3 Kunci Bahagia, Amalkan Agar Hidup Lebih Tenang

5/5 - (1 vote)

GenQu Media—Ketika ditanya siapa ingin bahagia, pasti semua orang akan menjawab “saya” dengan semangat. Beragam jawaban tentang makna bahagia.

Ada yang mengganggap bahwa bahagia itu ketika memiliki fisik sempurna, yaitu cantik atau tampan. Ada yang bahagia karena memiliki harta melimpah, memiliki jabatan tinggi dan ada orang bahagia karena memiliki pasangan cantik atau tampan.

Apa Sebenarnya yang Membuat Kita Bahagia?

Namun apakah benar semua itu akan menghantarkan kita kepada kebahagiaan? Nyatanya banyak fakta yang menunjukan ketika orang memiliki apa yang disebut diatas mereka belum bahagia.

Seorang artis muda cantik India berbakat, Tunisha Sharma mengejutkan jagat penggemar dan penonton ketika dia ditemukan telah tewas di lokasi syuting. Aktris cantik itu ditemukan tewas dan diduga gantung diri (detiksumut.com 27 Desember 2023).

Pria 78 tahun miliki kekayaan Rp 30 triliun, miliuner remaja kaya raya ini ditemukan tewas karena diduga bunuh diri. Dilaporkan The New York Post bahwa pria tersebut meninggal karena luka tembak yang dilakukan sendiri di kantornya di Manhattan. Dengan meninggalkan seorang istri, Ann Tenenbaum, dan kelima anak mereka (Okezone.com 25 Februari 2023).

Juga banyak pasangan artis bercerai dengan pasangan, padahal kalo dilihat hidup mereka sudahlah bahagia dengan dianugrahi pasangan cantik/tampan, mau apa tinggal beli. Tapi ternyata mereka belum bahagia.

MotivasiQu: Kata UAH: Jilbab, Penjagaan Allah untuk Muslimah

Renungkanlah Firman Allah dalam ayat berikut,

“Sesuatu yang ada di sisimu akan hilang. Sesuatu yang ada di sisi Allah adalah abadi.”
(QS.An-Nahl: 96)

Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Al-Mukhtashar “Wahai anak manusia, apa yang kamu miliki itu berupa harta dan kegembiraan. Maka kesenangan itu pasti akan berakhir bahkan jika itu banyak. Sementara apa yang ada di sisi Allah adalah pahala yang kekal abadi.
“Dan kenikmatan akhirat itu abadi tidak terputus.” (Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir)

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa kenikmatan dunia itu sementara sedangkan kenikmatan akhirat itu kekal. Oleh karena itu, jangan sampai hidup kita dihabiskan hanya untuk mengejar kebahagiaan sesaat dan meninggalkan kebahagiaan yang hakiki. Seperti Firman-Nya,

“Raihlah sesuatu yang Allah berikan kepadamu (kebahagiaan) di kehidupan berikutnya. Namun, jangan lupakan kesenangan dunia (kegembiraan) ini.” (QS. Al Qashshash:77).

Jadikanlah apa- apa yang telah dianugerahi Allah kepada kita sebagai gerbang untuk kita lebih dekat dan taat kepada-Nya untuk menggapai rhido dan pahala dari-nya. Namun kita juga jangan sampai mengabaikan dunia dari apa-apa yang telah di halalkan untuk kita nikmati (minuman, makanan, pakaian dan pasangan hidup juga keturunan) dan jadikan setiap aktivitas kita ditujukan untuk kehidupan selanjutnya di akhirat.

NetQu: Siomay Terlezat di Bogor: Ini Pengalamanku Menikmati Kelezatannya

3 Kunci Bahagia

Seharusnya setiap kali aktivitas kita menjadi manfaat dan kebahagian bagi sesama, dan itupun akan menjadi tabungan pahala untuk kita.
Agar kita mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya, kita harus mengetahui dulu kunci untuk meraihnya, di antaranya ada 3 kunci:

Taat

Allah swt. berfirman, “Siapa pun yang mengikuti petuahku, dia tidak akan salah jalan dan tidak akan tersiksa. Siapa pun yang mengabaikan peringatanku, kami akan memberinya kehidupan yang sempit. Kami akan membutakannya pada hari kiamat.” (QS. Thaha: 123-124)

Siapa saja yang beramal saleh, laki-laki dan perempuan yang beriman, pasti akan kami berikan kehidupan yang baik untuknya dan akan Kami balas mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Dari dua ayat diatas menegaskan bahwa ketaatan kepada syariat Allah akan menghantarkan kita kepada kebahagiaan yang abadi.

Qanaah

Qanaah adalah sikap menerima dengan sukacita dan merasa puas terhadap hasil usaha yang diperoleh, serta menghindari rasa tidak puas dan merasa tidak mampu. Selalu bersyukur atas nikmat pemberian Allah, menjauhkan sikap tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak iri atas apa yang dimiliki orang lain dan tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan segala cara.

Munculkan dalam diri kita agar selalu melihat kebawah ketika melihat dunia dan merasa cukup dengan apa yang ada. Seperti sabda Rasulullah Saw. “ Lihatlah mereka yang berada di bawah kita, bukan mereka yang berada di atas kita. Supaya kita tidak mengingkari nikmat Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta. Namun kaya itu adalah memiliki (hati) rasa yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan sikap qanaah ini adalah kunci kebahagiaan ketika kita hidup di dunia.

OpiniQu: Pemimpin Rungkad, Bangkrut Total Kelak di Akhirat

Istikamah

Konsisten mengikuti jalan (agama) yang lurus tanpa berpaling kasana kemari. Istikamah mencakup pelaksanaan segala jenis ketaatan kepada Allah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan menjauhi segala larangan-Nya. (Jami’ al-‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab al-Hambali, tr. 246, Darul Muayyid, pada tahun 1424 H).

Dengan sikap istikamah kita akan meraih kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat seperti Firman Allah swt dalam surat Al-Fushilat ayat 30 bahwa yang istikamah akan memperoleh surga yang di telah dijanjikan oleh Allah kepadanya.

Supaya kita bisa tetap istikamah; seringlah kita menghadiri majelis-majelis ilmu karena di majelis ilmu kita akan banyak mengetahui ilmu-imu Allah, dengan ilmu tersebut dapat mencegah dari perbuatan maksiat.

Berteman dengan orang-orang shalih juga akan membuat kita istiqomah, karena teman-teman yang shalih akan selalu mengajak dan mengingatkan kita kepada kebaikan. Kita senantiasa berdoa kepada allah agar supaya istiqomah dalam Islam dan keimananan kepada Allah.

Itulah 3 kunci untuk meraih kebahagiaan hakiki kita sebagai seorang muslim. Semoga kita diberikan kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.

Leave a Comment