Ketika Nabi Musa Membelah Lautan, Di Manakah Terjadinya?

Allah menggambarkan pertempuran antara kebenaran Nabi Musa dan orang-orang beriman dengan kebatilan Fir’aun dan pasukan yang mendukungnya.
Total
0
Shares
Nabi Musa Membelah Lautan
sumber: detik.com
Kasih bintang post

GenQu Media—SahabatQu, mukjizat Nabi Musa yang mampu membelah lautan sering dituturkan. Nah, apakah peristiwa Nabi Musa membelah lautan serta tenggelamnya Fir’aun dan pasukannya terjadi di Laut Tengah atau Laut Merah?

Allah swt. menyoroti pertarungan antara kebenaran melawan kebatilan. Kebenaran diwakili oleh Nabi Musa dan orang-orang beriman. Sedangkan kebatilan dipimpin oleh Fir’aun dan pasukannya. Dia dengan jelas menunjukkan bagaimana akhirnya kemenangan diberikan kepada mereka yang berjuang untuk kebenaran.

Kisah ini juga mengilhami bagaimana orang-orang bertakwa berhasil melewati ujian keimanan dan keteguhan mereka dalam mengikuti segala perintah-Nya. Sebagaimana dikutip dari elbalad.news, GenQu Media mengulas ceritanya sebagai berikut.

Nabi Musa Membelah Lautan

Dr. Ali Jum’ah, mantan Mufti Republik Mesir dan anggota Dewan Ulama Senior, menjelaskan bahwa Nabi Musa as. pergi menuju laut. Bani Israil pun berteriak ketakutan karena Fir’aun dan pasukannya berada di belakang mereka. Sementara lautan membentang di hadapan mereka. Namun, Nabi Musa menenangkan mereka dengan mengatakan, seperti yang dinyatakan dalam firman Allah,

Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.”
(QS. Asy-Syu’ara [26]: 61—62)

Dr. Ali Jum’ah juga mengungkapkan, Nabi Musa dalam perjalanan tersebut ditemani oleh seorang anak muda bernama Yusha bin Nun. Yusha kemungkinan besar adalah seorang nabi. Saat mereka mencapai lautan dengan menggunakan kuda, sang anak muda tidak mau melanjutkan perjalanan karena takut tenggelam.

Dia bertanya kepada Nabi Musa, “Dari mana Allah memerintahkan kita untuk menyeberang?” Kemudian turunlah wahyu kepadanya. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu). Setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. (QS. Asy-Syu’ara [26]: 63)

Artikel FYI: Inilah Tanda-Tanda Kiamat Sugra dan Kubra

Tenggelamnya Fir’aun dan Pasukannya

Nabi Musa Membelah Lautan
sumber: elbalad.news

Dr. Ali Jum’ah menjelaskan, misteri tersembunyi saat lautan terbelah menjadi dua bagian. Masing-masing bagian seperti gunung, dengan jalan yang mulus dan mudah untuk dilalui. Dikatakan dalam beberapa tafsir bahwa Allah membuka 12 jalan untuk Bani Israil sesuai dengan jumlah suku-suku (anak-anak Ya’qub).

Dia menegaskan bahwa pasukan Fir'aun berada sekitar setengah jarak dibelakang mereka, dan Bani Israil khawatir akan dikejar oleh Fir'aun. Allah tidak memerintahkan mereka untuk memukul lautan kembali, tapi hanya dengan meninggalkannya. Akibatnya, Fir'aun dan pasukannya pun terkepung oleh Allah.

Dr. Ali Jum’ah juga menyatakan, Bani Israil mencapai tepi lautan, dengan perkiraan sekitar 600 ribu orang. Namun, angka ini masih belum pasti. Pasalnya, mereka hidup selama 400 tahun dari zaman Nabi Yusuf hingga Nabi Musa. Sementara Nabi Ya’qub memiliki 11 anak selain Nabi Yusuf.

Dakwah Nabi Musa

Allah mengutus para nabi untuk membimbing umat menuju kebenaran dan menghindarkan mereka dari penyembahan berhala menuju tauhid dan iman pada-Nya. Namun, setiap Nabi menghadapi perlawanan dari orang-orang yang kafir dan takabur yang menolak beribadah pada Allah. Salah satu musuh terbesarnya adalah Fir’aun.

Bani Israil yang beriman bersama Nabi Musa mengalami berbagai siksaan dari Fir’aun. Mukjizat Nabi Musa as. dan pelajaran yang mereka lihat, malah semakin membuat Fir’aun sombong dan sadis terhadap Bani Israil dan Nabi Musa.

Namun, Allah tidak pernah melupakan orang-orang yang takwa, yang beriman dan bertawakkal pada-Nya, terlepas dari berapa lama waktu berlalu.

Hukuman untuk Fir’aun dan Pasukannya

Hukuman bagi Fir’aun dan pasukannya adalah tenggelam di lautan setelah terbelah menjadi dua seperti gunung. Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya. Mereka berjalan di daratan kering antara dua dinding air, menunjukkan kebesaran Allah, kekuasaan-Nya, dan mukjizat-Nya yang jelas.

Namun, setelah Bani Israil berhasil melewati, Fir’aun dan pasukannya yang mengejar mereka dari tempat yang sama. Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk mengembalikan lautan ke keadaan semula. Ombak kembali menutup, dan Fir’aun dan pasukannya tenggelam dalam air, mati dalam kesesatan dan penyembahan berhala. Setelah itu, neraka menanti di kuburan mereka. Pada Hari Kiamat, mereka akan menerima hukuman neraka sebagai akhir dari nasib mereka.

Artikel MotivasiQu: Self Healing dalam Islam untuk Kesehatan Mentalmu

Mukjizat Membelah Lautan

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 50. 

Ketika Nabi Musa as. tiba di tepi lautan, Allah swt. memerintahkan dia untuk memukul lautan dengan tongkatnya. Lautan pun terbelah dengan kekuatan dari Allah, dan tengah-tengahnya muncul jalan yang memungkinkan Nabi Musa dan kaumnya berjalan di atasnya. Ini merupakan salah satu mukjizat lain dari Nabi Musa as. Setelah Nabi Musa dan kaumnya melewati lautan, Allah memerintahkan lautan untuk kembali ke keadaan semula. Sementara di saat yang sama pasukan Fir’aun dan dirinya masuk ke lautan. Fir’aun dan pasukannya tenggelam dan tidak selamat dari azab Allah.

Di Manakah Peristiwa Itu Terjadi?

Para ilmuwan muslim berbeda pendapat tentang lokasi tenggelamnya Fir’aun dan pasukannya, apakah itu di lautan atau sungai. Allah swt menyebutkan lokasi ini dalam beberapa ayat sebagai “lautan”. Namun, ada juga ayat yang menyebutnya sebagai “lautan” dalam konteks lain.

Para ahli tafsir juga berbeda pendapat. Khususnya dalam mengidentifikasi apakah itu Laut Tengah atau Sungai Nil yang mengalir di wilayah Mesir. Beberapa mengatakan bahwa lokasinya adalah Laut Tengah. Lokasi ini memisahkan Mesir dan Tanah Suci (Palestina) yang akan menjadi tujuan Nabi Musa as. Pendapat lain menyatakan bahwa lokasinya di Sungai Nil tempat Nabi Musa as. dijatuhkan saat bayi. Namun, yang lebih mungkin adalah itu adalah Laut Tengah. Sebab, lokasi ini menjadi tujuan Nabi Musa ketika dia meninggalkan Mesir menuju Tanah Suci (Palestina).

Meskipun ada informasi yang beredar di kalangan para pelaut dan leluhur mereka dari nenek moyang mereka selama berabad-abad. Menurut informasi itu, perjalanan Nabi Musa as. melintasi Teluk Suez menuju daratan Sinai melalui kota Ras Gharib. Sementara lokasi tenggelamnya Fir’aun di lepas pantai kota tersebut tidak diketahui secara pasti.

Artikel StoryQu: Asyura: Hari Pertobatan Nabi Adam dan Hikmahnya yang Berharga

Ragam Pendapat Ilmuwan

Dr. Ali Jum'ah menuturkan, seorang sejarawan Laut Merah menyatakan bahwa daerah tenggelamnya Fir'aun dianggap sebagai tempat yang dianggap sial oleh para pelaut dibandingkan dengan tempat di mana "Kaum Luth" menerima siksaan di Laut Mati di Yordania. 

Para ilmuwan, peneliti, dan sejarawan berbeda pendapat dalam menentukan lokasi Nabi Musa membelah lautan dan Fir’aun tenggelam. Beberapa mengatakan bahwa itu terjadi melalui Danau Manzala menuju ke arah Jembatan Timur. Namun, ada teks dalam Taurat (Kitab Keluaran) yang menyangkal hipotesis ini. Ini menegaskan bahwa perjalanan dari Mesir ke Tanah Suci dilakukan melalui selatan Sinai, bukan utara. Sebab, kekuasaan Fir’aun lebih kuat di utara Sinai.

Rute yang menghubungkan Mesir dan Palestina yang digunakan dalam kampanye militer Fir’aun. Banyak benteng dan pos pengamatan terdapat di sana, serta markas komando Pasukan Ramses II di Sinai. Ini menunjukkan bahwa tidak mungkin Nabi Musa dan Bani Israil melintas dari sana.

Beberapa peneliti Amerika mengklaim bahwa Fir’aun tenggelam akibat fenomena pasang surut. Namun hal ini ditepis oleh Al-Quran yang menyatakan bahwa mukjizat terbelahnya lautan sudah jelas. Mukjizat tersebut terjadi ketika Nabi Musa dan Bani Israil melihat lautan yang sesungguhnya dan takut untuk menyeberanginya karena luas dan dalam.

Bukti Laut Merah Pernah Terbelah

Baru-baru ini, ilmuwan Barat telah menemukan bukti-bukti ilmiah tentang Mukjizat Nabi membelah lautan, yaitu Laut Merah.

Sebagaimana dikutip dari INews.id, para peneliti dari Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado menjelaskan, angin memiliki kemampuan untuk mendorong air kembali pada satu titik. Hal ini mengakibatkan terbentuknya fenomena alam yang menyerupai pembentukan sungai yang melengkung, sehingga air pun menyatu dengan laguna di pesisir.

SahabatQu, demikianlah ulasan mengenai bagaimana peristiwa Nabi Musa membelah lautan dan tenggelamnya Fir’aun bersama pasukannya. Semoga peristiwa ini mejadi pelajaran berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like