Kisah Singkat Nabi Saleh

Setelah kaum Tsamud menganiaya unta dan menantang Nabi Saleh as. meminta siksaan, maka beliau memberi mereka tenggat waktu hanya tiga hari.
Total
0
Shares
Nabi Saleh
sumber: perchance.org
5/5 - (2 votes)

GenQu Media—Sebelumnya SahabatQu sudah mengikuti kisah bagaimana penolakan dan tindakan buruk kaum Tsamud terhadap dakwah Nabi Saleh. Mereka juga memperlakukan dengan jahat unta beliau. Lantas bagaimanakah akhir kisah hidup mereka?

Simak kisah lanjutannya sebagaimana dituturkan Dr. Thariq Suwaidan yang dilansir dari suwaidan.com

Akhir Kaum Tsamud, Keselamatan Nabi Saleh dan Para Pengikutnya

Setelah kaum Tsamud menganiaya unta dan menantang Nabi Saleh as. meminta siksaan, maka beliau memberi mereka tenggat waktu hanya tiga hari untuk menanti datangnya siksaan. “Maka mereka menyiksanya, lalu ia menyatakan: ‘Nikmatilah kehidupanmu di rumahmu selama tiga hari itu. Itu adalah janji yang pasti terjadi.'” Setelah itu, kaum Tsamud tidak bertaubat dan malah semakin keras kepala dalam penolakan dan keingkaran mereka.

Kaum Tsamud berencana untuk membunuh Nabi Allah Saleh dan para pengikutnya. “Mereka berkata: ‘Mari kita sumpah atas nama Allah bahwa kita pasti akan menyerangnya dan keluarganya pada malam ini, kemudian kita akan berkata kepada pewarisnya: Kami tidak menyaksikan pembantaian keluarganya, dan kami pasti mengatakan yang benar. Mereka merencanakan tipu daya, dan Kami pun merencanakan tipu daya, dan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml: 50-51).

Sembilan orang yang korup di kota itu bergerak untuk membunuh Nabi Saleh as., tetapi Allah telah memerintahkan agar Saleh dan pengikutnya meninggalkan tempat itu menuju Palestina. Ketika mereka masuk ke rumahnya, Allah menghancurkannya atas mereka. “Lihatlah bagaimana kesudahannya, Kami telah membinasakan mereka beserta kaumnya semuanya.” (QS. An-Naml: 51)

Kemurkaan Allah terhadap kaum Tsamud sangat besar: kaum Nuh dihancurkan dengan banjir besar, kaum Hud dimusnahkan oleh angin, sedangkan kaum Saleh tidak hanya dikenai satu jenis siksaan, melainkan beberapa jenis. Mengapa?

Karena mereka meminta mukjizat, maka mukjizat pun datang kepada mereka sesuai dengan syarat mereka, namun mereka tetap kafir. Ketika Quraisy meminta mukjizat, Allah tidak mengabulkan permintaan mereka karena sunah Allah adalah jika Dia mengirimkan mukjizat dan manusia tidak beriman, Dia akan membinasakan mereka.

Siksaan Kaum Nabi Saleh

Wajah mereka memucat pada hari pertama. Kemudian memerah pada hari kedua. Dan pada hari ketiga, menjadi hitam, mereka mengakui kebenaran Nabi Saleh dan mulai menggali kubur mereka dengan tangan mereka sendiri. Kemudian datanglah gempa bumi yang membuat mereka terjatuh di atas lutut mereka.

“Maka guncangan itu menimpa mereka, dan pada pagi hari mereka berbaring tergeletak di rumah mereka.” (QS. Al-A’raf: 78)

Kemudian petir menyambar mereka. “Kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka: ‘Nikmatilah (kehidupanmu) untuk waktu yang singkat!’ Tetapi mereka durhaka terhadap perintah Tuhannya, maka petir menyambar mereka, sedang mereka melihat.(QS. Asy-Syu’ara: 44).

Akhirnya, dengan satu seruan dari Jibril, mereka semua mati dan menjadi seperti tumbuhan kering yang hancur. “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada mereka satu seruan, maka mereka menjadi seperti jerami yang kering.” (QS. Asy-Syu’ara: 68). “Orang-orang yang zalim itu terkena seruan itu, maka mereka berbaring mati di rumah-rumah mereka, seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di dalamnya. Sungguh, Tsamud telah mengingkari Tuhannya. Jauhlah bagi Tsamud!” (QS. Asy-Syu’ara: 68-69).

Wafatnya Nabi Saleh

Nabi Saleh as. bersedih atas kaumnya dan merasa sedih karena kekafiran mereka. “Lalu Saleh berpaling dari mereka seraya berkata: ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu risalah Tuhanku dan aku menasihati kamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang menasihati.'” (QS. Al-A’raf: 79). Nabi Allah Saleh as hidup bersama mereka yang beriman di kota Ar-Rumah di Palestina hingga Allah mengambil nyawanya.

Kisah Nabi Saleh dalam Al-Quran

Nabi Saleh
sumber:: perchance.org

Kisah Nabi Saleh as. disebutkan dalam Al-Quran Al-Karim di beberapa surah yang berbeda, dan menyajikan pelajaran dan hikmah penting. Berikut adalah ringkasan kisahnya sebagaimana terdapat dalam Al-Quran:

  1. Dikirim kepada kaum Tsamud: Nabi Saleh as. diutus kepada kaum Tsamud, keturunan kaum ‘Ad, yang tinggal di daerah batu (yang sekarang dikenal dengan nama Madain Saleh di Arab Saudi). Tugasnya adalah mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan penyembahan berhala.
  2. Penolakan kaum terhadap dakwahnya: Kaum Tsamud menanggapi ajakan Saleh dengan penolakan dan keraguan, serta meminta bukti kebenarannya.
  3. Mukjizat berupa unta betina: Allah mengabulkan doa Saleh dengan mengirimkan mukjizat berupa unta betina yang keluar dari batu. Saleh juga memberikan peringatan kepada kaumnya untuk tidak menyakiti unta tersebut.
  4. Pelanggaran dan pembunuhan unta: Meskipun tanda yang jelas, beberapa anggota kaum Tsamud membunuh unta tersebut.
  5. Siksaan Allah bagi kaum Tsamud: Setelah pembunuhan unta, Nabi Saleh memperingatkan kaumnya bahwa siksaan akan menimpa mereka setelah tiga hari. Setelah masa yang ditentukan berakhir, Allah mengutus suara dari Jibril yang menghancurkan mereka.
  6. Keselamatan Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman: Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya diselamatkan dari siksaan oleh Allah.

Kisah Nabi Saleh dalam Al-Quran mengajari pentingnya iman dan ketaatan kepada Allah, serta akibat kekufuran dan pemberontakan. Cerita ini juga menunjukkan kemampuan Allah untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya dan mengutus siksaan kepada kaum yang zalim. Kisah ini menjadi contoh dari seruan terus-menerus kepada manusia untuk merenungkan akibat perbuatan mereka.

Lewatnya Nabi Muhammad ﷺ di antara kaum Tsamud

Jejak-jejak kaum Tsamud masih ada ketika Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya melewati wilayah itu dalam perjalanan mereka menuju Perang Tabuk. Beberapa orang mengambil air dari sumur dan menggunakan air itu untuk memasak makanan.

Ketika kabar ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Janganlah kalian masuk kepada mereka yang telah dihukum, kecuali dalam keadaan menangis. Jika kalian tidak menangis, maka janganlah kalian masuk kepada mereka, agar kalian tidak mendapat siksa yang serupa dengan mereka.”

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk membuang airnya dan memberi makan unta-unta mereka dengan adonan itu.

Ringkasan Kisah Nabi Saleh

Nabi Saleh as. adalah salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Quran Al-Karim, dan kisahnya termasuk dalam kisah-kisah agama yang penting dalam Islam. Berikut adalah ringkasan kisahnya:

  1. Dakwah untuk beribadah kepada Allah: Nabi Saleh as. diutus kepada kaum Tsamud yang tinggal di daerah batu (yang dikenal sebagai Madain Saleh di Arab Saudi). Kaumnya menyembah berhala, dan Saleh mulai mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan penyembahan berhala.
  2. Permintaan mukjizat: Kaum Tsamud meragukan kenabian Saleh dan meminta mukjizat sebagai bukti kebenaran dakwahnya. Saleh memohon kepada Allah untuk menunjukkan tanda, dan Allah mengabulkan permintaannya dengan mengeluarkan unta betina besar dari batu.
  3. Peringatan Saleh: Saleh memperingatkan kaumnya untuk tidak menyakiti unta tersebut dan memerintahkan mereka untuk memberinya minum pada hari tertentu dan memberi ruang padanya untuk merumput di tanah. Dia juga memerintahkan mereka untuk tidak menyakiti unta itu dan bertakwalah kepada Allah jika mereka melukainya.
  4. Pembunuhan unta: Namun, kaum Tsamud tidak mengindahkan peringatan Saleh, dan beberapa di antara mereka membunuh unta itu. Setelah itu, Saleh memberi mereka tenggat waktu tiga hari sebelum azab Allah datang kepada mereka.
  5. Azab dan kehancuran: Setelah berakhirnya tenggat waktu, Allah mengirimkan azab yang mengerikan kepada kaum Tsamud dalam bentuk suara yang menghancurkan mereka, dan mereka menjadi pelajaran bagi bangsa-bangsa lain.

Kisah Nabi Saleh as. memberikan kita pelajaran tentang konsekuensi kekufuran terhadap Allah dan ketidakpatuhan terhadap perintah para nabi, serta menunjukkan kekuasaan dan keadilan Allah dalam menghadapi kaum yang zalim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like