih kepada Karang Taruna Desa Sadawangi. Kang Parman Surya Permana, Kang Iyan Suryanegara, almarhum Agus Bambang Somantri, almarhum Mr. Chess, dan Kang Jeje Abdul Jamil terlibat dalam proses rehabilitasi rumah ini selama 3 hari.

Meskipun hasilnya tidak sempurna, proses rehabilitasi rumah ini berhasil membuat keluarga Mak Rukmi bahagia. Keberhasilan ini membuat Karang Taruna Sadawangi mendapatkan perhatian dari pihak Pemerintah Desa Sadawangi dan Pemerintah Kecamatan Lemahsugih. Semua kegiatan Rembulan didokumentasikan dan diabadikan oleh Kang Iyan Suryanegara melalui kanal YouTube pribadinya, meskipun pada saat itu sinyal dan perangkat di desa masih kurang mendukung.

Proses pembuatan kanal YouTube oleh Kang Iyan Suryanegara menunjukkan semangatnya dalam mengembangkan eksistensi Desa Sadawangi. Selain itu, keberhasilan kegiatan Rembulan juga memotivasi Karang Taruna Dayeuh Wangi untuk membuat kegiatan serupa dengan nama Mentari.

Rintangan Rembulan

Dalam menjalankan organisasi, tidak selalu ada jalan mulus. Pada tahun 2018-2019, Karang Taruna Desa Sadawangi mengalami puncak kejayaan yang luar biasa. Pihak Kecamatan Lemahsugih bahkan membuat kegiatan yang hampir serupa dengan Rembulan dengan nama yang berbeda. Kabar mengenai kesuksesan Karang Taruna Sadawangi sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Majalengka, sehingga mendapat apresiasi tinggi.

Namun, rintangan yang dihadapi oleh Karang Taruna adalah sikap sinis beberapa individu yang melihat kemajuan. Meskipun bukan masalah besar, hal tersebut tidak menghentikan kemajuan yang telah dicapai. Demikian pula, SIALINK pada tahun 2018-2019 mengalami kemajuan layaknya Gojek dan Grab di perkotaan. SIALINK menjadi alternatif pengangkutan di Desa Sadawangi sesuai harapan almarhum Mr. Chees.

Dua gagasan, yaitu SIALINK dan Rembulan, menjadi awal dari kemajuan Desa Sadawangi. Karang Taruna Desa Sadawangi memberikan catatan prestasi untuk desa tersebut di bawah kepemimpinan almarhum Yaya Hidayat sebagai Kepala Desa. Karang Taruna Sadawangi diakui sebagai panutan oleh Karang Taruna di Kecamatan Lemahsugih, dan Ketua Karang Taruna Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi untuk Karang Taruna Desa Sadawangi.

Perjalanan Karang Taruna Desa Sadawangi mengajarkan tentang saling bantu-membantu dan tolong-menolong dalam mencapai keadilan sosial dan ekonomi di lingkup Desa Sadawangi. Hingga hari ini, Program Rembulan masih berlanjut di kepengurusan Karang Taruna setelah kepemimpinan Parman Suryana. Pada tahun 2023, kegiatan Rembulan tetap menjadi pengingat akan tahap keempat yang sukses, di mana warga di luar Desa Sadawangi turut berpartisipasi menyumbangkan harta untuk kesejahteraan bersama. Semua keberhasilan ini memotivasi untuk terus melangkah menuju keadilan sosial dan ekonomi di Desa Sadawangi. [Adam Mujaddid Hidayatulloh]

2 thoughts on “Kisah Inspiratif Program ‘Rembulan’ di Desa Sadawangi”

Leave a Comment