Kenapa Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail?

Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan putra mereka berdua, yakni Ismail di kawasan yang kini dikenal sebagai Makkah, Arab Saudi.
Total
0
Shares
Kasih bintang post

GenQuMedia.com—Di bulan Zulhijjah alias musim haji ini ada kisah di Al-Qur’an yang cocok diresapi oleh setiap muslim, termasuk SahabatQu, yaitu kisah Nabi Ibrahim yang meninggalkan istrinya, Siti Hajar dan putranya, Ismail.

SahabatQu, omong-omong kenapa Nabi Ibrahim meninggal Siti Hajar dan Ismail? Apakah yang melatarbelakangi beliau melakukan hal itu?

Kronologi Kisah

Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan putra mereka berdua, yakni Ismail di kawasan yang kini dikenal sebagai Makkah, Arab Saudi. Beliau melakukannya atas perintah Allah. 

Berdasarkan kisah yang tercantum dalam Al-Qur’an, Nabi Ibrahim menerima wahyu dari Allah yang memerintahkannya untuk meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di lembah tandus Makkah sebagai bagian dari ujian dan perintah-Nya. Nabi Ibrahim dengan tulus dan taat sepenuhnya kepada perintah Allah. Beliau meninggalkan mereka dengan keyakinan sepenuhnya bahwa Allah akan melindungi dan merawat keluarga kecilnya itu.

Awalnya Hajar dan Ismail memiliki sedikit persediaan air dan makanan. Saat perbekalan mereka habis, Siti Hajar berjuang dan pantang putus asa. Dia berlari-lari antara dua bukit, Safa dan Marwah untuk mencari air. Allah kemudian mengirimkan mata air Zamzam di dekat Ismail. Air Zamzam inilah yang memberikan mereka sumber air yang berkelanjutan. Apa yang dilakukan Hajar kelak menjadi ritual sa’i yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji. 

SahabatQu Baca Juga: Cara Meraih Kehidupan yang Baik Menurut Islam

Ayat Al-Quran 

SahabatQu, berikut adalah salah satu yang yang mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah Makkah.

رَبَّنَاۤ اِنِّىۡۤ اَسۡكَنۡتُ مِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ بِوَادٍ غَيۡرِ ذِىۡ زَرۡعٍ عِنۡدَ بَيۡتِكَ الۡمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيۡمُوۡا الصَّلٰوةَ فَاجۡعَلۡ اَ فۡـٮِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهۡوِىۡۤ اِلَيۡهِمۡ وَارۡزُقۡهُمۡ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُوۡنَ‏

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS. Ibrahim [14]: 37)

SahabatQu Baca Juga: Memungut Kepingan Ibrah dari Kisah Legendaris Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Ibrahim, Hajar, dan Ismail memberikan beberapa pelajaran berharga bagi kaum muslim dan manusia pada umumnya. Beberapa pelajaran tersebut antara lain:

Ketaatan kepada Allah 

Nabi Ibrahim adalah contoh yang luar biasa dalam ketaatan dan kesetiaannya kepada Allah. Dia dengan tulus mematuhi perintah Allah untuk meninggalkan keluarganya di tempat yang tandus dan mengandalkan pada Allah dalam situasi yang sulit. Kisah ini mengajarkan pentingnya taat kepada-Nya bahkan dalam situasi yang tidak mudah.

Tawakkal kepada Allah 

Nabi Ibrahim meletakkan keyakinan dan kepercayaannya sepenuhnya kepada Allah. Meskipun meninggalkan keluarganya dalam keadaan yang sulit, ia percaya bahwa Allah akan melindungi dan merawat mereka. Ini mengajarkan kita pentingnya memiliki keyakinan yang kuat dan tawakkal kepada Allah dalam menghadapi cobaan dan tantangan hidup.

SahabatQu Baca Juga: Kisah Nabi Daud Melawan Jalut dalam Al-Qur’an

Ketabahan yang luar biasa

Siti Hajar dan Ismail adalah contoh ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Meskipun ditinggalkan di tempat yang tandus dengan persediaan yang terbatas, mereka tetap bersabar dan mengandalkan Allah. Siti Hajar berlari-lari antara Safa dan Marwah mencari air, dan akhirnya Allah mengabulkan doanya dengan mengirimkan mata air Zamzam. Ini mengajarkan kita pentingnya menjaga ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Rahmat Allah 

Kisah ini juga mengingatkan kita tentang rahmat Allah yang melimpah. Meskipun ditinggalkan dalam situasi sulit, Allah memperhatikan mereka dan memberikan solusi dengan mengirimkan mata air Zamzam sebagai karunia-Nya. Ini mengajarkan kita untuk selalu berharap pada rahmat Allah dalam setiap situasi.

Pentingnya ikhtiar dan usaha 

Meskipun kita mengandalkan Allah, kisah ini juga mengajarkan pentingnya melakukan ikhtiar dan usaha maksimal dalam kehidupan. Siti Hajar tidak hanya berharap pada bantuan Allah, tetapi juga melakukan upaya nyata dengan berusaha mencari air. Ini mengajarkan kita bahwa kita perlu melakukan usaha sebaik mungkin dan meningkatkan kemampuan kita sambil mengandalkan Allah.

SahabatQu, kisah Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di Lembah Makkah memberikan banyak yang menginspirasi. Semoga setiap muslim bisa mengambil ibrah dan keteladanan dari kisah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like