Puasa Muharram: Keistimewaan, Hukum, Waktu, Tips dan Tata Caranya

Kasih bintang post

GenQu MediaSahabatQu, Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah, memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Berpuasa pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu amalan yang yang disunnah bagi kaum muslim pada tanggal ini. 

Tentu SahabatQu juga tidak akan pernah melewatkan kesempatan ini bukan? Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas Puasa Muharram: keistimewaan, hukum, dan tata caranya. 

Keistimewaan Bulan Muharram

Bulan Muharram memiliki beberapa keistimewaan dan keberkahan, antara lain:

Pertaubatan Nabi Adam

Nabi Adam melakukan pertaubatan pada tanggal 10 Muharram. Sebagaimana SahabatQu, maklumi Nabi Adam dan Siti Hawa sebelum melakukan pertaubatan telah melakukan pelanggaran, yaitu memakan buah khuldi.

Hari Kemenangan Nabi Musa 

Tanggal 10 Muharram juga menjadi hari kemenangan Nabi Musa dan Bani Israel dari Firaun di Laut Merah. Puasa ini merupakan bentuk rasa syukur atas kemenangan tersebut dan menjadi momen penting dalam sejarah Islam.

SahabatQu Baca Juga: Shalat Dhuha: Keutamaan, Tips, Waktu, Jumlah Rakaat, dan Tata Caranya Bagi Pemula

Nabi Yunus Keluar dari Ikan Paus

Nabi Yunus merasa putus asa karena dakwahnya ditentang oleh kaumnya. Dia pun keluar dari negerinya. Namun dalam perjalanan, beliau ditelan ikan paus. Pada tanggal 10 Muharram, ikan paus itu memuntahkannya, beliau keluar dari dalam perut ikan dalam keadaan selamat.

SahabatQu, selain ketiga peristiwa yang membuat Muharram, terutama tanggal 10 menjadi istimewa, pada tanggal yang sama juga merupakan hari di mana Nabi Ibrahim as. selamat dari eksekusi pembakaran yang dilakukan oleh Raja Namrud. Kemudian pada 10 Muharram juga, bahtera Nabi Nuh as.berlabuh, Nabi Yusuf as. keluar dari penjara, dan Nabi Ayyub as. sembuh dari penyakit.

Hukum Puasa Muharram

Puasa Muharram termasuk dalam kategori puasa sunnah (puasa yang dianjurkan). Meskipun tidak wajib, melaksanakan puasa ini memiliki nilai ibadah yang besar. Niatan untuk berpuasa pada 1 Muharram dapat dilakukan pada malam sebelumnya atau saat waktu imsak. Anjuran Puasa Muharram didasarkan pada hadis berikut.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Berapa Hari Puasa Muharram Dianjurkan?

GenQuMedia.com melansir dari NU Online, berdasarkan hadis dan penjelasan para ulama, puasa Muharram lebih diutamakan 10 hari pertama Muharram—termasuk hari Tasu’a (9 Muharram), hari ‘Asyura (10 Muharram)—dan tanggal 11 Muharram. Jadi, total jumlah harinya adalah sebanyak 11 hari.

SahabatQu Baca Juga: Beginilah Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Menurut Islam

Tata Cara dan Tips Puasa Muharram

tata cara Puasa Muharram
Sumber: Freepik.com/@ pvproductions

SahabatQu, beginilah tata cara menjalankan Puasa Muharram. Simak penjelasannya sebagai berikut:

Niat 

Niatkan dalam hati untuk berpuasa pada 1 sampai 8 Muharram sebagai bentuk ibadah kepada Allah swt.

Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ. 

“Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.” 

Niat Puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ. 

“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.” 

Niat Puasa Asyura 

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ. 

“Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”

Sahur 

Lakukan sahur sebelum waktu Subuh. Selain sangat dianjurkan, sahur juga sangat penting agar SahabatQu tetap fit dan kuat menjalankan ibadah puasa.

SahabatQu Baca Juga: Cara Meraih Kehidupan yang Baik Menurut Islam

No Maksiat Saat Berpuasa

Selain menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, penting bagi SahabatQu untuk menjauhi segala perkara yang dapat merusak pahala ibadah puasa, seperti julid dan berbagai maksiat lainnya.

Hadirkan Taat dengan Perbanyak ibadah 

Lawan kata maksiat adalah taat. Untuk bisa terhindar dari maksiat, perbanyaklah ibadah. So, selain menahan diri dari makan dan minum, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, dan melakukan amal saleh lainnya.

Berbuka dengan Makanan yang Halal

Sebagaimana berbuka puasa pada umumnya, berbuka dilakukan setelah matahari terbenam. Tentu SahabatQu berbuka dengan makanan atau minuman yang halal agar puasa semakin sempurna dan diterima Allah swt.

Demikianlah uraian tentang Puasa Muharram: Keistimewaan, Hukum, Waktu, Tips dan Tata Caranya. Meskipun tidak wajib, menjalankan puasa ini dapat memberikan keberkahan dan pahala yang besar. Semuanya akan SahabatQu dapatkan jika menjalannya secara lillah, murni dan ikhlas karena Allah. Semoga siapa pun yang membaca artikel ini bisa mendapatkannya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Leave a Comment