Konspirasi di Balik Pembangunan Masjid Dhirar

Masjid Dhirar, masjid yang dibangun orang-orang munafik bertujuan untuk memecah belah kaum muslim pada zaman Rasulullah saw.
Total
1
Shares
Masjid Dhirar
sumber: GenquMedia.com
Kasih bintang post

GenQu Media—SahabatQu, umumnya masjid didirikan dan digunakan oleh umat muslim untuk beribadah. Namun, ternyata ada lho masjid yang dibangun dan identik dengan “Konspirasi” orang-orang munafik bertujuan untuk memecah belah kaum muslim pada zaman Rasulullah saw. Masjid ini dikenal dengan “Masjid Dhirar”.

Turun perintah Allah swt dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 107-108 kepada Nabi Muhammad saw yang berisi larangan untuk shalat di Masjid tersebut dan menghancurkan hingga membakarnya. Seperti apa kisah selengkapnya? Yuk baca artikel ini sampai selesai!

Sejarah Masjid Dhirar

Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam, digunakan untuk beribadah dan mempererat persaudaraan dalam agama. Namun, ada satu masjid yang mencuat dalam sejarah Islam karena tujuannya yang jahat dan konspiratif. Masjid ini dikenal sebagai “Masjid Dhirar,” dan kisahnya memiliki akar yang mendalam dalam sejarah Islam.

Kisah Masjid Dhirar dimulai pada masa ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Sebelum hijrah tersebut, ada seorang pria bernama Abu Amir Ar-Rahib yang merupakan pemeluk agama Nasrani pada zaman jahiliyah. Dia dikenal sebagai seorang yang sangat taat beribadah dan dihormati di masyarakatnya. Namun, setelah kedatangan Rasulullah saw islam mulai berkembang pesat hingga situasinya berubah yang membuat kaum kafir dan munafik di Madinah merasa resah dan tersaingi.

Puncak perkembangan islam di Madinah adalah dengan dibangunnya Masjid Quba oleh Rasulullah saw dan umat Muslim. Masjid Quba menjadi masjid pertama yang ada dalam sejarah islam dengan arsitektur sangat sederhana. Hal ini membuat Abu Amir Ar-Rahib dan beberapa orang munafik Madinah punya rencana jahat dalam pikiran mereka.

Konspirasi 12 Orang Munafik Madinah

Dikisahkan dalam beberapa sumber sejarah bahwa Masjid Dhirar dibangun atas perintah Abu Amir Ar-Rahib, yang telah mengadakan kontak dengan Kaisar Roma, Heraklius, untuk meminta bantuan melawan Nabi Muhammad saw dan kaum Muslim. Kaisar Heraklius bersedia memberikan dukungan.

Selain itu, Abu Amir Ar-Rahib juga menulis surat kepada beberapa orang munafik dan kafir di Madinah, berjanji akan datang untuk memimpin pasukan yang akan menyerang Rasulullah saw. Sebelum kedatangannya, dia memerintahkan mereka untuk mendirikan sebuah masjid yang akan digunakan sebagai markas untuk merencanakan konspirasi dan memecah belah persatuan kaum Muslim.

Baca Artikel FYP: Lebih Dari 300 Aliran Sesat, Mengapa Tumbuh Subur di Indonesia?

Masjid Dhirar dibangun sesuai dengan perintah Abu Amir Ar-Rahib dan memiliki arsitektur megah yang bahkan melebihi Masjid Quba. Pembangunan masjid ini selesai di saat Rasulullah saw akan melakukan perjalanan ke Tabuk.

Siasat Tersembunyi

Ketika Masjid Dhirar selesai dibangun, orang-orang munafik mengundang Rasulullah saw untuk datang dan shalat di dalamnya. Mereka berdalih bahwa masjid itu akan menjadi tempat shalat bagi orang-orang yang lemah, sakit, atau lansia yang tidak mampu pergi ke Masjid Quba yang jauh. Mereka ingin mendapatkan keberkahan apabila Rasulullah saw bersedia datang dan melakukan shalat di masjid tersebut. Mendengar hal tersebut Rasulullah saw berencana untuk datang ke Masjid Dhirar sepulang dari Tabuk.

Ini hanyalah tipu daya mereka untuk mengelabui Rasulullah saw, karena maksud dibalik pembangunan masjid ini adalah sebagai markas untuk merencanakan konspirasi dan strategi rahasia untuk melawan kaum Muslimin.

Simak OpiniQu: Tata Cara Shalat Taubat yang Benar Sesuai Sunnah Nabi

Turunnya Wahyu dan Perintah Allah

Konspirasi di Balik Pembangunan Masjid Dhirar
sumber:pexels.com

Namun, Allah swt selalu melindungi Rasul-Nya. Ketika Rasulullah saw kembali dari Tabuk, Malaikat Jibril datang membawa berita tentang tujuan sebenarnya dari pembangunan Masjid Dhirar. Allah swt menurunkan perintah melalui Malaikat Jibril dalam surah At-Taubah ayat 107-108 yang berisi larangan untuk shalat di masjid tersebut.

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).”

” (QS. At-Taubah: 107 (9))

Penghancuran Masjid Dhirar

Setelah mengetahui siasat jahat yang direncanakan oleh orang-orang munafik, Rasulullah SAW segera mengirim beberapa orang Anshar, yaitu Malik bin Dukhsyum dan Ma’an bin Addi, untuk merobohkan Masjid Dhirar. Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk merobohkan dan membakar masjid tersebut.

Al-Qur’an dalam surah At-Taubah ayat 107-108 mengingatkan bahwa kita tidak boleh terkecoh oleh tindakan orang yang mengatasnamakan Rasulullah saw sambil mengajak ke jalan yang sesat, seperti yang terjadi dalam kisah Masjid Dhirar ini.

“Janganlah kamu beribadah dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Masjid itu terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

(QS. At-Taubah: 108(9))

Ulasan NetQu: GenQu Media, Sahabat Literasi Muslim Muda

Dalam Islam, hukum shalat di dalam masjid yang sudah terbukti sebagai Masjid Dhirar adalah tidak diperbolehkan. Namun, penting untuk tidak membuat penilaian sembarangan terhadap masjid tanpa bukti yang kuat.

Sebagai kesimpulan, kita harus berhati-hati dalam menilai masjid dan tidak segera mengklasifikasikannya sebagai Masjid Dhirar tanpa bukti yang cukup. Hal ini penting karena untuk menjaga persatuan dalam umat Islam dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like