Kenapa Nabi Ibrahim Dibakar?

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Kisah penyelamatan Nabi Ibrahim dari pembakaran adalah bukti nyata mukjizat dan perlindungan yang diberikan oleh Allah swt. terhadap rasul-Nya. Dalam momen kritis, ketika kaum Ibrahim as. berusaha membalas tindakan merusak berhala, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan mengubah api yang hendak membakar menjadi dingin dan aman bagi kekasih-Nya itu.

Kisah ini menggambarkan mukijzat Ilahi dan mengajarkan kita tentang kekuasaan serta perlindungan yang hanya dapat diberikan oleh Allah. Seperti apakah kisah selengkapnya? Sebagaimana dikutip dari rosolwaanbiya.com, SahabatQu simak kisah dan ulasan tentang beliau berikut ini.

Lokasi Pembakaran

Al-Qur’an mengisahkan episode kehidupan Nabi Ibrahim as. dan dakwahnya kepada kaumnya. Salah satu momen paling dramatis adalah ketika kaumnya membakarnya setelah beliau menghancurkan berhala mereka. Namun, tidak ada naskah dari Al-Qur’an atau hadis Nabi yang secara spesifik menyebutkan lokasi pembakaran tersebut.

Namun, yang diketahui adalah bahwa awal dakwah Ibrahim as. kepada kaumnya terjadi di Kutsa, sebuah wilayah di bawah kekuasaan Babilonia di Irak. Beberapa sejarawan mengindikasikan bahwa saat mereka membakarnya, kaumnya membangun semacam pagar di lereng gunung tinggi, mengumpulkan banyak kayu, dan menyalakan api besar di puncak gunung, kemudian melemparkan Ibrahim as. ke dalamnya. Beberapa juga menunjukkan bahwa pembakaran beliau terjadi di depan berhala kaumnya yang telah dihancurkannya.

Kisah Pembakaran

SahabatQu, mari telusuri lebih jauh kenapa Nabi Ibrahim as. dibakar dan bagaimana Allah menyelamatkan beliau.

Alasan Pembakaran

Kaum Babilonia bersekongkol melawannya dan memutuskan untuk membakarnya setelah dia merusak berhala-berhala mereka ketika mereka tidak ada. Dia menggantungkan kapak yang digunakan untuk merusak berhala pada berhala utama, untuk kemudian dijadikan dalih dalam berargumen.

Setelah habis segala upaya persuasif dan argumen yang baik-baik dalam dakwah kepada kaumnya, serta menunjukkan bukti dan argumen yang kuat, Ibrahim as. akhirnya merusak berhala-berhala tersebut. Ketika kaumnya kembali dan menemukannya seperti itu, mereka bertanya-tanya siapa yang melakukannya. Beberapa di antara mereka mengklaim mendengar beliau mengancam dan menyebut berhala-berhala mereka dengan celaan.

Kaum itu kemudian membawa beliau dan menanyainya apakah dia yang merusak berhala mereka. Jawaban beliau membuat mereka merasa terperangkap, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:

قَالَ بَلۡ فَعَلَهٗ ‌‌ۖ كَبِيۡرُهُمۡ هٰذَا فَسۡـــَٔلُوۡهُمۡ اِنۡ كَانُوۡا يَنۡطِقُوۡنَ
فَرَجَعُوۡۤا اِلٰٓى اَنۡـفُسِهِمۡ فَقَالُوۡۤا اِنَّكُمۡ اَنۡـتُمُ الظّٰلِمُوۡنَۙ
ثُمَّ نُكِسُوۡا عَلٰى رُءُوۡسِهِمۡ‌ۚ لَـقَدۡ عَلِمۡتَ مَا هٰٓؤُلَاۤءِ يَنۡطِقُوۡنَ

"Dia menjawab, 'Sebaliknya, yang besar inilah yang melakukannya; tanyakanlah kepada mereka, jika mereka bisa berbicara.' Maka mereka kembali kepada diri mereka sendiri dan berkata, 'Sungguh, kalian adalah orang-orang yang zalim.' Kemudian mereka dibalikkan kepalanya, (mengakui), 'Sungguh, kamu adalah orang-orang yang tidak benar-benar berbicara.'" (QS. Al-Anbiya: 63-65)

Kaum Nabi Ibrahim as. seharusnya sadar dari jawabannya bahwa mereka menyembah sesuatu selain Allah yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri. Namun, mereka dengan cepat kembali ke kesesatan mereka dan memutuskan untuk membakar beliau sebagai pembelaan terhadap berhala-berhala mereka.

Selamat dari Pembakaran

Kaum Nabi Ibrahim as. menyalakan api besar dan melemparkannya ke dalamnya sebagai balas dendam dan kemenangan atas tindakan beliau yang merusak berhala mereka. Allah swt. berkehendak untuk menunjukkan mukjizat-Nya, melindungi kekasih-Nya itu dan memperkuat kebenaran dakwahnya.

Tuhan mencabut kemampuan api untuk membakar, sehingga Nabi Ibrahim as. tidak mengalami cedera. Allah memerintahkan agar api itu menjadi dingin dan damai bagi Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

قُلۡنَا يٰنَارُ كُوۡنِىۡ بَرۡدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبۡرٰهِيۡمَۙ‏

"Kami katakan, 'Hai api, jadilah dingin dan aman untuk Ibrahim.'" (QS. Al-Anbiya: 69).

Pelajaran dan Hikmah

Kisah percobaan pembakaran terhadap Nabi Ibrahim as. menyimpan pelajaran berharga dan manfaat besar. Beberapa di antaranya meliputi:

Kekuatan Allah

Allah dengan kekuasaan-Nya mencabut kemampuan api untuk membakar, meskipun pembakaran adalah karakteristik alamiahnya. Nabi Ibrahim as. tidak mengalami bahaya.

Sabar dan Tawakal

Kedua sifat ini adalah ciri setiap pendakwah. Nabi Ibrahim as. bersabar menghadapi penolakan dan perlakuan buruk dari kaumnya hingga dia dilemparkan ke dalam api.

Namun, dia tawakal kepada Allah, sebagaimana tergambar dalam ucapan Nabi Ibrahim as. ketika dilempar ke dalam api, “Hasbunallahu wa ni’mal-wakil” (Allah cukup sebagai Pelindung kami dan sebaik-baik wakil). Ucapan ini juga diulang oleh Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi situasi sulit.

Dari kisah pembakaran Nabi Ibrahim, kita dapat menarik pelajaran berharga tentang kesabaran, tawakal kepada Allah, dan kekuatan-Nya dalam melindungi hamba-Nya yang setia. Nabi Ibrahim as. tidak hanya bersabar menghadapi penolakan dan kekejaman kaumnya, tetapi juga menunjukkan tawakal yang tinggi kepada Allah saat dihadapkan pada ancaman pembakaran.

Melalui pengalaman ini, kita diajarkan untuk bersandar pada kekuasaan dan kebijaksanaan Ilahi, serta menjadikan kisah Nabi Ibrahim sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi cobaan hidup.

Leave a Comment