Ayat Al-Qur’an tentang Haji

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Pilar terakhir dari rukun Islam adalah haji. Ini merupakan ibadah yang istimewa yang sebelum Islam dan Rasulullah diutus sudah disyariatkan pada masa Nabi Ibrahim.
Haji wajib bagi semua Muslim untuk melaksanakannya setidaknya sekali seumur hidup mereka, dengan syarat mereka mampu secara finansial dan fisik.

Haji adalah ziarah yang dilakukan oleh umat Muslim ke kota suci Makkah, pada bulan DzulHijjah (bulan terakhir dalam kalender Islam). Akhir dari ziarah ini ditandai dengan perayaan Idul Adha di mana umat Muslim di seluruh dunia mengorbankan hewan (dengan syarat-syarat yang telah ditentukan) sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Terdapat beberapa ayat dalam Kitab Suci yang memberikan kita panduan tentang bagaimana melaksanakan haji. Simak penjelasan berikut ini sebagaimana GenQu Media lansir dari dari www.islamicfinder.org. Inilah ayat Al-Qur’an tentang haji.

Surah Al-Baqarah menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin muncul di benak seseorang tentang bagaimana melaksanakan haji, berfungsi sebagai panduan lengkap yang menjelaskan tindakan-tindakan yang dilarang, tindakan-tindakan yang diperbolehkan, dan tindakan-tindakan yang wajib. Ayat dari Surah Al-Imran menggambarkan betapa istimewanya kota suci Makkah dengan menyebutkan Makkah sebagai tempat ibadah pertama dan menegaskannya dengan menyebut Ibrahim as. Aspek-aspek lain tentang haji telah dibahas dalam Surah Al-Maidah, Ali ‘Imran, At-Tauba, Al-Hajj, dan Al-Fath. Semua ayat yang berkaitan dengan haji telah dibagikan di bawah ini.

Al-Baqarah (Part 1)

[ingatlah] ketika Kami menjadikan Rumah itu sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan [tempat] keamanan. Jadikanlah dari maqam Ibrahim tempat salat. Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, [dengan mengatakan], “Sucikanlah Rumah-Ku untuk orang-orang yang melakukan tawaf dan orang-orang yang beribadah di sana serta orang-orang yang rukuk dan sujud [dalam salat].” (125)

Sesungguhnya, Shafa dan Marwah adalah sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Allah. Maka siapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya berlari-lari kecil antara keduanya. Dan siapa yang dengan sukarela melakukan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Menghargai kebaikan lagi Maha Mengetahui. (158)

Mereka bertanya kepadamu [Muhammad] tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi haji.” Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan adalah [kebajikan] orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (89)

Al-Baqarah (Part 2)

Sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terhalang, maka [sembelihlah] hewan kurban yang mudah didapat. Janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihannya. Siapa saja di antaramu yang sakit atau mempunyai gangguan di kepalanya [sehingga harus bercukur], maka wajib atasnya berpuasa [tiga hari], atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah aman, maka siapa yang mengerjakan umrah [di bulan haji] sebelum haji [tiba], maka [wajiblah ia menyembelih] hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika tidak menemukan [atau tidak mampu], maka [wajib berpuasa] tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari setelah kamu pulang. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Demikian itu bagi orang yang keluarganya tidak berada di sekitar Masjidil Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya. (196)

(Haji itu) pada beberapa bulan yang telah dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berbicara jorok), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. (197)

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (198)

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (199)

Al-Baqarah (Part 3)

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (200)

Di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (201)

Berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (meninggalkan Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. (203)

Ali ‘Imran

Ayat Al-Qur’an tentang haji juga terdapat dalam surah Ali Imran berikut ini:

Sesungguhnya, rumah [ibadah] pertama yang didirikan untuk manusia adalah yang di Makkah – diberkati dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (96)

Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata [seperti] maqam Ibrahim. Siapa saja yang memasukinya akan aman. Dan [dijadikan] kewajiban manusia terhadap Allah untuk melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi siapa yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Dan barang siapa yang kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (3:97)

Al-Maidah (Part 1)

sumber: aljazeera

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah [seluruh] akad (perjanjian). Dihalalkan bagimu [memakan] binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu [dalam Al-Quran] – dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang dalam keadaan ihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum yang Dia kehendaki. (1)

Al-Maidah (Part 2)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan [mengganggu] binatang-binatang hadyu dan qalaid, dan jangan [pula] mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitul Haram karena mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah berburu. Janganlah kebencian (mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat melampaui batas. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. (2)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih. (94)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Dan barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kaffarah dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (95)

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. (96)

At-Taubah

Maka berjalanlah dengan bebas, [hai orang-orang kafir], di seluruh negeri [selama] empat bulan tetapi ketahuilah bahwa kamu tidak bisa melemahkan [kekuasaan] Allah dan sesungguhnya Allah akan menghinakan orang-orang kafir. (2)

Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan [dalam kalender lunar] dalam ketetapan Allah [sejak] hari Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu. Dan perangilah orang-orang musyrik itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (36)

Sesungguhnya, menunda-nunda [bulan haram] itu hanyalah menambah kekafiran, dengan itu orang-orang kafir disesatkan. Mereka menghalalkan satu tahun dan mengharamkan pada tahun lain agar sesuai dengan jumlah yang diharamkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang Allah haramkan. Dihiasi bagi mereka keburukan perbuatan mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (37)

Al-Hajj

Sesuai dengan namanya, di surah ini juga terdapat ayat Al-Qur’an tentang haji.

Serukanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus; mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. (27)

Dan [ingatlah, wahai Muhammad], ketika Kami menetapkan untuk Ibrahim tempat Baitullah, [dengan mengatakan], “Janganlah engkau mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (26)

Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (28)

Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan memenuhi nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (29)

Bagi kamu, hewan-hewan kurban itu adalah beberapa manfaat sampai waktu yang ditentukan; kemudian tempat penyembelihannya ialah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah). (33)

Dan [ingatlah, wahai Muhammad], ketika Kami menetapkan untuk Ibrahim tempat Baitullah, [dengan mengatakan], “Janganlah engkau mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (36)

Al-Fath

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya. Kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah, dengan aman, dengan mencukur rambut kepala dan memendekkannya, tanpa merasa takut. Maka Dia mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan Dia telah memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (27)

SahabatQu, demikian uraian ayat Al-Qur’an tentang haji. Semoga ayat-ayat tersebut menguatkan iman dan Islam kaum muslim dan Allah mudahkan kita semua untuk menunaikan ibadah haji. Amin.

Leave a Comment