Kenapa Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus?

Kasih bintang post

GenQu Media—Dalam Al-Qur’an, SahabatQu bisa banyak temukan kisah-kisah perjuangan para nabi yang sarat inspirasi. Mereka berdakwah memperjuangkan agama Allah. Dakwah mereka bukanlah perjuangan yang mudah. Sering kali umat-umat terdahulu memiliki karakter sangat keras sehingga berujung pada penolakan atas dakwah nabi yang di utas kepada mereka.

Salah satu kisah yang menarik adalah kisah Nabi Yunus as. Beliau mengalami hal yang sama seperti para nabi lainnnya, yaitu dakwah ditolak oleh umatnya. Lantaran merasa kecewa atas penolakan tersebut, akhirnya Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya. Namun dalam perjalanannya, Nabi Yunus ditelan paus. Kenapa hal itu bisa terjadi? SahabatQu, simak tulisan ini sampai akhir, ya.

Kronologi Kisah

Kisah tentang Nabi Yunus dan ikan paus tercatat Al-Qur’an. Kisah ini diceritakan dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 87-88 dan Surah As-Saffat ayat 139-148.

Nabi Yunus (Yunus bin Matta) adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah swt. untuk menyampaikan peringatan kepada penduduk kota Ninawa, yang terletak di wilayah Mesopotamia kuno (sekarang bagian dari Irak). Nabi Yunus adalah salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an, serta kitab-kitab suci agama-agama samawi lainnya.

Berdakwah Kepada Penduduk Ninawa

Nabi Yunus diutus Allah swt. untuk memberikan peringatan kepada penduduk Ninawa yang terlibat dalam perbuatan buruk dan menyimpang dari ajaran Allah. Namun, penduduk Ninawa menolak dakwahnya. Setelah menghadapi kegagalan dalam mengubah perilaku penduduk Ninawa, Nabi Yunus meninggalkan kota dalam keadaan marah. Beliau naik ke sebuah kapal yang berlayar.

Namun, di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya mengalami badai yang dahsyat. Awak kapal percaya bahwa badai itu adalah akibat dari keberadaan seseorang yang membawa nasib buruk, sehingga mereka memutuskan untuk mengundi siapa yang akan dijatuhkan ke laut. Ibnu Katsir menyebutkan, undian dilakukan berulang hingga 3 kali. Undian yang diulang tersebut sebenarnya, mereka merasa tidak tega harus melemparkan Nabi Yunus ke laut. Namun, lagi-lagi nama yang keluar dari undian tersebut adalah Nabi Yunus. Akhirnya, beliau dilemparkan ke laut.

Artikel StoryQu: Kisah Nabi Daud Melawan Jalut dalam Al-Qur’an

Ibnu Kastir menuturkan, Allah memerintahkan ikan paus untuk menelannya, tetapi tidak memakan daging dan meremukkan tulangnya karena Nabi Yunus bukanlah rezeki (jatah makanan) untuk ikan paus tersebut.

Hidup Sementara dalam Perut Ikan

Ikan raksasa tersebut lantas membawa Nabi Yunus berkeliling samudera. Bahkan di dalam perut ikan, beliau dapat mendengar lirih suara tasbihnya hewan-hewan penghuni laut. Ini jualah tampaknya yang mengispirasi beliau untuk memanjatkan doa dan permohonan ampun kepada Allah. Doa yang beliau panjatkan dengan lirih didengar oleh para malaikat.

Allah kemudian menyelamatkan Nabi Yunus dengan cara yang ajaib. Di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus mengalami kesulitan dan kesengsaraan serta merenungkan kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah.

Tampaknya inilah yang menjadi alasan kenapa Nabi Yunus ditelan paus. Dakwah memang bukan perkara mudah. Konsekuensinya bisa diterima dan bisa juga ditolak. Nabi Yunus pada akhirnya menyadari kekeliruannya, yakni tidak bersabar dalam menghadapi penolakan umatnya.

Lantas berapa lamakah Nabi Yunus berada dalam perut ikan? Ada beragam pendapat, tetapi yang paling populer adalah pendapat Qatadah yang dikutip Ibnu Katsir dalam Qashasul Anbiya (Kisah Para Nabi Rasul), bahwa Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari. Setelah tiga malam dalam perut ikan paus, Allah menyelamatkan Nabi Yunus dengan memerintahkan ikan paus itu untuk memuntahkannya ke pantai.

Ibnu Katsir menuturkan, setelah ikan tersebut memuntahkan Nabi Yunus, beliau berada di daerah tandus. Allah kemudian menolong beliau dengan menumbuhkan tanaman sejenis labu. Allah juga menyediakan sapi untuknya yang dapat dimanfaatkan susunya setiap pagi dan sore hari.

Penyesalan Penduduk Ninawa

Sementara itu, Allah nyaris menimpakan azab kepada penduduk kota Ninawa merasa. Dalam kisah para Nabi dan Rasul, Ibnu Katsir menggambarkan, Allah memberikan petunjuk kepada mereka sehingga mereka pun merasa menyesal. Mereka menangis karena telah menyia-nyiakan peringatan dari Nabi Yunus. Kondisi saat itu sangat memilukan, semua orang menangis, bahkan seluruh binatang, mulai dari hewan peliharaan, binatang melata, dan unta semuanya ikut bersuara. Allah pun akhirnya menghilangkan azab tersebut dan menerima tobat mereka.

Nabi Yunus kembali ke Ninawa dan kali ini penduduk Ninawa menerima pesannya dengan hati terbuka. Mereka bertaubat dan mengubah perilaku mereka yang buruk. Hal ini Nabi Yunus merasa sangat bersyukur. Beliau tetap tinggal di antara mereka untuk membimbing dan mengajarkan ajaran-ajaran Allah.

Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan

Seperti apakah doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan? Doa tersebut terdapat dalam Surat Al-Anbiya ayat 87:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

“Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Artikel FYP: Lebih Dari 300 Aliran Sesat, Mengapa Tumbuh Subur di Indonesia?

Kapan Nabi Yunus Keluar dari Perut Ikan?

Menurut Al-Qur’an, Nabi Yunus keluar dari perut ikan setelah tiga malam di dalamnya. Kisah ini diceritakan dalam firman Allah:

“Dan (ingatlah) Dzun-Nun (Yunus), ketika ia pergi dengan hati yang marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersekutukannya (dengan sesuatu pun), lalu dia berteriak dalam kegelapan (katanya): ‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Mahasuci Engkau (dari segala yang tidak layak ditujukan kepada-Mu); sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’ Maka Kami perkenankan permohonannya, dan Kami lepaskan dia dari kesulitan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. As-Saffat [37]:143—144)

Dalam ayat ini, disebutkan bahwa Allah mengabulkan permohonan Nabi Yunus dan melepaskannya dari kesulitan yang dia alami di dalam perut ikan paus.

Tasbih dan doa inilah yang membuat Nabi Yunus Allah selamatkan dari dalam perut ikan. Ibnu Katsir menyebutkan, ada ulama yang menyebutkan bahwa tanpa tasbih yang beliau panjatkan, niscaya Nabi Yunus akan tetap berada dalam perut ikan sampai hari kiamat.

Rupanya Allah mendengar doa dan mengabulkan doa dan tasbih Nabi Yunus. Setelah tiga malam berada di dalam perut ikan, Allah memerintahkan ikan paus untuk memuntahkan Nabi Yunus ke pantai dengan selamat.

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Nabi Yunus ditelan paus mengandung beberapa pelajaran penting bagi SahabatQu, antara lain:

Kekuasaan dan Kasih Sayang Allah

Kisah Nabi Yunus menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya. Meskipun Nabi Yunus melakukan kesalahan dengan meninggalkan tugasnya, Allah tetap memberinya kesempatan untuk bertaubat dan mengampuninya. Hal ini mengajarkan kita bahwa Allah senantiasa siap memberikan maaf dan memperlihatkan kebaikan-Nya kepada hamba-hamba yang kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

Pentingnya Taubat dan Permohonan Ampunan

Nabi Yunus dalam perut ikan paus merenungkan kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah. Kisah ini menekankan pentingnya taubat dan permohonan ampunan dalam hidup kita. Kita harus selalu siap mengakui kesalahan, merenungkan tindakan kita, dan bersedia memohon ampunan kepada Allah agar kita dapat membersihkan hati dan mendapatkan keberkahan-Nya.

Artikel Muslim Hack: Puasa Muharram: Keistimewaan, Hukum, Waktu, Tips dan Tata Caranya

Kesabaran dan Keteguhan Hati

Dalam perut ikan paus, Nabi Yunus menghadapi situasi yang sulit dan mencoba kesabaran dan keteguhan hatinya. Dia tidak putus asa atau berputus harapan, melainkan tetap mempercayai Allah dan mengandalkan-Nya. Pelajaran ini mengajarkan kita untuk tetap sabar dan teguh di tengah cobaan hidup. Dalam menghadapi kesulitan, kita harus mempertahankan iman dan yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar.

Ketundukan kepada Kehendak Allah

Nabi Yunus akhirnya menerima takdir yang ditetapkan oleh Allah dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada-Nya. Meskipun ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam perut ikan paus, ia menyadari bahwa hanya Allah yang berhak menentukan nasibnya. Pelajaran ini mengajarkan kita untuk tunduk dan pasrah kepada kehendak Allah dalam segala hal, bahkan ketika kita menghadapi situasi yang sulit dan tidak dapat dimengerti.

Kewajiban Menyampaikan Pesan Allah

Nabi Yunus ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan peringatan kepada penduduk Ninawa. Meskipun awalnya dia mengalami penolakan dan kegagalan, kisah ini menunjukkan betapa pentingnya tugas dakwah dan kewajiban kita untuk menyampaikan ajaran Allah kepada orang lain. Meskipun hasilnya tidak terlihat segera, kita harus tetap bersabar dan gigih dalam menjalankan tugas ini dengan harapan bahwa pesan yang kita sampaikan dapat mengubah hidup orang lain.

Kisah Nabi Yunus ditelan paus memberikan banyak pelajaran berharga tentang kesalahan dan tobat, kasih sayang Allah, kesabaran, ketundukan kepada kehendak-Nya, dan kewajiban menyampaikan pesan-Nya. Dalam menghayati kisah ini, kita dapat menemukan inspirasi dan pedoman untuk menghadapi cobaan hidup serta meningkatkan hubungan kita dengan Allah.
SahabatQu, Semoga kisah bisa mengambil hikmah dari kisah beliau.

2 thoughts on “Kenapa Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus?”

Leave a Comment