Legendaris, Inilah Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

5/5 - (1 vote)

GenQuMedia.com—SahabatQu, di dalam surah al-Kahfi ada beragam kisah bersejarah yang layak disimak, salah satunya kisah Ashabul Kahfi yang diceritakan dalam  surah Al-Kahfi  ayat 9 hingga ayat 26. Kisah ini pernah dibuat jadi sebuah lagu islami oleh Raihan, grup nasyid legendaris asal Malaysia.

Rupanya kisah 7 pemuda beriman yang tertidur dalam gua selama ratusan tahun ini tidak hanya diceritakan dalam Al-Quran, tetapi juga diceritakan dalam kitab suci lain dan memiliki beragam versi. Nah, seperti apakah kisahnya menurut Al-Qur’an? Silakan SahabatQu simak artikel ini sampai tuntas.

Kronologi Kisah

SahabatQu, kisah Ashabul Kahfi terjadi pada zaman pemerintahan Raja Dakyanus yang memerintah di Romawi pada abad ke-3 atau ke-4 Masehi. 

Raja Dakyanus dikenal sebagai raja yang memerangi agama tauhid. Dia menyerbu kota Efesus dan memaksa penduduknya menyembah berhala.

Sejumlah pemuda mukmin di kota Efesus merasa terancam oleh kezaliman Raja Dakyanus dan kekufuran yang meluas. Al-Qur’a tidak secara spesifik menyebut nama ketujuh pemuda ini. Ada beragam versi nama. Misalnya ada yang menyebut nama 7 pemuda Ashabul Kahfi ini adalah: Kastunus, Martinus, Maxalmena, Danimus, Bairunus, Thamlika, dan Yathbunus. 

Ketujuh pemuda ini akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kota dan mencari perlindungan. Mereka bersepakat untuk mengasingkan diri di sebuah gua.

Setelah berada di dalam gua, Allah swt. menidurkan mereka selama 309 tahun. Selama mereka tertidur, Allah melindungi dan menjaga mereka dari penganiayaan dan penganiayaan Raja Dakyanus.

SahabatQu Baca Juga: Sering Merasa Kehilangan Arah Hidup, Inilah Tujuan Hidup dalam Islam Menurut Al-Qur’an

Usai tidur panjang selama 309 tahun, Allah kemudian membangunkan mereka. Ketika mereka bangun, mereka berasumsi bahwa mereka hanya tidur sebentar, tetapi ketika mereka mengirim salah satu anggota mereka ke kota untuk mendapatkan makanan.

Mereka menyadari bahwa dunia telah seratus delapan puluh derajat berubah. Kota Efesus telah dipimpin oleh raja yang adil. Mereka akhirnya sadar bahwa mereka telah tidur selama waktu yang demikian lama.

Selanjutnya kabar tentang keberadaan mereka menyebar di kota. Masyarakat menjadi amat penasaran dengan mereka. Beberapa orang berusaha memanfaatkan mereka untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau menguasai mereka. Namun, mereka memilih untuk menjaga diri dan keyakinan mereka.

Anjing Istimewa yang Masuk Surga

SahabatQu, selama ketujuh pemuda tersebut tertidur di dalam gua,  mereka ditemani oleh seekor anjing yang menjaga mereka selama tertidur di gua itu. Sebagian riwayat menyebutkan anjing ini bernama Qithmir. Dia menjaga para pemuda itu di mulut gua. Atas dedikasinya, Qithmir oleh Allah dijanjikan masuk surga. Kisah anjing penjaga Ashabul Kahfi ini disebutkan dalam surah Al-Kahfi ayat 22.

Lokasi Gua Ashabul Kahfi

SahabatQu, Lokasi yang tepat dari gua tempat tinggal Ashabul Kahfi tidak disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an hanya menyebutkan bahwa mereka bersembunyi dalam gua. Oleh karena itu, tidak ada informasi pasti tentang nama gua atau lokasi geografisnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa klaim tentang kemungkinan lokasi gua Ashabul Kahfi yang disebutkan dalam tradisi dan legenda setempat di berbagai budaya. Beberapa tempat yang diidentifikasi sebagai potensial lokasi gua Ashabul Kahfi termasuk dalam wilayah yang meliputi Yordania, Turki, dan beberapa negara lainnya di sekitar kawasan Timur Tengah. Ada yang menyebutkan, lokasi yang paling mendekati adalah gua yang terletak di Yordania.

Namun, penting untuk dicatat bahwa klaim-klaim ini berdasarkan pada tradisi lokal dan legenda yang berkembang dalam masyarakat setempat, bukan pada sumber-sumber yang memiliki kepastian sejarah yang kuat atau referensi langsung dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, tidak ada kesepakatan pasti mengenai lokasi gua Ashabul Kahfi yang dapat dianggap sebagai kebenaran mutlak.

Perlu diingat, hal terpenting adalah pesan moral dan spiritual yang terkandung dalam kisah Ashabul Kahfi, bukan lokasi fisiknya. Kisah ini mengajarkan nilai-nilai seperti keteguhan iman, ketulusan hati, perlindungan Allah, dan ketaatan kepada-Nya, yang relevan untuk semua umat Muslim di mana pun mereka berada.

SahabatQu Baca Juga: 11 Fungsi Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Ashabul Kahfi menyampaikan beberapa pelajaran berharga yang dapat diambil. Berikut adalah beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik dari kisah ini:

Ketaatan kepada Allah 

Kisah ini menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah dan menjaga iman di tengah berbagai tantanga, ujian, dan godaan. Ketujuh Pemuda ini menolak menyembah berhala dan memilih untuk menjaga iman mereka, meskipun menghadapi penganiayaan dan ancaman nyata.

Kekuasaan dan Perlindungan Allah

Kisah ini mengingatkan kita tentang kekuasaan dan perlindungan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang setia. Allah menggiring mereka untuk tidur selama berabad-abad, melindungi mereka dari bahaya di luar, dan membangunkan mereka dengan keadaan yang aman. Ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa, memiliki kendali penuh atas segala sesuatu, dan dapat memberikan perlindungan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Nilai Ukhuwah (Persaudaraan) 

Ashabul Kahfi adalah kelompok pemuda yang bersatu dan saling mendukung dalam menjaga iman mereka. Mereka memilih untuk bersama-sama menghadapi kesulitan dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi ujian iman. Ini mengajarkan pentingnya persaudaraan, solidaritas, dan dukungan antar sesama muslim dalam menjalankan agama.

Kesabaran dan keteguhan iman 

Kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi ujian dan cobaan. Ashabul Kahfi menunjukkan keteguhan mereka dalam mempertahankan keyakinan mereka, meskipun dihadapkan pada penganiayaan yang kuat. Mereka memilih untuk melarikan diri dan menyembunyikan iman mereka daripada mengkhianati prinsip-prinsip mereka.

SahabatQu Baca Juga: 7 Kunci Rahasia Surah Al-Fatihah, Manfaat Banget Dunia-Akhirat

Perubahan zaman  

Kisah Ashabul Kahfi juga mengajarkan tentang perubahan zaman dan kejadian yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lama. Ketika mereka bangun dari tidur, mereka menyadari bahwa dunia telah berubah sepenuhnya. Hal ini mengingatkan kita bahwa dunia dan kehidupan kita bersifat sementara, dan perubahan adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu, kita perlu menjaga iman dan ketaatan kepada Allah dalam setiap situasi yang kita hadapi.

Secara umum, kisah pemuda penghuni gua menawarkan pelajaran tentang ketaatan kepada Allah, perlindungan-Nya, persaudaraan, kesabaran, dan kesadaran akan perubahan zaman. Kisah ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk tetap teguh dalam iman dan menghadapi cobaan dengan kesabaran dan keteguhan hati.

Walhasil, Allah mengabadikan kisah 7 pemuda beriman dalam Al-Qur’an sebagai bukti kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya yang setia. Kisah ini mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keteguhan iman, dan perlindungan Allah terhadap orang-orang yang beriman di tengah tantangan dan penganiayaan.

Leave a Comment