Keutamaan dan Manfaat Membaca Surah At-Taubah

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—SahabatQu, dalam Al-Qur’an ada satu surah unik yang tidak dimulai dengan basmalah. Surah tersebut adalah Surah At-Taubah. Penasaran dengan segala keutamaan dan manfaat dari surah ini. Mari telusuri lebih jauh. Sebagaimana dilansir dari mawdoo3.com, yuk simak penjelasan mengenai keutamaan dan manfaat Surah At-Taubah.

Definisi Surah At-Taubah

Surah At-Taubah atau Surah Bara’ah adalah surah kesembilan dalam urutan mushaf. Termasuk surah Madaniyah, kecuali ayat 128 dan ayat 129 yang turun di Makkah. Jumlah ayatnya ada 129 ayat. Surah ini adalah satu-satunya surah dalam Al-Quran yang tidak dimulai dengan basmalah, karena dimulai dengan pernyataan pembebasan dari orang-orang musyrik, dan di dalamnya mengungkapkan kedustaan orang-orang munafik. Nama-nama Surah At-Taubah

Nama Lain

Surah At-Taubah memiliki beberapa nama, antara lain:

  1. Surah Bara’ah, karena dimulainya dengan pernyataan pembebasan dari orang-orang musyrik, Allah berfirman, “Pembebasan dari Allah dan Rasul-Nya terhadap orang-orang musyrik yang kamu telah perjanjikan,” (Q.S. At-Taubah: 3).
  2. Surah At-Taubah, karena seringnya disebutnya taubah di dalamnya. Kedua nama ini adalah yang paling terkenal.
  3. Surah Al-Fadhilah, karena mengungkapkan orang-orang munafik dan mengungkapkan kedustaan mereka, Allah berfirman, “Di antara mereka ada yang mencela kamu dalam hal sedekah. Jika mereka diberi dari itu, mereka merasa senang, tetapi jika mereka tidak diberi, maka mereka marah,” (QS. At-Taubah: 79).
  4. Surah Al-‘Adhab, karena seringnya disebut dalamnya tentang siksa.
  5. Surah Al-Muqashqashah, yang berarti pembersihan, karena mengungkapkan sifat-sifat orang munafik sehingga yang menjauh dari sifat-sifat tersebut termasuk golongan yang beriman.
  6. Surah Al-Minqarah, yang berarti penyelidikan atau pemeriksaan, karena menyelidiki dan mengungkapkan isi hati orang-orang munafik.
  7. Surah Al-Buhuth, yang berarti penyelidikan yang mendalam, karena menyelidiki dan mengungkapkan keadaan orang-orang munafik.
  8. Surah Al-Hafirah, yang berarti penggali, karena menggali apa yang ada di dalam hati orang-orang munafik.
  9. Surah Al-Muthirah, yang berarti mengungkapkan, karena mengungkapkan keadaan orang-orang munafik dari penyamaran ke kejelasan.
  10. Surah Al-Mubtirah, yang berarti menghancurkan, karena menghancurkan orang-orang munafik.
  11. Surah Al-Mukhzhiyah, yang berarti memalukan, karena menangkap dan mengungkapkan orang-orang munafik.
  12. Surah Al-Munqilah, yang berarti hukuman, karena mengancam hukuman bagi orang-orang munafik.

Surah ini memiliki banyak nama setelah Surah Al-Fatihah, karena di dalamnya dijelaskan kefasikan orang-orang musyrik, kedengkian niat mereka, dan permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Kenapa Tidak Dimulai dengan Basmalah?

Ada beberapa alasan dan manfaat yang menuntut hikmah tidak disebutkannya Basmalah dalam Surah At-Taubah, antara lain:

  1. Surah ini dimulai dengan menyebut pedang, dan ini adalah pendapat yang lebih kuat. Memulainya dengan menyebut pedang tidak cocok dengan menyebut “Bismillahirrahmanirrahim” di dalamnya, karena surah ini khusus tentang rahmat dan ampunan.
  2. Ada yang berpendapat bahwa Surah Al-Anfal dan Surah At-Taubah merupakan satu surah, maka tidak disebutkannya Basmalah di dalamnya sebagai kelanjutan dari Surah Al-Anfal.
  3. Adat Arab pada masa jahiliyah, jika mereka ingin mengirimkan surah yang berisi ancaman dan peringatan, serta pembatalan perjanjian, mereka mengirimnya tanpa memulai dengan pengantar. Ketika Surah At-Taubah turun, Nabi Muhammad saw. mengutus Ali bin Abi Thalib ra. kepada kaum musyrik untuk memberitahu mereka tentang pembatalan perjanjian, dan Ali membacakan Surah At-Taubah kepada mereka tanpa memulainya dengan Basmalah. Hal ini menunjukkan ketiadaan rahmat dalam hal-hal semacam ini, dan bahwa Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan kemunafikan.

Demikianlah beberapa alasan mengapa Basmalah tidak disebutkan dalam Surah At-Taubah.

Manfaat Surah At-Taubah

Surah At-Taubah membahas berbagai topik yang beragam. Pelajaran yang bisa dipetik dari surah ini tidak bisa dihitung dan diuraikan satu per satu, namun berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Menghormati larangan-larangan Allah di tempat-tempat dan waktu-waktu tertentu. Surah ini dimulai dengan menghormati Makkah Al-Mukarramah, dan keharusan membersihkannya dari orang-orang musyrik. Allah menyatakan kebebasan-Nya dan Rasul-Nya dari semua musyrik.
  2. Menegaskan kesetiaan yang murni kepada Allah dan penolakan terhadap segala sesuatu selain Allah, termasuk keluarga, kerabat, dan harta benda. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil bapak-bapak dan saudara-saudara kalian sebagai pemimpin jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” Maka, seorang mukmin tidak memperhitungkan hubungan keluarga yang menyelisihi Islam dan kaum Muslimin, bahkan dia mengutamakan agamanya di atas segala-galanya.
  3. Pembicaraan tentang orang-orang Yahudi dan Nasrani serta penyebutan sebagian dari kisah dan sifat-sifat mereka, dan penegasan tentang penyimpangan mereka dari jalan Allah yang lurus.
  4. Menegaskan larangan mempermainkan bulan-bulan suci dan menggeser jadwal bulan-bulan tersebut sesuai keadaan perang yang mereka hadapi, serta penjelasan tentang keutamaan bulan-bulan suci di sisi Allah.
  5. Allah mendukung Rasul-Nya dan memberi peringatan keras kepada para sahabat yang mulia untuk tidak meninggalkan Rasulullah. Allah memperingatkan, “Jika kalian tidak menolongnya, maka sesungguhnya Allah telah menolongnya.”
  6. Mengungkapkan kebusukan orang-orang munafik dan mengungkapkan tipu daya mereka yang sia-sia serta memperlihatkan sikap dan posisi mereka pada hari Tabuk.
  7. Pembicaraan tentang beberapa peristiwa dan kejadian dalam Perang Tabuk, yang diungkapkan dalam banyak ayatnya.
  8. Taubat Allah kepada tiga sahabat yang meninggalkan Perang Tabuk tanpa alasan yang benar.
  9. Pentingnya jihad fi sabilillah, dorongan untuk melakukannya, dan penjelasan tentang pahala yang besar atasnya.
  10. Mengagungkan Nabi Muhammad dan menunjukkan sifat-sifat mulia beliau.
  11. Menjelaskan pentingnya pembangunan Masjidil Haram dan menyediakan air bagi para jamaah haji.

Kandungan Surah

Surah At-Taubah mengandung sejumlah hukum yang meliputi:

  1. Mengatur hubungan kaum mukmin dengan orang-orang musyrik dan Ahlul Kitab. Seorang Muslim harus mengajak kepada Allah swt. serta memberikan hak agama dari dakwah.
  2. Menjauhi kemunafikan. Mendukung agama Allah dan tidak meremehkannya serta mengagungkan kalimat-Nya.
  3. Memerintahkan memberikan perlindungan kepada orang yang meminta perlindungan dan mengajaknya kepada agama Islam, yang merupakan cara untuk menyebarkan keamanan di negeri-negeri kaum Muslim.
  4. Menyadari bahwa agama Islam adalah agama kekuatan dan kemuliaan. Memberikan hak kebebasan beragama, karena dakwah kepada Islam dilakukan dengan nasihat dan argumentasi yang baik, bukan dengan paksaan.
  5. Memperbarui taubat kepada Allah serta ikhlas dalam niat kepada-Nya. Dunia ini adalah kenikmatan yang fana dan tidak ada yang dapat menghindarkan kita dari Allah, oleh karena itu, kita harus tetap teguh dalam agama dan mendukungnya, serta berpegang pada kitabullah dan sunnah Rasulullah saw.
  6. Pemberian karunia Allah tidak datang sekali saja, namun datang secara bertahap dan dalam periode waktu tertentu, sehingga seorang Muslim dapat merasakan nikmat-Nya.

Gambaran Kondisi Orang Munafik

Surah At-Taubah turun dan menjelaskan kondisi-kondisi orang munafik, yang meliputi:

  1. Menjelaskan sifat-sifat orang munafik, seperti sumpah palsu, permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya yang jujur, mengolok-olok agama, Nabi yang mulia, dan kaum mukminin, serta takut terhadap turunnya surah dalam Al-Quran yang akan mengungkapkan mereka, serta alasan mereka bahwa mereka hanya bersenda gurau dan mengolok-olok, yang merupakan alasan yang jelek.
  2. Tidak menerima keterlibatan dalam kitabullah dan sunnah Nabi yang jujur. Kufur kepada Allah tidak hanya terbatas pada hati saja, tetapi juga melalui perkataan dan perbuatan yang mengingkari, seperti mengolok-olok Islam. Allah menghukum mereka setelah menerima taubat mereka agar mereka bertaubat dari kemunafikan. Taubat dari kemunafikan dan kekufuran diterima, maka siapa yang bertaubat dengan taubat yang jujur akan memperoleh ampunan dan maaf dari Allah -Maha Suci dan Maha Tinggi-.

SahabatQu, demikianlah keutamaan dan manfaat Surah At-Taubah. Semoga artikel ini membuat siapa pun yang membacanya untuk bisa mencintai dan mengamalkan surah ini.

Leave a Comment