Kisah Nabi Daud Melawan Jalut dalam Al-Qur’an

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—SahabatQu, di dalam Al-Qur’an ada beragam kisah nyata sarat ibrah dan masih relevan untuk dijadikan sebagai cerminan bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, salah satunya fragmen kisah Nabi Daud (David) as. saat melawan kezaliman Raja Jalut (Goliath).

Seperti apakah kisahnya, SahabatQu simak artikelnya ya. GenQuMedia.com mencoba untuk mengurai kisahnya yang inspiratif itu.

Siapakah Nabi Daud

Nabi Daud as. merupakan adalah salah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil. Beliau merupakan keturunan Bani Israel, berasal dari suku Yehuda.
Beliau diangkat menjadi raja untuk kerajaan Israel. Jadi, beliau adalah salah satu dari sedikit nabi yang juga menjadi seorang penguasa.

Nabi Daud dikenal sebagai sosok yang sangat taat dan saleh. Ia memiliki hubungan yang erat dengan Allah, dan sering kali memohon ampunan serta petunjuk-Nya. Allah juga memberikan kebijaksanaan dan karunia khusus kepada Nabi Daud.

Selain sebagai nabi dan raja, Nabi Daud terkenal sebagai seorang musisi dan penyair. Ia sering kali menenangkan jiwa dengan memainkan alat musiknya dan mengungkapkan kecintaannya kepada Allah melalui syair dan nyanyian.

Salah satu kelebihannya yang menjadi mukjizat beliau adalah kemampuannya untuk melunakkan besi menjadi seperti lilin dengan tangan kosong tanpa menggunakan alat bantuan apa pun.

Salah satu tugas penting Nabi Daud adalah mempersiapkan bahan-bahan untuk pembangunan Bait Suci di Yerusalem. Meskipun Nabi Daud sendiri tidak sempat membangunnya, namun rencana dan persiapan yang dilakukannya membuka jalan bagi putranya, Nabi Sulaiman as. untuk membangun Bait Suci.

Artikel StoryQu: Memungut Kepingan Ibrah dari Kisah Legendaris Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

Siapakah Jalut?

Raja Jalut, atau yang juga dikenal sebagai Goliath, adalah raksasa dan pemimpin militer dari bangsa Balthatha. Ia memimpin pasukannya yang menindas dan menguasai Bani Israil.

Jalut dikenal sebagai pemimpin yang sewenang-wenang dan menindas Bani Israel. Ia merendahkan dan menginjak-injak martabat Bani Israil.

Siapakah Thalut?

Thalut merupakan pemimpin Bani Israel yang diangkat oleh Nabi Samuel as. Namun Bani Israil enggan mengakuinya hanya karena Thalut seorang penggembala miskin dan bukan dari keturunan Lawi yang memiliki rumpun kenabian. Nabi Samuel menunjukkan bukti kepemimpinan Thalut kepada Bani Israel, yaitu sebuah tabut.

Kronologi Kisah

Kisah Nabi Daud dan pertempurannya melawan Jalut tercatat dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah ayat 246-251. Beginilah kronologi kisah pertempuran Nabi Daud melawan raksasa Jalut.

Bani Israel berada dalam keadaan terjajah oleh bangsa Amaliqah (Balthatha) yang dipimpin oleh seorang raksasa bernama Jalut. Dinasti Bukhtanashar merendahkan dan menindas Bani Israel. Di bawah pimpinan raksasa dan komandan perang Jalut mereka menahan pemuka Bani Israel, menculik anak-anak, memungut upeti secara zalim, dan berbagai tindakan jahat lainnya.

Pemimpin bangsa Israil yang sah saat itu adalah Raja Thalut. Setelah pelantikannya, segera ia mengumpulkan pasukan Bani Israel dan mempersiapkan mereka untuk pertempuran dengan Jalut.

Pada awalnya pasukan yang dipimpinnya berjumlah 70.000. Sayangnya, dalam perjalanan personil berguguran karena tidak mengikuti instruksi Raja Thalut untuk tidak minum air sungai secara berlebihan.

Padahal, perintah Thalut juga merupakan perintah dari Allah. Sebagian besar personil pasukan yang meminum air berlebihan berakibat pada stamina tubuhnya. Ditambah lagi mereka takut menghadapi musuh. Walhasil, mereka mundur dan yang tersisa tinggal 300 orang, salah satunya adalah Daud yang saat itu masih belia.

Artikel FYI: 11 Fungsi Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sementara itu Jalut memimpin pasukan sebanyak 8.000 orang. Meskipun jumlah pasukan tidak berimbang, Raja Thalut dan sisa pasukannya tetap bertempur melawan pasukan Jalut.

Sebelum perang dimulai, Jalut menantang duel kepada Thalut dan pasukanya. Tak dinyana, Daud yang masih remaja maju menerima tantangan tersebut. Daud pun meminta izin kepada Thalut. Pada Awalnya Thalut ragu. Namun dia sangat mengagumi keberanian pemuda itu. Thalut mengizinkan dan membekali Daud dengan pedang dan persenjataan lainnya. Sayangnya, Daud menolak semuanya.

Jalut yang angkuh tentu saja menganggapnya sepele. Badannya yang raksasa harus berduel dengan remaja tanggung bersenjatakan ketapel. Namun sungguh peristiwa yang terjadi selanjutnya membuat kita terhenyak seketika.

Daud mengambil 3 batu kerikil dan melemparkannya ke arah Jalut dengan menggunakan ketapel. Serangan itu kontan membuatnya tumbang dan mati. Pasukan Jalut yang melihat pemimpin mereka telah tewas, melarikan diri dalam keadaan panik. Bani Israel meraih kemenangan besar.


Setelah meraih kemenangan ini, Bani Israel mendapatkan kemerdekaan dari penindasan Jalut dan memperoleh kembali kehidupan yang lebih baik. Atas keberhasilan Daud, Bani Israil mengeluk-elukannya sebagai pahlawan mereka dan selanjutnya Nabi Daud as. didaulat menjadi pemimpin mereka menggantikan posisi Raja Thalut.

SahabatQu Baca Juga: 7 Kunci Rahasia Surah Al-Fatihah, Manfaat Banget Dunia-Akhirat

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Daud melawan Jalut memberikan beberapa pelajaran penting bagi kita. Berikut adalah beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari kisah tersebut:

Keimanan dan Ketergantungan pada Allah

Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya memiliki keimanan yang kuat kepada Allah dan ketergantungan penuh pada-Nya. Meskipun Nabi Daud dan pasukannya jumlahnya lebih sedikit dan Jalut adalah seorang raksasa yang menakutkan, Nabi Daud tetap yakin pada pertolongan Allah. Pelajaran ini mengingatkan kita untuk selalu bergantung pada Allah dalam menghadapi tantangan hidup.

Keberanian dan Keteguhan Hati

Nabi Daud menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam menghadapi Jalut. Meskipun ada risiko besar dan kemungkinan kalah, ia tidak takut dan tidak mundur. Kisah ini mengajarkan kita untuk memiliki keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan dan musuh, serta untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.

Kemampuan Anak Manusia yang Tak Terduga

Meskipun Nabi Daud adalah seorang nabi dan pemimpin, ia tidak menggunakan senjata yang lazim dalam pertempuran seperti pedang atau perisai. Sebaliknya, ia menggunakan ketapel dan kerikil. Ini mengajarkan kita bahwa kadang-kadang solusi dan kemampuan yang tak terduga dapat muncul dari sumber yang sederhana atau tidak terduga.

Keadilan dan Penindasan

Kisah ini juga menggambarkan ketidakadilan dan penindasan yang dialami oleh Bani Israil di bawah kekuasaan Jalut. Ini mengajarkan kita untuk berdiri di sisi keadilan dan melawan penindasan di mana pun kita berada. Kita harus berani melawan ketidakadilan dan berusaha menciptakan keadilan di masyarakat.

Kemenangan dari Allah dan Pertolongan-Nya

Kisah Daud melawan Jalut juga menekankan pentingnya mempercayai bahwa kemenangan dan pertolongan sejati datang dari Allah. Nabi Daud menang bukan karena kekuatan fisik atau strategi militer yang unggul, tetapi karena pertolongan Allah yang melampaui segalanya. Pelajaran ini mengingatkan kita untuk selalu mengandalkan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita.

Pembangkangan Membuat Kehancuran

Kita juga bisa memetik hikmah dari ketidaktaatan pasukan Bani Israel pada instruksi Raja Thalut untuk tidak minum berlebihan. Pembangkangan ini mengakibatan rontoknya kekuatan pasukan. Karenanya ketaatan terhadap Allah dan pemimpin menjadi faktor yang sangat penting.

SahabatQu, Kisah Daud melawan Jalut adalah pengingat bagi kita bahwa dengan iman, keberanian, dan ketergantungan pada Allah, kita dapat menghadapi dan mengatasi rintangan dan musuh dalam hidup.

Leave a Comment