Kenapa Nabi Isa Diangkat ke Langit?

Kasih bintang post

GenQu Media—SahabatQu, sebelum Allah mengutus Nabi Muhammad saw. untuk seluruh umat, Allah swt. mengutus Nabi Isa as. untuk berdakwah kepada kaumnya, yakni Bani Israil. Dalam keyakinan umat Islam, sebagaimana Al-Qur’an kabarkan, Nabi Isa mengalami tantangan luar biasa yang mengancam nyawanya hingga akhirnya Allah mengangkatnya ke langit. Lantas, kenapa Nabi Isa diangkat ke langit? Dikutip dari mawdoo3.com, simak kisah beliau berikut ini.

Bagaimana Allah Menaikkan Nabi Isa?

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَىٰٓ إِنِّى مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَىَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Ingatlah ketika Allah berfirman, ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menjemputmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.'” (QS. Ali Imran [3]: 55)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa dalam ayat tersebut, makna dari kata “menjemputmu” adalah “menidurkan” bukan “mematikan”. Ulama juga sepakat bahwa Nabi Isa as. tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi diangkat ke langit.
Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,

"Perkataan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa putra Maryam, rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, akan tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka." (QS. An-Nisa (4): 157)

Para mufassir juga berpendapat bahwa Nabi Isa as. dinaikkan ke langit dengan tubuh dan ruhnya. Oleh karena itu, pendapat yang mengklaim bahwa ia dinaikkan hanya dengan ruhnya dan tidak dengan tubuhnya tidak menunjukkan bantahan atas klaim Yahudi dan Nasrani mengenai penyaliban beliau.

Artikel StoryQu: Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an: Keajaiban, Kebijaksanaan, dan Teladan

Di Manakah Tempat Nabi Isa Diangkat?

Beberapa ulama menyebutkan bahwa beliau dinaikkan dari Bukit Zaitun. Ada pendapat yang menyatakan saat beliau diangkat, Nabi Isa berusia empat puluh tahun.

Upaya Pembunuhan Nabi Isa

Setelah Nabi Isa as. meninggalkan kaumnya bersama ibunya, ia kembali dan mengajak mereka untuk beriman. Sebagian dari mereka beriman dan mengikutinya, sedangkan sebagiannya kafir. Namun, yang kafir berusaha membunuhnya. Allah swt menyebutnya dengan “membuat tipu daya/makar” dan menegaskan bahwa tipu daya mereka tidak berhasil. Atas makar mereka, Allah menetapkan beberapa hal berikut:

  1. Allah mengirimkan pasukan yang kuat untuk menghukum mereka.
  2. Allah mengangkat agama-Nya dan menundukkan musuh-musuh-Nya setelah mereka berusaha menghapus agama ini.
  3. Allah menggantikan seseorang dengan Nabi Isa as. sehingga mereka menyangka telah membunuh beliau.

Artikel FYP: Melacak Akar Masalah Perundungan yang Tak Terbendung

Konspirasi Yahudi

Suatu ketika, Nabi Isa as dan Hawariyyun berkumpul di sebuah rumah. Orang-orang Yahudi mengepung mereka. Allah swt. mengubah penampilan semua yang berada di rumah tersebut menjadi seperti Nabi Isa as. Orang Yahudi tidak mampu membedakan Nabi Isa dan Hawariyyun, sehingga mereka merencanakan untuk membunuh semua orang di dalam rumah tersebut.

Nabi Isa memberitahu Hawariyyun bahwa siapa pun yang mengambil wujudnya dan pergi kepada orang Yahudi akan mendapat surga. Salah seorang dari Hawariyyun keluar dari rumah dan dibunuh oleh orang Yahudi dengan dugaan bahwa dia adalah Nabi Isa.

Ada juga yang menyebutkan bahwa salah satu dari mereka yang berada dalam rumah adalah seorang munafik yang mengkhianati Nabi Isa dengan memberi tahu orang Yahudi tentang keberadaannya. Oleh karena itu, Allah swt. membuat orang tersebut terlihat serupa dengan Nabi Isa. Lantas mereka menangkap, membunuh, dan menyalibnya.

Makna Mutawaffiika (Menjemputmu)

Dalam surah Ali Imran ayat 55 terdapat kata مُتَوَفِّيكَ (menjemput atau mengambilmu). Apakah bisa diartikan dengan mewafatkanmu? Sedikitnya ada tiga makna yang benar dalam menafsirkannya,

Pertama, maknanya mengacu pada tidur, bukan kematian sesungguhnya. Pendapat ini dipegang oleh sebagian besar ulama.Penyebutan tidur sebagai “kematian” dalam beberapa ayat Al-Quran, seperti: “Dia-lah yang mematikan kalian pada malam hari.” (QS. Al-An’am: 60). Firman Allah lainnya seperti, “Allah mengambil nyawa pada saat kematian dan pada saat tidurnya.” (QS. Az-Zumar: 42).

Nabi Muhammad saw. juga berdoa setelah bangun tidur, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami, dan kepada-Nya kembalinya.” (HR. Bukhari)

Jadi, makna yang merujuk kepada “tidur” lebih cocok dengan pengangkatan Nabi Isa karena tentu tidak ada manfaatnya mengangkat seseorang yang sudah mati ke hadapannya-Nya.

Allah berjanji menyucikan Nabi Isa dan melindunginya dari makar orang Yahudi melalui firman-Nya, “Aku akan menyucikanmu dari orang-orang yang kafir.” Makna ini tidak cocok dengan pandangan bahwa “mutawaffiika” berarti mengakhiri hidup Nabi Isa, karena hal itu akan memberikan keuntungan kepada orang Yahudi dalam mencapai tujuan mereka untuk membunuh beliau. Jadi, inilah hikmah kenapa Nabi Isa diangkat ke langit.

Kedua, makna yang dimaksud dari “mutawaffiika” adalah pengambilan dan pemenuhan (isti’fa). Ibnu Jarir telah menyatakan hal ini.

Ketiga, “mutawaffiika” mengacu pada pengambilan dan pemenuhan, seperti ungkapan “mematikan” dalam arti mengambil hak kepemilikan seseorang. Pendekatan ini dipegang oleh Ibnu Jarir.

Artikel MotivasiQu: Self Healing dalam Islam untuk Kesehatan Mentalmu

Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Terdapat banyak hadis mutawatir yang menyampaikan tentang turunnya Nabi Isa as di akhir zaman. Di antaranya adalah sabda Rasulullah saw. yang bersumber dari Abu Hurairah ra., “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh, akan segera turun di antara kalian putra Maryam (Isa) sebagai hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah, dan menyebarkan kekayaan sehingga tidak ada yang mau menerimanya. Hingga sujud satu kali lebih baik dari dunia beserta segala isinya.” (HR. Bukhari)

Turunnya Nabi Isa as. akan terjadi di sebelah timur Damaskus, di tempat menara putih, pada waktu salat Subuh. Nabi Isa as. akan menuntaskan misinya untuk menghadapi dan mengalahkan Dajjal, menghancurkan salib palsu, mendirikan keadilan di bumi, dan memerintahkan dengan syariat Nabi Muhammad saw. Turunnya Nabi Isa merupakan salah satu tanda akan datangnya Hari Kiamat.

SahabatQu, demikianlah kisah kenapa Nabi Isa diangkat ke langit. Semoga kita bisa mengambil ibrah dan meningkatkan keimanan di masa-masa yang penuh fitnah dan ujian.

Leave a Comment