8 Jejak Peninggalan Dinasti Abbasiyah yang Terlupakan

Kasih bintang post

GenQu Media—SahabatQu tentu sudah tidak asing dengan Dinasti Abbasiyah. Dinasti ini muncul pasca runtuhnya Dinasti Umayyah pada tahun 750 Masehi. Keruntuhan Dinasti Umayyah ditandai dengan revolusi yang dipimpin Abdullah As-Saffah dari Bani Abbas keturunan paman Nabi. Peninggalan Dinasti Abbasiyah yang ada membuktikan betapa dinasti ini menjadi salah satu kekhalifahan islam paling berpengaruh.

Sejarah Dinasti Abbasiyah

Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah memulai pemerintahannya dari ibukota di Baghdad. Kemudian ibu kota dipindahkan ke Samarra. Wilayah kekuasaan Dinasti Abbasiyah meliputi Irak, Suriah, Semenanjung Arab, Uzbekistan, dan Mesir Timur.

Dinasti Abbasiyah menjadi pionir dalam mewujudkan peradaban Islam yang maju, mengutamakan kegiatan ilmiah, sistem pendidikan, dan pemerintahan yang efisien.

Selama masa kejayaannya, Dinasti Abbasiyah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Di antara para penguasanya yang pernah memimpin, dinasti ini terkenal karena kepeduliannya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan berbagai bidang keilmuan, termasuk ilmu sosial dan budaya.

Akulturasi dan asimilasi yang maju di kalangan masyarakat membantu menjadikan Dinasti Abbasiyah sukses dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sosial, dan budaya.

Tidak ada batasan status sosial dalam masyarakat, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan keterampilan di berbagai ranah sosial dan budaya.

Dinasti Abbasiyah menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, dan budaya. Peninggalan sejarahnya mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan pada era ini tergambar jelas dalam arsitektur dan seni bangunan, termasuk istana, masjid, dan berbagai struktur kota lainnya.

Bidang sastra, bahasa, dan seni musik juga meraih kemajuan pesat pada masa ini. Para penulis dan budayawan terkemuka seperti Abu Nawas dan Abu Athahiyah menciptakan karya-karya yang masih dinikmati hingga saat ini. 

Demikian pula tokoh-tokoh penting dalam bidang musik seperti Yunus bin Sulaiman, Khalil bin Ahmad, dan Al-Farabi. Mereka mengembangkan teori musik Islam yang relevan hingga kini.

Baca Artikel : 5 Tanda Wanita yang Dirindukan Surga

SahabatQu, pentingnya pendidikan juga menjadi fokus utama Dinasti Abbasiyah. Sejak awal pemerintahan, mereka secara aktif mengembangkan dan meningkatkan sistem pendidikan. Mereka mendirikan berbagai lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi.

Warisan Berharga Dinasti Abbasiyah

Tak hanya dalam ranah-ranah tersebut, tetapi ada banyak warisan sejarah lain yang mencerminkan perkembangan berbagai aspek kehidupan selama masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah yang berlangsung selama 5 abad.

Pada tahun 1258, Dinasti Abbasiyah mengalami akhir yang tragis ketika kota Baghdad diserbu oleh bangsa Mongol.

Meskipun demikian, jejak kejayaan Dinasti Abbasiyah tetap meninggalkan warisan berharga dalam sejarah Islam. Banyak peninggalan Dinasti Abbasiyah yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini.

SahabatQu, apa saja jejak peninggalan Dinasti Abbasiyah yang bisa kita saksikan saat ini? Yuk simak ulasan berikut:

Istana Ukhaidir

Istana yang didirikan pada tahun 775 M ini berlokasi di dekat Kufah, sekitar 200 km selatan Baghdad.

Istana ini memberikan gambaran tentang bentuk kota melingkar pada zamannya.

Menampilkan kombinasi seni Islam dan non-Islam, istana ini dikelilingi oleh tembok berbentuk persegi dan berisi sejumlah pekarangan, aula, masjid, dan permandian.

Istana Qasruzzabad

Selain Istana Ukhdair, Dinasti Abbasiyah juga membangun Istana Qasruzzabad di Baghdad.

Luas bangunannya mencapai 160 ribu meter persegi dan berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga khalifah.

Di sekitar istana ini terdapat bangunan bertingkat, toko, taman, dan fasilitas umum lainnya. Lokasinya dipilih dengan cermat berdasarkan kondisi geografis dan aksesibilitasnya.

Artikel Menarik: Self Healing dalam Islam untuk Kesehatan Mentalmu

Istana Qasbrul Khuldi

Qasbrul Khuldi didirikan oleh Khalifah Al Manshur pada tahun 773 M merupakan sebuah istana yang berada di luar kota Baghdad tepatnya di tepi barat sungai Tigris.

Istana ini dibangun di titik yang tinggi untuk menjaga keamanannya dan diyakini memiliki taman yang indah layaknya taman surga.

Masjid dan Mausoleum Zumurrud Khatun

Masjid dan Mausoleum Zumurrud Khatun terletak di Baghdad, dekat dengan makam Sheikh Maarouf. Bangunan ini merupakan peninggalan Khalifah Zumurrud atau Zubayda pada tahun 1202 M. Menara masjid ini masih bertahan dan menjadi menara masjid tertua di Baghdad.

Masjid Agung Samarra

Peninggalan Dinasti Abbasiyah
sumber: pinterest.com

Inilah masjid terbesar di dunia saat itu. Sesuai namanya, masjid yang dibangun pada tahun 848-852 oleh Khalifah Al-Mutawakkil ini berdiri di kota Samarra, Irak. Masjid ini memiliki menara berbentuk spiral.

UNESCO telah menetapkan masjid ini sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2007.

Simak Artikel : Shalat Dhuha: Keutamaan, Tips, Waktu, Jumlah Rakaat, dan Tata Caranya Bagi Pemula

Masjid Baiat

Rumah ibadah kaum muslim yang satu ini termasuk salah satu jejak peninggalan Dinasti Abbasiyah di mekah yang didirikan oleh khalifah Al-Manshur pada tahun 761 M.

Masjid Baiat diyakini sebagai tempat Rasulullah bertemu dengan para pengikutnya dan tempat baiat aqabah.

Masjid Al Khulafa

Tempat ibadah umat Islam yang satu ini dikenal sebagai Masjid Al-Qasr atau Masjid Istana. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan Abbasiyah di Baghdad, Irak. Dibangun oleh Khalifah Al-Muktafi pada tahun 902 M, masjid ini memiliki menara setinggi 34 meter yang saat ini sedikit miring sehingga disebut “al’ahdab” atau “si bungkuk” oleh masyarakat sekitar.

Masjid Al Manshur

Masjid yang satu ini dibangun oleh khalifah kedua dari Abbasiyah, Al-Manshur, pada tahun 762.

Berbagai peninggalan Dinasti Abbasiyah yang bersejarah ini menjadi bukti kemajuan dan kejayaan peradaban Islam di masa lalu. Peninggalan ini memperlihatkan wajah baru dunia Islam dalam refleksi kegiatan ilmiah, ilmu pengetahuan, sistem pendidikan, dan pemerintahan.

Peninggalan yang masih terjaga hingga saat ini menjadi kekayaan sejarah bagi manusia modern untuk terus memahami dan menghargai peradaban masa lalu.

Leave a Comment